Beauties, pernah merasa skincare sudah dipakai rutin, tapi jerawat malah muncul satu-satu dan wajah terlihat makin kusam? Coba ingat-ingat lagi, belakangan ini Anda lagi banyak pikiran alias malah sering tidur larut malam?
Ternyata, stres dan kurang tidur bukan hanya bikin badan capek dan mood berantakan. Keduanya juga dapat memengaruhi beragam proses di dalam tubuh yang berangkaian dengan produksi minyak, peradangan, dan proses pemulihan kulit.
Nah, sebenarnya apa yang terjadi pada kulit saat Anda sedang stres dan kurang tidur?
1. Stres Bisa Memengaruhi Produksi Minyak Kulit

Ilustrasi stres/freepik: magnific
Lagi stres biasanya bukan hanya pikiran yang terasa berantakan, kulit pun kadang ikut “rewel”. Salah satunya bisa terlihat dari wajah yang terasa lebih berminyak alias jerawat yang tiba-tiba muncul.
Dilansir dari PubMed, kelenjar minyak alias sebaceous gland memiliki reseptor yang dapat merespons beragam sinyal neuroendokrin yang berangkaian dengan stres. Sinyal tersebut dapat memengaruhi produksi lipid alias minyak pada kulit.
Produksi minyak yang berlebihan sendiri merupakan salah satu aspek yang berkedudukan dalam terbentuknya jerawat. Jadi, stres memang bukan satu-satunya penyebab jerawat, tetapi bisa ikut memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang.
2. Lonjakan Hormon Kortisol

Ilustrasi kurang tidur/Freepik: tirachardz
Ketika sedang stres, tubuh otomatis masuk ke mode “siaga”. Salah satu responsnya adalah meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membantu tubuh menghadapi situasi yang dianggap menekan.
Stres psikologis dapat mengaktifkan sistem respons stres tubuh yang kemudian meningkatkan pelepasan kortisol. Perubahan ini juga dapat memengaruhi kegunaan kulit, termasuk produksi minyak dan respons peradangan.
Nah, jika kondisi stres berjalan terus-menerus, perubahan tersebut bisa ikut membikin kulit lebih mudah bermasalah. Jadi, bukan berfaedah kortisol langsung bikin jerawat dalam sekali naik, ya, Beauties, tetapi stres yang berkepanjangan dapat menjadi salah satu aspek yang memperburuk kondisi jerawat.
3. Stres Dapat Memicu Peradangan pada Kulit

Ilustrasi peradangan kulit/Freepik: magnific
Kamu mungkin pernah mengalami jerawat yang terasa lebih merah alias meradang ketika sedang stres. Hal ini bukan sekadar emosi saja, lantaran stres memang dapat memengaruhi respons peradangan tubuh.
Stres psikologis dapat memengaruhi sistem saraf, hormon, dan sistem imun kulit. Respons tersebut dapat meningkatkan beragam sinyal yang berangkaian dengan peradangan.
Sementara itu, jerawat sendiri merupakan kondisi kulit yang melibatkan proses peradangan. Karena itu, stres dapat menjadi salah satu aspek yang memperburuk jerawat, meskipun bukan satu-satunya penyebabnya.
4. Pori-Pori Tersumbat

Ilustrasi wajah muncul jerawat/Freepik: pvproductions
Nah, ini salah satu bagian krusial dalam proses munculnya jerawat. Pori-pori sebenarnya bukan tiba-tiba “kotor”, tetapi folikel rambut dan kelenjar minyak di dalam kulit bisa tersumbat oleh campuran sebum dan sel kulit.
Terbentuknya jerawat melibatkan beberapa proses, termasuk produksi sebum berlebih dan gangguan proses pengelupasan sel kulit di saluran folikel. Sumbatan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi komedo dan lesi jerawat lainnya.
Stres juga dapat memengaruhi kegiatan kelenjar minyak sehingga secara tidak langsung dapat ikut berasosiasi dengan proses tersebut. Jadi, jika Beauties merasa wajah makin berminyak saat stres, jangan heran jika jerawat juga lebih mudah muncul. Tapi bukan berfaedah semua jerawat disebabkan oleh pori-pori yang “kotor”, ya!
5. Gangguan Regenerasi Kulit

Ilustrasi kulit kusam/Freepik: magniifc
Hal yang mungkin paling mudah Anda lihat setelah beberapa hari tidur acak-acakan adalah wajah terlihat capek, kulit terasa kurang nyaman, dan tampilannya jadi lebih kusam.
Stres psikologis dapat mengganggu kegunaan skin barrier, antara lain dengan menurunkan hidrasi lapisan kulit dan meningkatkan kehilangan air dari permukaan kulit. Penelitian lain juga menemukan bahwa kualitas tidur yang jelek berangkaian dengan gangguan fungsi skin barrier. Bahkan, studi mengenai hubungan tidur dan jerawat menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memperburuk jerawat melalui perubahan hormonal, peradangan, dan respons imun.
Ternyata, kondisi kulit nggak hanya ditentukan oleh skincare yang Anda pakai. Stres dan kurang tidur juga bisa ikut memengaruhi produksi minyak, hormon, peradangan, pori-pori, sampai proses pemulihan kulit.
Jadi, jika kulit lagi rewel, jangan hanya buru-buru checkout skincare baru, Beauties. Coba kasih tubuh waktu buat rehat dan kelola stres juga, lantaran kulit yang sehat rupanya dimulai dari kebiasaan yang sehat juga.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)