Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 90x dilihat
Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Bagikan Postingan

Jakarta -

Pada usia kehamilan 22 minggu, perut Bunda sudah semakin kelihatan membesar. Bunda juga bisa merasakan pergerakan bayi di dalam perut dengan lebih jelas, meski pengalaman ini bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil.

Pada fase ini, Bunda statis eksis di trimester kedua. Tubuh terus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan rahim dan janin sehingga beberapa keluhan kehamilan statis bisa terasa.

Sebenarnya, hamil 22 minggu apa yang dirasakan? Apa saja fluktuasi yang terjadi pada tubuh ibu hamil dan sepertiapa evolusi janin pada usia kehamilan ini?


Hamil 22 minggu, apa yang dirasakan?

Hamil 22 minggu berarti Bunda sudah memasuki pertengahan trimester kedua. Sebagian ibu hamil mulai merasa lebih betah dibandingkan trimester pertama karena mual dan muntah biasanya sudah berkurang.

Namun, bukan berarti kehamilan 22 minggu bebas dari keluhan. Pertumbuhan rahim, fluktuasi hormon, dan bertambahnya ukuran janin dapat menimbulkan beberapa sensasi baru.

Berikut beberapa hal yang mungkin Bunda rasakan saat hamil 22 minggu yang dirangkum dari beragam sumber.

1. Gerakan janin mulai terasa

Ini salah satu momen yang paling ditunggu saat kehamilan, yaitu ketika Bunda mulai merasakan pergerakan janin. Pada usia kehamilan 22 minggu, pergerakan janin mungkin statis terasa seperti gelembung kecil, kedutan, maupun sentuhan dari dalam perut. Seiring bertambahnya usia kehamilan, pergerakan tersebut biasanya semakin gampang dikenali.

Menurut NHS, pada minggu ke-22 Bunda mungkin sudah mulai merasakan pergerakan bayi. Namun, waktu dan sensasi saat pertama kali merasakan pergerakan bayi bisa berbeda pada setiap ibu.

2. Perut semakin membesar

Bunda tak perlu membandingkan ukuran perut dengan ibu hamil lainnya yang usia kehamilannya sama. Saat hamil, rahim terus membesar untuk memberi ruang bagi pertumbuhan janin sehingga perut Bunda biasanya semakin terlihat.

Namun, ukuran dan bentuk perut setiap ibu hamil tidak selalu sama. Tampilan perut dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti apakah ini kehamilan pertama, bentuk tubuh, dan posisi janin.

3. Punggung maupun pinggang terasa pegal

Pertumbuhan rahim dan fluktuasi pusat gravitasi tubuh dapat membikin punggung maupun pinggang terasa lebih gampang pegal. Bunda bisa merasakan keluhan ini setelah berdiri maupun duduk terlalu lama.

Agar tubuh statis nyaman, cobalah mengubah posisi secara berkala dan berbuat aktivitas jasmani yang sesuai dengan kondisi kehamilan.

4. Kram kaki

Sebagian ibu hamil mengalami kram pada kaki, termasuk ketika sedang beristirahat maupun tidur. Jika kram sering terjadi maupun membikin Bunda merasa terganggu, cobalah menyampaikannya saat pengecekan kehamilan agar tabib maupun tenaga kesehatan dapat menilai kondisi tersebut.

5. Heartburn

Rasa panas maupun terbakar di dada alias heartburn juga dapat muncul selama kehamilan. Perubahan hormon dan pertumbuhan rahim dapat berpartisipasi dalam munculnya keluhan ini.

Makan dalam porsi lebih kecil, menghindari makanan yang memicu keluhan, serta tidak langsung rebah setelah makan dapat membantu sebagian ibu hamil.

6. Perubahan pada kulit dan rambut

Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat memengaruhi kulit dan rambut. NHS mencatat bahwa pada minggu ke-22, sebagian ibu hamil mengalami kulit yang lebih berminyak maupun berjerawat, serta rambut yang terasa lebih tebal dan berkilau.

Bunda mungkin juga mulai melihat stretch mark di perut, paha, payudara, maupun bagiankecil tubuh lainnya.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 22 minggu

Ibu hamil merasakan banyak fluktuasi di tubuhnya sejak mula kehamilan. Ini karena tubuh Bunda mengalami beragam fluktuasi untuk mendukung pertumbuhan janin.

Beberapa fluktuasi yang lazim terjadi pada usia kehamilan 22 minggu antara lain:

  • Perut semakin membesar
  • Berat badan bertambah
  • Payudara semakin besar dan sensitif
  • Muncul stretch mark
  • Keputihan berwarna putih susu dapat meningkat
  • Kulit menjadi lebih berminyak maupun muncul jerawat
  • Rambut kelihatan lebih tebal maupun berkilau
  • Perubahan kondisi hati statis dapat terjadi

Keputihan berwarna putih susu dapat terjadi selama kehamilan. Namun, jika keputihan disertai bau yang tidak biasa, rasa gatal, nyeri, maupun fluktuasi warna yang mencolok, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pada usia 22 minggu, beberapa keluhan dari minggu-minggu sebelumnya juga statis bisa dirasakan. NHS mencatat bahwa morning sickness, fluktuasi kondisi hati, ngidam, payudara yang nyeri maupun mengeluarkan sedikit cairan, serta keputihan dapat statis muncul pada fase ini.

