Apa itu kimpul? Umbi lokal yang kini ramai dibahas karena bisa jadi pengganti kentang

Aug 03, 2026 08:00 PM - 1 hari yang lalu 107
Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah © 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Kincai Media - Belakangan ini nama kimpul semakin sering muncul di media sosial. Umbi yang sebelumnya lebih berkawan dijumpai di pasar tradisional alias pekarangan rumah itu mendadak menjadi perbincangan setelah diolah menjadi beragam menu bergaya Barat seperti mashed potato, lasagna, hingga potato wedges.

Popularitas tersebut membikin banyak orang penasaran dengan apa sebenarnya kimpul. Padahal, tanaman ini sudah lama dikenal sebagai salah satu umbi lokal di Indonesia dan mempunyai potensi sebagai sumber pangan pengganti yang dapat diolah menjadi beragam hidangan.

Kimpul viral berkah konten pembuat yang mengganti kentang

Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Nama kimpul mulai ramai dibicarakan setelah pembuat konten asal Bantul dengan akun @black.sheep8208 rutin mengolah umbi tersebut menjadi beragam menu populer. Dalam setiap videonya, dia mengganti bahan utama yang biasanya menggunakan kentang dengan kimpul.

Kalimat pembuka seperti "Hari ini saya mau makan potato wedges, tapi lantaran tidak punya kentang, saya tukar kimpul" kemudian menjadi karakter unik yang mudah dikenali. Format video yang konsisten membikin banyak orang penasaran dengan umbi tersebut.

Tak hanya videonya yang viral, kalimat tersebut juga berkembang menjadi meme di media sosial. Banyak warganet mengadaptasinya ke beragam situasi yang tidak lagi berangkaian dengan makanan sehingga kata "kimpul" semakin dikenal.

Apa itu kimpul?

Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang tetap satu golongan dengan talas. Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium Schott dan di beberapa daerah juga dikenal sebagai talas Belitung, cocoyam, alias tannia, sebagaimana dilansir dari Liputan6 dan beberapa sumber lain, Senin (3/8/2026).

Di Indonesia, nama kimpul dapat berbeda-beda sesuai daerah. Meski demikian, semuanya merujuk pada tanaman yang sama.

Secara fisik, kimpul merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh hingga sekitar dua meter. Umbinya tumbuh mengelilingi pangkal batang, sedangkan pelepah daunnya membentuk batang semu yang menjadi karakter unik tanaman ini.

Tabel 1. Mengenal kimpul

Informasi Keterangan
Nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium
Kelompok tanaman Umbi-umbian.
Masih satu golongan dengan Talas.
Nama lain Talas Belitung, cocoyam, dan tannia.
Pemanfaatan Digunakan sebagai bahan pangan dan diolah menjadi beragam jenis makanan.

Kandungan gizi kimpul

Kimpul dikenal sebagai sumber karbohidrat dengan kandungan pati yang cukup tinggi. Umbi ini juga mengandung serat pangan, vitamin B3, kalium, tembaga, serta beragam senyawa bioaktif seperti flavonoid dan diosgenin.

Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Evy Damayanthi, talas kimpul merupakan sumber karbohidrat yang rendah lemak serta mempunyai indeks glikemik yang relatif rendah. Kimpul juga mengandung pati resisten yang berpotensi memberikan faedah bagi kesehatan usus.

Meski demikian, faedah tersebut tetap dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan dan langkah pengolahan makanan.

Tabel 2. Kandungan yang terdapat pada kimpul

Kandungan Peran Umum
Karbohidrat Menjadi salah satu sumber daya bagi tubuh.
Serat pangan Mendukung kesehatan sistem pencernaan dan membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Vitamin B3 Berperan dalam proses metabolisme daya di dalam tubuh.
Kalium Membantu menjaga kegunaan otot dan sistem saraf tetap normal.
Tembaga Berperan dalam beragam proses metabolisme di dalam tubuh.
Flavonoid Merupakan senyawa bioaktif yang banyak diteliti lantaran potensinya bagi kesehatan.
Pati resisten Mendukung kesehatan saluran cerna dan menjadi makanan bagi kuman baik di usus.

Kenapa kimpul mulai dilirik?

Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Selama ini kimpul lebih sering diolah menjadi makanan sederhana seperti direbus alias digoreng. Namun melalui media sosial, umbi ini mulai diperkenalkan sebagai pengganti kentang dalam beragam hidangan modern.

Pendekatan tersebut membikin banyak orang menyadari bahwa bahan pangan lokal juga dapat digunakan untuk membikin menu yang tampilannya tidak kalah menarik. Selain memperkenalkan kimpul kepada generasi muda, tren ini juga membuka kesempatan pemanfaatan umbi lokal dengan langkah yang lebih beragam.

Kimpul juga mudah dibudidayakan

Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 Wibowo Djatmiko (Wie146) via id.wikipedia.org

Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan, kimpul dikenal relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan yang agak teduh maupun pekarangan rumah dengan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Umbinya tumbuh mengelilingi pangkal batang secara bertingkat. Dalam kondisi budidaya yang baik, tanaman ini dapat menghasilkan panen dalam waktu sekitar delapan bulan.

Karena dapat tumbuh di beragam kondisi lingkungan, kimpul dinilai mempunyai potensi sebagai salah satu tanaman pangan lokal yang dapat dikembangkan.

Tabel 3. Fakta singkat tentang budidaya kimpul

Aspek Keterangan
Lokasi tanam Dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan terbuka.
Kondisi yang disukai Tumbuh baik pada area yang agak teduh dengan kelembapan yang cukup.
Masa panen Umumnya dapat dipanen setelah sekitar 8 bulan sejak ditanam.
Bagian yang dimanfaatkan Umbi menjadi bagian utama yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
Potensi Memiliki potensi sebagai salah satu sumber pangan alternatif.

Kimpul dan diversifikasi pangan

Apa itu kimpul? Umbi lokal yang sekarang ramai dibahas lantaran bisa jadi pengganti kentang

kimpul adalah
© 2026 /TikTok/@black.sheep8208

Diversifikasi pangan berfaedah memperluas pilihan sumber makanan, bukan hanya berjuntai pada satu jenis bahan pangan. Dalam konteks ini, kimpul menjadi salah satu contoh umbi lokal yang mempunyai potensi untuk diolah menjadi beragam menu.

Konten pembuat yang mengolah kimpul menjadi mashed potato, lasagna, alias potato wedges menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat digunakan dalam beragam kreasi masakan. Pendekatan seperti ini turut memperkenalkan kembali kimpul kepada masyarakat dengan langkah yang lebih dekat dengan tren kuliner saat ini.

FAQ

1. Apakah kimpul sama dengan talas?

Kimpul tetap satu golongan dengan talas, tetapi bukan berfaedah semua talas adalah kimpul. Kimpul mempunyai nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan di beberapa daerah dikenal sebagai talas Belitung. Meski mirip, terdapat perbedaan pada jenis tanaman, corak umbi, maupun karakter pertumbuhannya.

2. Kenapa kimpul sering digunakan sebagai pengganti kentang?

Kimpul mempunyai tekstur yang lembut setelah dimasak sehingga dapat diolah menjadi beragam menu yang biasanya menggunakan kentang, seperti mashed potato, potato wedges, hingga lasagna. Namun, rasa dan teksturnya tetap mempunyai karakter yang berbeda sehingga hasil akhirnya tidak bakal sepenuhnya sama dengan kentang.

3. Apakah kimpul bisa langsung diolah setelah dikupas?

Kimpul umumnya perlu dimasak terlebih dulu sebelum dikonsumsi. Beberapa orang juga memilih merendam alias mencucinya setelah dikupas sesuai kebutuhan resep untuk membantu membersihkan getah yang mungkin tetap menempel pada permukaan umbi.

4. Bagaimana langkah menyimpan kimpul agar lebih awet?

Kimpul sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan umbi dalam kondisi lembap alias terkena sinar mentari langsung lantaran dapat mempercepat penurunan kualitasnya.

5. Selain dijadikan menu kekinian, kimpul bisa diolah menjadi apa saja?

Selain diolah menjadi mashed potato alias lasagna, kimpul juga dapat direbus, dikukus, digoreng, dijadikan keripik, kolak, campuran sayur, hingga diolah menjadi tepung untuk beragam produk pangan.

(brl/tin)

Selengkapnya