Jakarta -
Lego merupakan jenis permainan anak yang terdiri atas balok-balok plastik, yang dapat dirangkai menjadi beragam bentuk. Permainan ini cukup terkenal di kalangan anak-anak hingga orang dewasa, Bunda.
Sebagai corak permainan, Lego rupanya mempunyai segudang faedah yang dapat menunjang tumbuh kembang anak. Selain memberikan hiburan, bermain Lego juga bisa mengembangkan keahlian motorik dan keahlian kognitif otak.
"Saat main lego, ada satu proses yang dapat melatih keahlian visual spasial. Ketika anak memandang kitab pedoman bermain, dia bakal membayangkan gimana merangkai Lego," kata Psikolog Keluarga, Pritta Tyas dalam kegiatan LEGO Playground 'Main dan Jadi Hebat' di Jakarta Pusat, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah corak dari kepintaran visual spasial, yang dapat menjadi modal utama beberapa profesi, seperti desainer dan arsitek," sambungnya.
Bermain Lego juga bisa membentuk sifat persisten alias pantang menyerah. Anak condong untuk menyelesaikan Lego hingga akhirnya dia merasa bangga pada dirinya sendiri.
"Untuk anak-anak yang tipenya secara natural aktif, bermain Lego ini dapat melatih persistensi. Ketika Lego sudah jadi, itu biasa menjadi suatu reward buat anak alias membuatnya percaya diri," ungkap Pritta.
Manfaat anak bermain Lego menurut studi
Secara detail, faedah bermain Lego telah diteliti dalam studi LEGO Play Well 2026. Ada tiga faedah Si Kecil bermain Lego menurut studi, yakni:
1. Melatih kreativitas
Membiarkan anak bermain Lego sama saja Bunda sedang melatih kreativitasnya. Selain mengikuti pedoman merangkai Lego, Si Kecil juga bisa bebas membikin corak mainan yang baru sesuai dengan imajinasinya.
"Apa yang dilatih dari anak-anak saat bermain Lego itu adalah kreativitasnya. Ketika dia memandang hamparan Lego brick, pertama dia bakal mengikuti langkah-langkahnya. Tapi lama-lama, anak bisa membikin yang lain sendiri," ungkap Pritta.
2. Melatih keahlian memecahkan masalah
Anak yang imajinatif biasanya bisa menemukan beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah. Dalam perihal permainan ini, masalah yang biasa ditemui adalah kesulitan untuk menyusun bagian-bagian mini Lego.
"Kalau main ini, biasanya kita ketemu masalah pada bagian-bagian mini Lego, entah itu salah pasang alias bagiannya susah ditemukan. Tapi, itu semua dapat melatih keahlian anak memecahkan masalah, di mana pada akhirnya anak bisa menemukan jalan keluarnya," ujar Pritta.
3. Membentuk ketangguhan
Bermain Lego juga bisa memupuk ketangguhan anak sejak dini. Mereka dibiarkan untuk memecahkan masalah sendiri sehingga nantinya tumbuh menjadi pribadi yang tak mudah menyerah.
"Untuk membikin anak handal itu bukan dibentak ya, tapi bisa dengan bermain. Ketangguhan ini adalah skill yang dibutuhkan dan bisa dilatih," kata Pritta.
Pentingnya menemani anak bermain
Menurut studi ini, orang tua setidaknya perlu meluangkan waktu 5 jam per minggu untuk quality time dengan anak. Waktu 5 jam ini dapat dimanfaatkan untuk bermain Lego bersama.
Saat Si Kecil mulai mengalami kesulitan, kita dapat sedikit membantunya dan mengarahkan untuk mencari solusi. Selain membangun koneksi, pendampingan ini juga bisa menumbuhkan kepercayaan anak pada orang tuanya.
"Dalam satu minggu minimal orang tua menghabiskan waktu 5 jam untuk anaknya. Kalau punya dua anak, idealnya one on one tetap perlu spend time. Dari 5 jam ini dapat diatur, misalnya sehari itu 15 sampai 20 menit, dan jika bisa orang tua tidak sembari main handphone ya," ungkap Pritta.
"Mendampingi anak di usia berapa pun itu dapat membangun hubungan dan trust (kepercayaan). Koneksi ini juga yang menyelamatkan anak dari pergaulan tidak baik dan bujukan screen time," lanjutnya.
Itulah ragam faedah bermain Lego untuk anak, serta pentingnya mendampingi anak bermain. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·