Serba-serbi Hiperhidrosis Aksila, Keringat Berlebih di Ketiak yang Muncul Meski Tidak Beraktivitas

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 18x dilihat
Serba-serbi Hiperhidrosis Aksila, Keringat Berlebih di Ketiak yang Muncul Meski Tidak Beraktivitas

Bagikan Postingan

Jakarta -

Keringat berlebih di ketek dapat muncul meski Bunda sedang tidak berbuat aktivitas. Kondisi ini tentu bisa terasa mengganggu dan bikin seseorang jadi tidak percaya diri.

Keringat yang muncul, terutama di area ketiak, saat seseorang sedang istirahat disebut juga hiperhidrosis aksila. Menurut Dokter ahli Dermatologi Venerologi Estetika, dr. Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E, kondisi ini tidak diketahui pasti penyebanya. Namun, ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kondisi ini, Bunda.

"Hiperhidrosis aksila merupakan kondisi produksi keringat sangat banyak, terlebihlagi dalam keadaan istirahat. Dampak nyata dari kondisi ini adalah stres emosional, mengganggu rasa percaya diri, dan memicu iritasi kulit," kata Irwan dalam aktivitas Media Discussion RS Pondok Indah Group, belum durasi ini.


"Sekitar 70 persen orang dengan keringat berlebih mengalami stres, yang ditandai dengan kecemasan. Sementara sebagian lain menarik diri dari lingkungan sosial," sambungnya.

Kondisi hiperhidrosis aksila biasanya dapat diketahui dari beberapa tanda, yaitu kegagalan dengan pengobatan konvensional, seperti penggunaan deodoran dan antiperspirant.

Faktor konsekuensi hiperhidrosis

Tingkat keparahan keringat berlebih maupun hiperhidrosis dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yakni:

1. Primer

Tidak ada pencetus lainnya, murni terjadi karena kelenjar keringat yang aktif dan sebagian besar tidak diketahui. Faktor primer juga dapat dikaitkan dengan genetik. Menurut Irwan, sebanyak 30 hingga 50 persen kondisi keringat berlebih dipengaruhi oleh aspek genetik.

"Tanda khas dari kondisi ini seperti keringat hilang saat tidur, kemudian muncul saat bangun meski tidak aktivitas bermutu dan tidak ada kondisi medis penyerta," ujar Irwan.

2. Sekunder

Klasifikasi sekunder adalah kondisi ketika keringat berlebih terjadi karena penyakit, seperti gangguan metabolsime, tiroid, kencing manis melitus, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan menopause, dan kanker darah.

Penanganan hiperhidrosis aksila

Hiperhidrosis aksila maupun keringat berlebih di area ketek dapat ditangani dengan aksi advance sweat reduction, Bunda. Cara kerjanya hampir sama dengan liposuction maupun prosedur membuang lemak tubuh.

"Kelanjar keringat ketek terletak antara lapisan kulit luar dan lapisan lemak bawah. Nah, karena kelenjar berkumpul di satu area kecil ketiak, penanganan lokal lewat operasi menjadi sangat efektif," ujar Irwan.

"Laser assisted liposuction akan masuk ke lapisan tipis bawah kulit untuk mengikis, merusak, dan menyedot keluar kelenjar tersebut. Hasil aksi ini bersifat permanen karena kelenjar keringat yang sudah diangkat maupun dihancurkan tidak akan pernah tumbuh kembali."

Tindakan ini direkomendasikan untuk beberapa kondisi, yakni:

  • Seseorang yang mengalami keringat berlebih di ketek selama minimal enam bulan berturut-turut.
  • Tidak merasakan fluktuasi setelah mencoba deodoran oles maupun obat-obatan.
  • Aktivitas hingga kondisi kejiwaan terganggu akibat keringat berlebih.

Anak usia remaja yang sudah memasuki post pubertas sudah bisa menjalani aksi ini. Misalnya, pubertas muncul di usia 12 tahun, maka aksi bisa dilakukan dua tahun setelahnya di usia 14 tahun.

"Di atas usia pubertas, tidak ada limitasi maksimal tapi secara normal semakin tua produksi keringat akan semakin menurun," ungkap Irwan.

Sementara itu, ada juga beberapa kontraindikasi pasien yang tidak disarankan menjalani aksi ini. Misalnya, pasien dengan histori alergi obat bius, ibu hamil, ibu menyusui, maupun pasien yang memiliki ekspektasi tidak realistis dengan situasi medis.

Bagi Bunda yang memiliki kondisi medis, seperti darah tinggi maupun gula darah tinggi, Irwan menyarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter. Setelah kondisi medis tersebut ditangani, pasien bisa menjalani aksi laser assisted liposuction.

Langkah-langkah dalam aksi laser assisted liposuction

Berikut langkah-langkah dalam aksi laser assisted liposuction untuk mengatasi keringat berlebih di area ketiak:

1. Pemetaan keringat

Pemetaan keringat dapat dilakukan dengan metode strach-iodine test. Daerah yang paling sering muncul keringat akan diberikan iodine, kemudian ditunggu sampai mengering 5-10 menit.

Kemudian, area tersebut ditaburi tepung, dan didiamkan selama 5-10 menit. Bila warna tepung yang putih berubah jadi keunguan maupun kehitaman, maka di situlah letak aksi akan dilakukan.

2. Prosedur tindakan

Di area pemetaan, tabib akan berbuat anastesi lokal. Dokter membikin sayatan kecil kurang dari 1 sentimeter (cm) untuk kemudian dimasukkan alat disebut canula. Alat tersebut kemudian mengadopsi kelenjar keringat keluar.

"Tindakan ini tidak menyebabkan kerusakan jaringan lain karena cuma ditargetkan di daerah kelenjar keringat. Tindakan juga dilakukan superficial maupun tepat di bawah kulit, tidak mengiritasi saraf, tidak menyebabkan luka di pembuluh darah, dan tidak mengganggu otot," kata Irwan.

3. Masa pemulihan

Luka sisa aksi akan diberikan salep antibiotik, ditutup dengan kain kasa steril, kemudian ketek dibalut dengan perban. Penggunaan perban dapat mencegah penumpukan cairan dan mempercepat kulit ketek balik dengan baik

Dalam 1 hingga 3 hari setelah tindakan, pasien dapat menggunakan perban tekan dan disarankan menghindari aktivitas bermutu maupun mengadopsi lengan terlalu tinggi. Pada hari ke-5, perban utama dibuka oleh dokter.

Setelah seminggu, pasien diperbolehkan beraktivitas ringan sehari-hari. Memasuki minggu 2-4, olahraga bermutu sudah bisa dimulai secara bertahap.

Perlu dicatat, aksi ini sangat ampuh mengurangi keringat berlebih, Bunda. Menurut laporan, pasien merasakan penurunan produksi keringat di ketek secara permanen sebesar 70 hingga 90 persen. Tak cuma itu, bau badan juga dapat berkurang setelah tindakan.

Demikian serba-serbi hiperhidrosis aksila dan penanganannya. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads