Anak Singapura Dikenal Jago Matematika, Bocah 7 Th Jadi Kandidat Termuda di Kompetisi Setara SMA

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 504x dilihat
Anak Singapura Dikenal Jago Matematika, Bocah 7 Th Jadi Kandidat Termuda di Kompetisi Setara SMA

Tahukah Bunda, anak-anak Singapura diketahui jago matematika. Mereka dikenal jenius dalam mata pelajaran satu ini.

Singapura merupakan daerah mini padat masyarakat di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Malaysia. Menariknya, Singapura menjadi negara dengan hanya 6,1 juta masyarakat yang secara rutin berada di ranking teratas dalam ranking matematika, dan mempunyai sistem pendidikan yang paling dikagumi di dunia.

Sistem pendidikan Singapura unggul di bagian matematika

Dalam tabel ranking dari OECD pada Mei tahun lalu, Singapura berada di ranking pertama, diikuti Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Peringkat tersebut diambil berasas keahlian anak berumur 15 tahun di bagian matematika dan sains.


Inggris apalagi mengumumkan bahwa separuh dari sekolah dasar di Inggris bakal mengangkat style pengajaran matematika yang digunakan di Singapura.

“Matematika di Singapura bukan tentang mengetahui segalanya. Ini tentang berpikir seperti seorang matematikawan.” ucap Andreas Schleicher, kepala program penilaian pendidikan OECD.

Matematika dan sains adalah mata pelajaran inti di Singapura, sehingga diajarkan di seluruh level pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, dan atas.

Metode pengajaran matematika di Singapura

Metode Singapura pertama kali dikembangkan oleh tim pembimbing di negara tersebut pada tahun 1980-an. Mereka meneliti metode pembelajaran yang dilakukan di negara lain, termasuk Kanada dan Jepang untuk membandingkan efektivitas beragam metode pangajaran. 

Singapura menjauhi pembelajaran mahfuz dan lebih konsentrasi pada pengajaran anak-anak tentang langkah memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan kitab teks karya Jerome Bruner dari Amerika, beranggapan bahwa orang belajar dalam tiga tahap. Pertama dengan menggunakan objek nyata, kemudian gambar, dan melalui simbol.

Teori ini sangat berkontribusi pada sistem pembelajaran Singapura pada pemodelan masalah matematika dengan perangkat bantu visual, misalnya, menggunakan balok berwarna untuk mewakili pecahan alias rasio.

Sistem pembelajaran yang efektif juga tergambarkan melalui kurikulum Singapura di tingkat sekolah dasar lebih ringkas dibandingkan di banyak negara barat, mencakup lebih sedikit topik dan lebih konsentrasi pada kedalaman. Berbeda dengan kurikulum Inggris dan Amerika, menurut Schleicher dari OECD, kurikulum mereka mengajarkan banyak perihal alias luas tetapi pada tingkat yang dangkal.

Ketekunan anak lebih diakui 

Di negara Barat, sudah menjadi perihal lumrah ketika anak bisa mempunyai keahlian yang lebih besar di mata pelajaran tertentu. Namun, berbeda dengan Singapura yang lebih menghargai ketekunan dibanding bakat. Pendekatan ini akhirnya diadopsi dalam sistem pendidikan Inggris.

“Ini adalah pendekatan yang berbeda terhadap kemampuan, sungguh, perombakan besar dalam langkah pandang terhadap anak-anak,”  ucap Tim Oates, kepala penelitian di lembaga ujian Cambridge Assessment.

“Peralihan dari model pembelajaran perseorangan berbasis kemampuan, ke model yang menyatakan bahwa semua anak bisa melakukan apapun, asalkan materi yang disampaikan dengan langkah yang tepat dan mereka mau berusaha.” lanjutnya.

Bocah 7 tahun jadi kandidat termuda di ujian setara anak SMA

Semua ini diperkuat dengan Theodore Kwan, anak berumur 7 tahun telah mencetak rekor nasional baru sebagai kandidat termuda yang mengikuti ujian Matematika Murni International General Certificate of Education Extended Level (IGCSE), dimana dia meraih nilai tertinggi ialah A*. IGCSE sendiri adalah ujian/kualifikasi akademik sekolah menengah, yang biasanya diperuntukkan untuk anak berumur 14-16 tahun.

Crsytal Tang, ibu Theodore Kwan, menjelaskan argumen anaknya memilih matematika adalah lantaran struktur dan sifat dasarnya yang terdefinisi dengan baik.

“Matematika dipilih dengan sangat sengaja sebagai ujian kedua yang dia ikuti lantaran mata pelajaran ini mendasar dan terstruktur secara konseptual,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kwan telah lama menunjukkan minat yang kuat pada pola, logika, dan pemecahan masalah.

“Kami merasa itu adalah mata pelajaran yang tepat untuk menilai kesiapan menghadapi ujian formal, terutama ujian yang menekankan penalaran daripada hafalan,” ujar Tang.

Itulah rahasia anak Singapura banyak yang jago matematika. Dari mulai kurikulum yang terstruktur hingga pengajaran yang berfokus pada konsep membantu anak memahami langkah menyelesaikan masalah. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan