Jakarta -
Bunda merasa ASI yang keluar dari salah satu tetek lebih sedikit saat menyusui alias memompa? Jangan buru-buru khawatir. Kondisi ketika ASI seret di salah satu tetek rupanya cukup umum terjadi pada ibu menyusui.
Kondisi ini kerap disebut sebagai slacker boob alias lazy boob, ialah salah satu tetek memproduksi ASI lebih sedikit dibandingkan sisi lainnya. Lantas, apa penyebab ASI seret di salah satu payudara? Apakah kondisi ini bisa diatasi? Simak penjelasannya berikut, Bunda.
Apakah normal jika ASI seret di salah satu payudara?
Produksi ASI yang berbeda antara tetek kanan dan kiri merupakan perihal yang umum. Setelah beberapa minggu pertama, produksi ASI dikendalikan secara lokal di masing-masing payudara. Karena itu, kedua tetek memang dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang berbeda.
Sebagai contoh, satu tetek mungkin dapat menghasilkan sekitar 4 ons ASI dalam satu sesi memompa, sedangkan sisi lainnya hanya menghasilkan 1–2 ons.
Perbedaan ini tidak selalu berfaedah ada masalah dengan proses menyusui. Dalam beberapa kondisi, salah satu tetek memang mempunyai lebih banyak saluran ASI yang berfaedah dibandingkan tetek lainnya.
Jadi, jika Bunda mengalami ASI seret di salah satu payudara, kondisi tersebut belum tentu menandakan produksi ASI secara keseluruhan rendah.
Penyebab ASI seret di salah satu payudara
Mengutip laman Exclusivepumping, ada beberapa perihal yang dapat membikin produksi ASI dari satu tetek lebih sedikit dibandingkan sisi lainnya.
1. Perbedaan jumlah ASI
Setiap tetek dapat mempunyai kondisi anatomi yang berbeda. Salah satu tetek mungkin mempunyai lebih banyak saluran ASI yang berfaedah dibandingkan sisi lainnya.
Hal tersebut dapat membikin keahlian kedua tetek dalam menghasilkan alias mengeluarkan ASI tidak sama.
2. Posisi menyusui Si Kecil
Preferensi bayi saat menyusu juga dapat memengaruhi produksi ASI. Jika Si Kecil lebih sering menyusu di salah satu payudara, sisi tersebut bakal mendapatkan lebih banyak stimulasi.
Seiring waktu, produksi ASI pada tetek yang lebih sering digunakan dapat meningkat dibandingkan sisi lainnya yang jarang digunakan.
3. Lebih sering memompa salah satu sisi
Kemudian yang ketiga penyebab ASI seret disalah satu tetek lantaran Bunda lebih sering melakukan kompresi tetek alias memompa hanya pada salah satu sisi.
Payudara yang mendapatkan lebih banyak stimulasi dapat menghasilkan lebih banyak ASI dibandingkan sisi yang jarang mendapatkan stimulasi.
Bisakah ASI seret di salah satu tetek ditingkatkan?
ASI diproduksi berasas prinsip dasar supply and demand (penawaran dan permintaan). Semakin sering dan bersih suatu tetek dikosongkan, semakin kuat sinyal bagi tubuh untuk memproduksi ASI di sisi tersebut.
Karena itu, Bunda perlu memberikan lebih banyak rangsangan pada tetek yang produksinya rendah, yang berfaedah memompanya lebih sering. Pompa tambahan dapat memicu lebih banyak produksi ASI, sehingga lebih banyak ASI dikeluarkan dari tetek tersebut. Hal ini kemudian dapat membikin tubuh memproduksi lebih banyak ASI pada tetek tersebut.
Kunci utama menyeimbangkan produksi ASI adalah mempertahankan ritme pemompaan di sisi yang lancar, sembari meningkatkan stimulasi pada sisi yang kurang.
Cara mengatasi ASI seret di salah satu payudara
Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba untuk memberikan stimulasi lebih banyak pada tetek yang menghasilkan ASI lebih sedikit.
1. Tambahkan lama pompa ekstra pada sisi tetek yang seret
Setelah selesai memompa kedua tetek sesuai lama rutin, ubah mode menjadi single pump unik pada tetek yang hasilnya sedikit. Pompa kembali selama 5–10 menit alias hingga let-down reflex berikutnya terjadi. Pastikan Bunda menutup alias memasang penampung ASI (milk catcher) pada sisi yang lancar agar ASI tidak terbuang saat refleks pengeluaran ASI terjadi.
2. Lakukan sebagian besar kompresi tetek pada sisi yang menghasilkan lebih sedikit ASI
Jika Bunda tidak mau menambah lama alias gelombang memompa, Bunda bisa berfokus untuk mengeluarkan lebih banyak ASI dari tetek yang produksinya rendah selama sesi pompa yang sudah dilakukan. Kompresi tetek dapat menjadi salah satu langkah untuk melakukannya.
Saat melakukan kompresi payudara, pijat sisi yang produksinya lebih rendah sembari memompa. Gerakkan tangan di sekitar tetek sembari memberikan tekanan untuk membantu mengeluarkan sebanyak mungkin ASI dari saluran ASI.
Beristirahatlah setiap beberapa menit agar tangan tidak lelah, kemudian lanjutkan kembali. Cara ini bakal lebih mudah dilakukan dengan bra pompa hands-free.
3. Tambahkan satu sesi memompa unik untuk tetek yang produksinya rendah
Bunda juga dapat mencoba menambahkan satu sesi memompa per hari yang hanya dilakukan pada tetek dengan produksi ASI lebih rendah. Caranya, pompa hanya tetek tersebut selama 10–15 menit.
Bunda mungkin mau menggunakan penampung ASI alias breast pad pada tetek lainnya untuk mencegah kebocoran. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ASI dapat mengalami let-down pada kedua sisi secara bersamaan. Pada sesi memompa berikutnya, Bunda dapat kembali memompa kedua tetek seperti biasa.
4. Lakukan power pumping pada tetek yang produksinya rendah
Power pumping merupakan upaya untuk meniru pola menyusu berulang alias cluster feeding. Cluster feeding adalah kondisi ketika bayi menyusu secara berulang dengan jarak singkat untuk mendapatkan lebih banyak ASI. Pola tersebut dapat membantu meningkatkan produksi ASI lantaran adanya peningkatan permintaan.
Untuk melakukan power pumping, pompa ASI secara bergantian selama sekitar satu jam. Umumnya dilakukan dengan pola 20 menit memompa, 10 menit berhenti, 10 menit memompa, 10 menit berhenti, dan seterusnya. Namun, lama setiap interval sebenarnya tidak terlalu menentukan.
Begitulah penyebab dan langkah mengatasi ASI seret di salah satu tetek ya, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)