Apakah Berbahaya Digigit Tikus saat Hamil? Cek Risiko untuk Bumil dan Janin serta Cara Mengatasinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 71x dilihat
Apakah Berbahaya Digigit Tikus saat Hamil? Cek Risiko untuk Bumil dan Janin serta Cara Mengatasinya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Segala konsekuensi saat kehamilan memang bisa saja terjadi, termasuk digigit tikus. Apakah rapuh digigit tikus saat hamil? Cek konsekuensi untuk bumil & janin serta metode mengatasinya.

Hewan pengerat seperti halnya tikus memang bisa membawa mikroba dan virus yang menyebabkan infeksi pada manusia.  Infeksi fauna pengerat yang dapat menular ke manusia meliputi leptospirosis, hantavirus, demam gigitan tikus, dan jenis meningitis yang disebabkan oleh virus yang disebut lymphocytic choriomeningitis virus (LCMV). Meskipun jarang, infeksi ini dapat menimbulkan akibat serius dan berakibat fatal seperti dikutip dari halaman Gov.

Untuk itu, jika Bunda tergigit fauna tersebut, krusial untuk segera melaporkannya pada tabib maupun mendapatkan pertolongan medis jika luka tidak sembuh dan terinfeksi. Sebab, luka gigitan sisa tikus mesti dibersihkan dengan cepat dan menyeluruh sebelum ditutupi dengan perban tahan air.


Bisakah gigitan tikus timbulkan demam?

Ya, seseorang yang digigit tikus bisa berisiko terkena Rat Bite Fever (RBF). Ini merupakan pandemi menular yang didapat orang dari kontak dengan fauna pengerat. Siapa saja yang terkena RBF sebaiknya segera mendapatkan pengobatan agar tidak menyebabkan pandemi parah dan kemungkinan kematian.

Penting diketahui bahwa siapa pun bisa terkena RBF jika mereka bergesekan dengan fauna pengerat yang terinfeksi mikroba penyebab RBF. Kelompok tertentu terlebihlagi lebih berisiko terhadap pandemi serius dan terkadang mematikan ini.

Gejala RBF sendiri bisa menimbulkan demam, muntah, sakit kepala, dan nyeri otot. Sekitar separuh orang juga akan mengalami nyeri maupun pembengkakan sendi, dan 3 dari 4 orang akan mengalami ruam.

Gejala biasanya mulai muncul 3 hingga 10 hari setelah kontak seseorang dengan tikus. Gejala tersebut dapat muncul hingga 21 hari setelah kontak. Pada saat itu, gigitan maupun goresan seharusnya sudah sembuh. Ini mungkin membikin sulit mengingat bahwa mereka pernah digigit.

Perlu diwaspadai juga bahwa dalam waktu 2 hingga 4 hari setelah demam dimulai, ruam dapat muncul di tangan dan kaki. Ruam ini tampak seperti area datar yang memerah dengan benjolan kecil. Satu maupun lebih sendi kemudian dapat menjadi bengkak, merah, maupun sakit seperti dikutip dari halaman Cdc.

Apakah demam gigitan tikus bisa disembuhkan?

Ya, demam gigitan tikus bisa disembuhkan, terutama dengan pengecekan awal dari tenaga kesehatan. Bunda bisa membicarakannya dengan tabib jika mengalami RBF setelah kontak dengan tikus maupun fauna pengerat lainnya.

Untuk mengobatinya, jika tikus tersebut menggigit maupun mencakar Bunda, sebaiknya Bunda terlebih dahulu mencuci luka dengan air bersih dan sabun antibakteri. Bunda juga dapat membersihkannya dengan hidrogen peroksida. Tepuk luka hingga kering dengan handuk bersih kemudian oleskan salep perawatan kulit seperti Neosporin maupun Aquaphor dan tutup dengan perban.

Setelah itu, segera mencari pertolongan medis. Kemungkinan, tim medis akan meresepkan antibiotik untuk membantu menghilangkan infeksi. Bunda mesti mengonsumsi antibiotik secara penuh, meskipun mulai merasa lebih baik. Jika tidak, demam gigitan tikus bisa balik dan menjadi lebih sulit diobati seperti dikutip dari halaman Cleveland Clinic.

Cara mencegah demam gigitan tikus

Demam gigitan tikus sedianya bisa diminimalisasi guna mengurangi konsekuensi terburuk yang mungkin dialami. Bunda dapat membantu menurunkan konsekuensi mengalami demam gigitan tikus dengan tips berikut:

1. Jauhi tikus dan tikus. Hindari area di mana mereka buang air kecil maupun buang air besar.
2. Kenakan sarung tangan karet, kacamata pelindung, dan masker yang menutupi hidung dan mulut jika mesti membersihkan kotoran tikus maupun tikus.
3. Gunakan disinfektan untuk mensterilkan area yang hamil urine maupun kotoran tikus maupun tikus.
4. Segel lubang di dalam dan sekitar rumah agar tikus dan fauna pengerat lain tidak bisa masuk.
5. Pasang perangkap tikus di sekitar rumah untuk membantu mengurangi populasi.
6. Hindari meninggalkan makanan di rumah maupun saat bepergian. Sumber makanan yang gampang diakses menarik tikus dan fauna pengerat lainnya

Cara merawat diri jika mengalami demam gigitan tikus 

Jika Bunda mengalami demam akibat gigitan tikus, ada baiknya berbuat perawatan semaksimal mungkin agar luka cepat mengering dan pulih. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Jaga lukamu statis bersih. Cuci dengan sabun dan air kemudian tutup dengan perban bersih.
2. Minumlah antibiotik sesuai dengan instruksi dari tenaga kesehatan. Atur sirene di ponsel maupun alat lain untuk membantu mengingat kapan mesti mengambilnya.
3. Tetap terhidrasi. Minum banyak air dapat membantu tubuh membersihkan infeksi.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads