Jakarta -
Anak sering buang air mini tapi tidak sakit sering kali membikin orang tua khawatir. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kondisi ini terjadi?
Pada dasarnya buang air mini merupakan salah satu proses pembuangan yang krusial bagi tubuh. Hal ini pun melibatkan kerja banyak organ, termasuk ginjal, kandung kemih dan saluran kemih.
Tujuan dari buang air mini adalah untuk membikin sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Frekuensi yang teratur pun diperlukan agar keseimbangan metabolisme tubuh tetap terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frekuensi buang air mini pada anak
Dalam kondisi sehat, sistem saluran kemih mempunyai keahlian untuk menampung dan membuang urine. Pada anak-anak, keahlian untuk mengendalikan kapan menampung dan kapan membuang urine memerlukan proses belajar.
Kemampuan ini pun bakal meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, bayi bakal lebih sering mengompol lantaran belum mempunyai keahlian optimal mengendalikan pembuangan urine.
Kebanyakan anak mulai bisa mengontrol saluran kemihnya pada siang hari saat menginjak usia 4 tahun.
Rata-rata gelombang buang air mini seseorang berjuntai pada usia dan volume air yang diminum. Pada anak-anak, biasanya mereka bakal buang air mini setiap 2-3 jam sekali.
Frekuensi buang air mini yang jarang kemungkinan terjadi lantaran kurang minum air putih, terutama jika warna urinenya pekat dan jumlahnya sedikit.
Waspadai juga jika keluhan ini disertai kondisi lain seperti demam tinggi, muntah alias diare sebelumnya, serta ada darah dalam urine.
Sebaliknya, anak sering buang air mini tapi tidak sakit juga perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat menunjukkan adanya masalah, termasuk seperti jangkitan saluran kemih.
Penyebab anak sering buang air kecil
Ada beberapa kemungkinan penyebab anak sering buang air kecil, Bunda. Berikut penjelasannya:
1. Overactive bladder
Salah satu penyebab anak sering buang air mini tapi tidak sakit adalah kandung kemih terlalu aktif alias overactive bladder.
Otot-otot di sekitar uretra, yang merupakan saluran dari kandung kemih tempat urine keluar, juga dapat terpengaruh.
Otot-otot ini sebenarnya berfaedah untuk mencegah urine keluar dari tubuh, tetapi bisa susah dikendalikan jika kandung kemih mengalami kontraksi yang kuat.
2. Pollakiuria
Dikutip dari Medical News Today, penyebab lain dari kandung kemih terlalu aktif adalah pollakiuria. Sampai saat ini, master belum mengetahui penyebab pasti pollakiuria.
Kondisi ini condong memengaruhi anak usia sekitar 5 alias 6 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada anak usia 3 hingga 14 tahun.
Dalam beberapa kasus, orang tua mungkin perlu mengidentifikasi pemicu alias stres pada anak. Pemicu alias stres tersebut dapat menyebabkan kemauan buang air mini dan memicu kondisi ini terjadi.
Anak yang mengalami pollakiuria bakal buang air mini sangat sering. Dalam beberapa kasus, mereka bisa buang air mini setiap 5-10 menit.
3. Terlalu banyak mengonsumsi kafein
Penyebab anak menjadi sering buang air mini lainnya ialah terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman kafein. Seperti diketahui, peningkatan konsumsi kafein bakal memberikan pengaruh stimulasi pada kandungan kemih.
Penyebab lain kandung kemih terlalu aktif pada anak meliputi:
- Konsumsi bahan makanan yang mungkin menimbulkan alergi pada anak
- Kecemasan
- Kapasitas kandung kemih yang kecil
- Kelainan struktural pada kandung kemih alias uretra
- Sembelit
- Tidak mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
- Obstructive sleep apnea
Bagaimana langkah mengatasinya?
Dalam sebagian besar kasus, masalah kandung kemih terlalu aktif bakal lenyap sendiri seiring bertambahnya usia anak.
Anak bakal melewati proses belajar merespons sinyal tubuh untuk buang air mini dengan lebih tepat waktu, sehingga kapabilitas kandung kemih dapat lebih terkendali.
Selain itu, dikutip dari Web MD kandung kemih yang terlalu aktif lantaran aspek stres juga dapat membaik setelah pemicunya berakhir.
Jika tubuh anak tidak dapat mengatasi kondisi ini dengan sendirinya, langkah lain termasuk melatih keahlian kandung kemih dan penggunaan obat mungkin diperlukan.
Anak bisa melakukan latihan untuk memperkuat dan mengkoordinasikan otot uretra serta kandung kemih agar dapat mengontrol buang air kecil.
Cara-cara tambahan lain untuk membantu mengatasi kandung kemih terlalu aktif meliputi:
- Menghindari konsumsi kafein alias bahan lain yang dapat memicu kandung kemih terlalu aktif
- Menerapkan agenda buang air mini secara teratur, misalnya setiap dua jam
- Ajarkan kebiasaan buang air mini yang sehat, seperti tidak terburu-buru saat buang air mini dan merilekskan otot selama proses tersebut
Jika kandung kemih terlalu aktif disebabkan oleh jangkitan saluran kemih, master anak mungkin bakal meresepkan antibiotik untuk mengatasi jangkitan tersebut, Bunda.
Kapan perlu ke dokter?
Jika anak tetap menunjukkan tanda-tanda sering buang air mini hingga berumur 7 tahun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Nantinya master dapat melakukan pemeriksaan untuk memeriksa penyebab yang mendasari gejala-gejala tersebut. Tes ini mungkin termasuk pada pemeriksaan sampel urine untuk mengetahui adanya jangkitan dan USG untuk mencari kelainan pada keahlian kandung kemih alias sistem urinearia.
Segera juga cek ke master jika lama-kelamaan peningkatan gelombang buang air mini disertai dengan rasa nyeri alias demam, ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi.
Itulah penjelasan tentang anak sering buang air mini tapi tidak sakit. Pastikan untuk selalu mengontrol kondisi anak agar bisa ditemukan penyebab pasti dan langkah tepat mengatasinya ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·