Jakarta -
Meski tak banyak terjadi, kehamilan bisa terjadi lagi saat seorang wanita sedang mengandung yang dinamakan superfetation. Bunda, kenali indikasi superfetation, mengandung lagi saat ibu sedang berbadan dua.
Superfetation memang menjadi kejadian langka ialah kondisi saat kehamilan kedua terjadi berbarengan dengan kehamilan yang sudah ada. Kondisi seperti ini memang jarang terjadi pada manusia dan jauh lebih sering diamati pada hewan.
Ya, superfetation memang umum terjadi pada jenis hewan seperti ikan, kelinci, dan luwak. Sementara itu, pada manusia memang tetap dianggap sangat jarang. Pada manusia, sebagian besar kasus terjadi pada wanita yang menjalani perawatan IVF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal apa itu superfetation
Proses superfetation sebenarnya sama halnya dengan proses kehamilan pada umumnya. Pada manusia, kehamilan terjadi ketika sel telur dibuahi seperma. Kemudian sel telur yang dibuahi tersebut menanamkan dirinya di rahim. Agar superfetation terjadi, sel telur lain yang sama sekali berbeda perlu dibuahi dan kemudian ditanamkan secara terpisah di rahim.
Superfetation merupakan kejadian yang sangat langka. Kondisi ini terjadi ketika sel telur dibuahi, dan embrio yang dihasilkan menempel selama kehamilan yang sedang berlangsung, kata Sasha Andrews, MD, seorang seorang ahli kedokteran maternal-fetal bersertifikat di Pediatrix Medical Group di Denver.
Dalam kebanyakan kasus superfetation, terdapat perbedaan usia kehamilan embrio selama dua hingga empat minggu, seperti dikutip dari laman The Bump.
Superfetation vs mengandung kembar
Kehamilan superfetation berbeda dengan kehamilan kembar lantaran waktu pembuahan. Pada kehamilan kembar, kedua sel telur dibuahi pada waktu yang bersamaan, sedangkan pada superfetation, terdapat kedua sel telur dibuahi pada waktu yang bersamaan, baik dari sel telur yang dibuahi yang membelah (kembar identik) alias dari dua sel telur yang dibuahi sekaligus (kembar fraternal).”
Kenali indikasi hamil superfetation
Mengingat superfetation sangat jarang terjadi, tidak ada indikasi spesifik yang mengenai dengan kondisi ini. Superfetation dapat dicurigai ketika master memperhatikan bahwa janin kembar tumbuh dengan kecepatan yang berbeda di dalam rahim. Selama pemeriksaan USG, master bakal memandang bahwa kedua janin mempunyai ukuran yang berbeda. Ini disebut diskordansi pertumbuhan seperti dikutip dari laman Healthline.
Namun, master mungkin tidak bakal mendiagnosis seorang wanita dengan superfetation setelah memandang bahwa bayi kembar tersebut berbeda ukuran. Hal ini lantaran ada beberapa penjelasan yang lebih umum untuk diskordansi pertumbuhan. Salah satu contohnya adalah ketika plasenta tidak bisa menopang kedua janin secara memadai (insufisiensi plasenta).
Risiko komplikasi dari kehamilan superfetation
Mengalami kehamilan superfetation memang tidak berfaedah bebas akibat ya, Bunda. Salah satunya, ada komplikasi terpenting yang mungkin dialami dari superfetation ini ialah bahwa bayi-bayi tersebut bakal tumbuh pada tahap yang berbeda selama kehamilan.
Ketika satu bayi siap untuk dilahirkan, janin lainnya mungkin belum siap. Bayi yang lebih muda bakal berisiko lahir prematur. Sementara, kehamilan prematur dapat meningkatkan akibat bayi mengalami masalah medis seperti kesulitan bernapas, berat badan lahir rendah, masalah aktivitas dan koordinasi, kesulitan menyusui, perdarahan otak, dan lainnya.
Selain itu, wanita yang mengandung lebih dari satu bayi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi tertentu termasuk tekanan hipertensi dan protein dalam urine, glukosuria gestasional, dan lainnya. Dalam perihal ini, bayi mungkin perlu dilahirkan melalui operasi caesar yang mana penyelenggaraan operasi tersebut bisa berjuntai pada perbedaan perkembangan kedua bayi.
Cara pencegahan superfetation
Kondisi superfetation sedianya bisa dicegah dengan tidak melakukan hubungan intim setelah hamil. Namun, superfetation memang sangat jarang terjadi sehingga sangat mini kemungkinannya seseorang bakal mengandung untuk kedua kalinya jika melakukan hubungan intim setelah hamil.
Dari sedikit kasus superfetation potensial yang dilaporkan dalam literatur medis, sebagian besar terjadi pada wanita di bawah usia kehamilan tertentu. Pastikan untuk menjalani tes guna memastikan Bunda tidak mengandung sebelum menjalani perawatan ini. Dan, ikuti semua prosedur serta rekomendasi master jika menjalani IVF, termasuk periode pantang tertentu.
Itulah serba serbi mengenai superfetation ya, Bunda. Meski menjadi kasus yang jarang terjadi, akibat tersebut tetap perlu diwaspadai selama kehamilan. Semoga informasinya membantu, ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·