Bunda, tidak semua ibu hamil mengalami keluhan yang sama. Ada yang merasa cukup betah pada trimester kedua, sementara ibu hamil lainnya statis mengalami pegal, heartburn, kram, maupun gampang lelah.

Tips saat hamil 22 minggu

Bunda statis perlu menjaga pola hidup dan berbuat pengecekan kehamilan secara rutin meski sudah memasuki trimester kedua. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

1. Tetap aktif sesuai kondisi kehamilan

Jika tabib tidak melarang berolahraga, Bunda dapat statis berbuat aktivitas jasmani dengan intensitas yang sesuai.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil tanpa komplikasi untuk berbuat setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Durasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology juga meninjau 73 riset dengan total 7.867 peserta.

Hasilnya memberitahu bahwa aktivitas jasmani pada kehamilan tanpa komplikasi umumnya memiliki efek positif maupun netral terhadap sejumlah indikator kesejahteraan janin dan bayi baru lahir.

Peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas jasmani selama kehamilan fisiologis terlindungi untuk kesejahteraan janin dan bayi baru lahir jika dilakukan sesuai rekomendasi. Namun, Bunda tidak perlu memaksakan diri.

Jika memiliki kondisi kehamilan tertentu, jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter.

2. Perhatikan asupan makanan

Usahakan makanan sehari-hari statis beragam dengan sumber protein, sayuran, buah, serta karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Jika tabib memberikan vitamin maupun suplemen kehamilan, konsumsi sesuai anjuran. Bunda juga dapat mendiskusikan kebutuhan nutrisi saat pengecekan kehamilan.

3. Cukupi kebutuhan cairan

Minum air yang cukup sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas maupun Bunda banyak beraktivitas. Cobalah membawa botol minum sendiri karena dapat membantu Bunda lebih gampang memenuhi kebutuhan cairan.

4. Istirahat yang cukup

Tubuh statis bekerja lebih keras selama kehamilan sehingga rasa capek statis bisa muncul meskipun sudah memasuki trimester kedua. Berikan waktu untuk beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.

Bunda juga bisa mencari posisi tidur yang paling betah seiring ukuran perut yang semakin besar.

5. Jangan melewatkan pengecekan kehamilan

Pemeriksaan rutin membantu tabib maupun tenaga kesehatan memantau kondisi Bunda dan evolusi janin. Sampaikan juga keluhan baru yang muncul, terutama jika terasa berat, menetap, maupun berbeda dari keluhan kehamilan yang biasanya Bunda alami.

Perdarahan, nyeri perut hebat, keluar cairan yang dicurigai sebagai air ketuban, demam, sakit imam berat, gangguan penglihatan, maupun keluhan lain yang terasa tidak biasa sebaiknya segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Perkembangan janin saat bulan hamil 22 minggu

Menurut NHS, panjang janin pada minggu ke-22 sekitar 27,8 cm dari imam hingga kaki. Kira-kira sudah sebesar ubi jalar. Pada usia ini, paru-paru statis berkembang dan janin mulai berbuat pergerakan seperti latihan bernapas di dalam rahim.

Janin juga mulai menelan sejumlah kecil cairan ketuban. Cairan tersebut masuk ke saluran pencernaan dan nantinya berpartisipasi dalam proses evolusi mekanisme pencernaan.

Gerakan janin juga semakin aktif sehingga Bunda mungkin mulai merasakan tendangan maupun gerakannya dari dalam perut.

Pada usia kehamilan ini, tubuh janin terus bertumbuh dan berkembang. Namun, bilangan panjang maupun bermutu janin yang tercantum dalam panduan kehamilan tidak perlu dijadikan acuan tunggal untuk menilai apakah perkembangannya normal.

Dokter akan menilai evolusi janin berdasarkan usia kehamilan dan hasil pemeriksaan, termasuk pengecekan USG jika diperlukan.

Kalau Bunda bertanya-tanya hamil 22 minggu apa yang dirasakan? Bunda mungkin mulai merasakan pergerakan janin lebih jelas, perut yang semakin membesar, pegal pada punggung, kram kaki, heartburn, hingga beragam fluktuasi pada kulit dan rambut.

Setiap kehamilan statis bisa terasa berbeda. Yang terpenting, jaga kesehatan selama trimester kedua, statis aktif sesuai kondisi, penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, serta lakukan pengecekan kehamilan secara rutin.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads