Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 503x dilihat
Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja

Tidur yang cukup menjadi peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk kesehatan mentalnya. Tapi tahu kah, Bunda, rupanya kualitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan mental anak di masa mendatang?

Dikutip dari Parents, psikolog klinis, Brian Razzino, PhD, menyatakan bahwa tidur merupakan fondasi bagi kesehatan mental. Tidur bisa diibaratkan sebagai rumah, jika goyah maka semua yang di atasnya bisa menjadi tidak stabil.

Sama halnya dengan kesehatan mental, jika seseorang tidak mendapatkan tidur cukup dan berkualitas, maka seseorang bakal lebih rentan terhadap perubahan suasana hati, peningkatan respons stres, dan kekhawatiran yang terus menerus.


Menurut Dr. Razzino, tidur bisa juga disebut pemeliharaan alias pemulihan otak di malam hari. Selama tidur, pikiran tidak betul-betul berakhir bekerja. Otak justru memanfaatkan waktu tersebut untuk mengingat informasi, mengelola stres, memperkuat hubungan saraf yang bisa mendukung proses belajar.

Sebaliknya, ketika tidur terganggu, maka proses pemulihan bakal ikut tersendat dan memengaruhi keahlian dalam mengelola emosi dan pikiran. Menurut kajian yang diterbitkan Frontiers in Psychiatry, ditemukan bahwa perseorangan yang menderita insomnia berpotensi mengalami gangguan suasana hati. 

“Seiring waktu, kurang tidur sangat mengenai dengan akibat depresi klinis yang lebih tinggi dan gangguan kekhawatiran yang lebih parah,” ucap Dr. Razzino.

Studi lain turut mengungkapkan argumen di kembali kondisi tersebut. Dikutip dari People, sebuah studi menemukan bahwa anak dengan kebiasaan tidur yang jelek berpotensi menderita depresi saat remaja. Tim akademisi dari Universitas Birmingham mempelajari informasi lebih dari 15.000 anak untuk studi Childern of 90s, yang juga dikenal sebagai Avon Longitudinal Study of Parents and Childern.

Selama penelitian, lama tidur mereka dihitung pada beragam usia, mulai dari bayi berumur 6 bulan hingga anak usia 7 tahun. Peserta lampau diperiksa kembali untuk memandang indikasi depresi pada usia 12,5 hingga 22 tahun.

Tim akademisi menemukan bahwa anak berumur 6 bulan hingga 7 tahun yang selalu mempunyai pola tidur yang lebih pendek, mempunyai kecenderungan tingkat depresi yang lebih tinggi di saat mereka memasuki rentang usia 13 hingga 22 tahun.

Dr. Isabel Morales-Munoz, penulis pertama studi Universitas Birmingham, mengatakan, “Kami menemukan bahwa sejumlah mini anak yang mengalami lama tidur lebih pendek secara terus-menerus sepanjang masa kanak-kanak mempunyai peningkatan akibat terkena depresi selama masa remaja,” ucap Isabel.

Menurut Isabel, tidur juga merupakan komponen masa anak-anak yang dapat diperbaiki tanpa medis, dan upaya mengatasi masalah ini bakal memberikan banyak manfaat, termasuk mengatasi potensi akibat kesehatan mental.

Cara meningkatkan kualitas tidur

Orang tua berkedudukan krusial dalam membentuk kebiasaan tidur anak-anak mereka. Para peneliti menyarankan agar orang tua berfokus pada strategi sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur pada anak guna menciptakan kondisi yang lebih baik untuk kondisi mental anak. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua di rumah.

  • Waktu tidur teratur: Menetapkan waktu tidur yang konsisten bisa membantu anak menyinkronkan jam internal tubuh, sehingga menghasilkan pagi yang tenang dan kualitas tidur yang baik.
  • Ritual relaksasi: Melakukan kegiatan yang menenangkan seperti mendengarkan musik lembut alias membaca buku, bisa membantu kondisi anak menjadi lebih rileks, sehingga mengoptimalkan proses pemulihan otak di malam hari.
  • Batasi waktu menatap layar ponsel: Mengurangi waktu menatap layar ponsel sangat setidaknya satu jam sebelum tidur untuk membantu otak untuk rileks sebelum tidur dan menghindari stimulasi berlebihan.
  • Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur: Berikan ruang yang ideal untuk kenyamanan tidur anak dengan suasana yang gelap, tenang, dan sejuk untuk meningkatkan kualitas tidur.

Itulah argumen kenapa anak kurang tidur di usia awal bisa tingkatkan akibat depresi di masa mendatang. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan