Mulai dari usia dua tahun alias tiga tahun, biasanya seorang anak sudah mempunyai keahlian untuk menahan agar tidak mengompol di malam hari. Mereka bisa menahan untuk tidak buang air mini selama tidur. Namun, jika anak usia lima tahun tetap ngompol di malam hari, normalkah?
Perlu Bunda ketahui bahwa pemisah usia anak dianggap bisa mempunyai keahlian untuk tidak mengompol adalah usia lima tahun, Bunda.
Menurut Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U K, ahli urologi subspesialisasi pediatrik, ketika di usia ini mereka tetap mengompol di malam hari, mereka dianggap mengalami masalah enuresis. Apa itu enuresis?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enuresis adalah kondisi di mana pada saat tidur, terutama di malam hari, anak bakal mengompol tanpa disadari. Enuresis nokturnal sendiri dibagi menjadi dua jenis ialah monosymptomatic dan non-monosymptomatic.
Enuresis monosymptomatic, ialah kondisi anak mengompol hanya saat tidur dan tidak mengompol saat terjaga. Sementara, enuresis non-monosymptomatic, ialah kondisi anak mengompol saat tidak tidur ataupun tidak mengompol namun mempunyai keluhan berkemih yang lain.
Penyebab anak tetap ngompol di usia 5 tahun ke atas
Pada dasarnya, anak-anak tidak mengompol dengan sengaja. Kemungkinan besar, dikutip dari Health Link British Columbia, seorang anak mengompol lantaran satu alias lebih alasan, seperti:
Pertumbuhan yang terhambat. Anak-anak yang sistem sarafnya tetap dalam tahap pembentukan mungkin tidak dapat mengetahui kapan kandung kemih mereka penuh.
Kandung kemih yang kecil. Beberapa anak mungkin mempunyai kandung kemih yang sigap penuh.
Hormon antidiuretik yang terlalu sedikit. Tubuh memproduksi hormon ini, yang meningkat di malam hari untuk memberi tahu ginjal agar melepaskan lebih sedikit air. Beberapa anak mungkin tidak mempunyai cukup hormon ini.
Tidur nyenyak. Banyak anak yang mengompol tidur sangat nyenyak sehingga mereka tidak terbangun untuk menggunakan bilik mandi. Mereka mungkin bakal lebih jarang mengompol seiring bertambahnya usia dan pola tidur mereka berubah.
Faktor emosional alias sosial. Anak-anak mungkin lebih condong mengompol jika mereka mengalami stres. Misalnya, seorang anak mungkin mempunyai kerabat laki-laki alias wanita baru.
Tanda-tanda enuresis anak yang perlu diwaspadai
Menurut dr. Irfan, perihal pertama yang perlu diwaspadai pada kondisi enuresis pada anak adalah ketika gelombang mengompolnya cukup sering. Misalnya dalam waktu satu minggu, kondisi mengompol nyaris setiap malam terjadi.
"Perlu diwaspadai juga ketika anak mengalami enuresis non-monosymptomatic. Jadi, anak tidak hanya mengalami masalah mengompol, namun juga masalah berkemih di siang hari," ungkap dr. Irfan kepada HaiBunda beberapa waktu lalu
Cara Mengatasi Anak yang Masih Ngompol
Pengobatan untuk enuresis nokturnal bervariasi tergantung pada penyebabnya. Dikutip dari Cleveland Clinic, pilihan pengobatan dapat meliputi:
- Perubahan perilaku sebelum alias selama waktu tidur, seperti terapi menggunakan alarm.
- Mengelola alias mengobati kondisi medis yang mendasarinya.
- Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi produksi urine di malam hari.
- Berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental, psikolog, alias terapis untuk mengelola stres, trauma, alias tantangan emosional anak.
- Menurut dr. Irfan, biasanya, master bakal melakukan pertimbangan alias semacam pengisian kitab harian, Bunda. Di mana, ketika anak minum dan berkemih mulai dari bangun tidur hingga besok harinya, Bunda perlu mencatat jumlah serta frekuensinya.
- Hal ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa gelombang berkemih anak terganggu alias tidak, volume urine cukup, kurang, alias berlebih, serta gelombang mengompol di malam hari dalam satu minggu.
Risiko anak tetap ngompol dibiarkan
Ketika anak usia lima tahun ke atas dibiarkan jika tetap mengompol, mereka bakal menjadi lebih susah merespons terhadap terapi yang diberikan kelak. Tidak hanya itu, Si Kecil mungkin juga bakal mengalami masalah pada psikologis serta aspek sosialnya.
Ketika seorang anak, terlebih yang sudah mulai berinteraksi dengan teman-temannya, melakukan suatu kegiatan yang mengharuskan mereka menginap di rumah temannya ataupun di sekolah, tentu anak bakal mengalami rasa was-was. Hal ini juga bakal berakibat pada kepercayaan dirinya.
Ada baiknya segera mencari support mahir untuk mengatasi masalah mengompol ini, Bunda. Bawa Si Kecil memeriksakan diri ke master sehingga bisa sigap ditangani sesuai dengan kondisinya. Jika dibiarkan terlalu lama apalagi sampai mereka berada di jenjang SD alias SMP, kondisinya justru bakal semakin susah disembuhkan.
Cara mencegah anak ngompol di usia 5 tahun
Meskipun tidak dapat mencegah semua kasus mengompol, Bunda dapat mengurangi risikonya dengan:
- Meminta anak tidak minum banyak cairan dua jam sebelum tidur.
- Meminta anak pergi ke bilik mandi sebelum tidur.
- Meminta anak mengenakan celana penyerap di malam hari.
- Memastikan bilik mandi alias toilet mudah diakses anak.
- Menggunakan penguatan positif alias afirmasi untuk mengakui ketika anak bangun dalam keadaan tidak ngompol.
- Hindari mempermalukan alias mengolok-olok anak dalam family alias golongan temannya.
Demikian penjelasan mengenai penyebab anak lima tahun ngompol. Semoga informasinya membantu ibu dalam membesarkan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·