Jakarta -
Asma menjadi salah satu penyakit pernapasan yang cukup sering dialami ibu hamil. Kondisi ini terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan penyempitan sehingga membikin penderitanya susah bernapas.
Saat hamil, perubahan hormon dan kondisi tubuh dapat membikin indikasi asma menjadi lebih sering kambuh alias justru membaik pada sebagian ibu. Banyak ibu mengandung cemas bahwa asma alias obat yang dikonsumsi dapat memengaruhi kesehatan janin.
Karena itu, krusial bagi ibu mengandung untuk memahami penyebab, gejala, hingga langkah mengendalikan asma selama kehamilan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya, Bun!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah asma pada ibu mengandung normal terjadi?
Asma termasuk kondisi yang cukup umum terjadi pada ibu hamil. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, sekitar 3 hingga 8 persen ibu mengandung mengalami asma selama kehamilan.
Sebagian besar ibu mengandung dengan asma tetap bisa menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula. Namun, perubahan hormon dan kondisi tubuh selama kehamilan dapat membikin indikasi asma berubah-ubah.
Sekitar sepertiga ibu mengandung mengalami perbaikan gejala, sepertiga lainnya tetap sama, dan sisanya justru mengalami indikasi yang memburuk selama kehamilan.
Penyebab asma pada kehamilan
Kehamilan sebenarnya tidak menyebabkan asma secara langsung. Namun, perubahan bentuk dan hormon selama mengandung dapat memengaruhi sistem pernapasan sehingga memicu kambuhnya asma.
Beberapa penyebab dan pemicunya antara lain:
- Perubahan hormon kehamilan
- Rahim yang membesar sehingga menekan diafragma
- Refluks masam lambung alias GERD
- Paparan debu, asap rokok, bulu hewan, dan serbuk sari
- Infeksi saluran pernapasan
- Stres dan kelelahan
- Alergi yang kambuh selama kehamilan
Refluks masam lambung yang lebih sering terjadi saat mengandung juga dapat memperburuk indikasi asma.
Ciri alias indikasi asma pada kehamilan
Gejala asma pada ibu mengandung umumnya sama seperti asma pada kondisi biasa. Tingkat keparahannya saja yang dapat berubah selama kehamilan.
Beberapa indikasi yang sering muncul meliputi:
- Sesak napas
- Napas bersuara mengi
- Batuk terutama saat malam hari
- Dada terasa sesak alias berat
- Muda capek saat beraktivitas
- Napas pendek saat bergerak
Ibu mengandung juga bisa mengalami sesak napas akibat perubahan tubuh. Namun jika disertai mengi, batuk, dan dada sesak, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai tanda asma.
Cara mengendalikan asma pada kehamilan
Mengendalikan asma selama kehamilan sangat krusial untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Mengutip laman National Health Service (NHS), berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Tetap menggunakan obat asma sesuai rekomendasi dokter
Sebagian besar obat asma kondusif digunakan selama kehamilan. Ibu mengandung tidak disarankan menghentikan obat tanpa konsultasi master lantaran dapat memperburuk gejala.
2. Hindari pemicu asma
Usahakan menjauhi asap rokok, debu, bulu hewan, minyak wangi menyengat, hingga udara dingin yang dapat memicu kambuhnya asma.
3. Rutin kontrol ke dokter
Dokter biasanya bakal memantau kondisi paru-paru dan perkembangan janin secara berkala agar asma tetap terkendali.
4. Jaga pola makan sehat
Konsumsi makanan bergizi dan cukup cairan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama hamil.
5. Tetap aktif berolahraga ringan
Olahraga ringan seperti jalan kaki alias yoga ibu mengandung dapat membantu menjaga kegunaan paru-paru tetap baik. Namun, konsultasikan dulu dengan master jika olahraga memicu sesak napas.
6. Lakukan vaksinasi flu
Mengutip dari American Lung Association, vaksin flu kondusif untuk ibu mengandung dan krusial dilakukan lantaran flu bisa menjadi pemicu asma kambuh.
Tips menjaga dan merawat janin jika ibu mengandung alami asma
Berikut beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk merawat janin jika Bunda mengalami asma.
1. Pastikan asma tetap terkontrol
Asma yang terkendali tetap membantu menjaga suplai oksigen untuk janin tetap optimal.
2. Minum obat sesuai resep dokter
Jangan berakhir mengonsumsi obat secara tiba-tiba tanpa pengarahan dokter.
3. Perhatikan aktivitas janin
Segera periksa jika aktivitas janin berkurang alias terasa tidak biasa.
4. Cukupi waktu istirahat
Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh Bunda lebih rileks dan mengurangi akibat kambuhnya asma.
5. Konsumsi makanan bergizi
Perbanyak makanan kaya vitamin, protein, dan unsur besi untuk mendukung tumbuh kembang janin.
Cara mencegah asma pada ibu hamil
Di bawah ini beberapa langkah untuk mencegah asma pada ibu hamil.
- Hindari diri dari debu, asap, dan pemicu alergi lainnya
- Gunakan inhaler sesuai patokan agar pengobatan efektif
- Kelola stress dengan baik, lantaran stres dapat memicu sesak napas pada sebagian penderita asma
- Rutin membersihkan rumah untuk mengurangi paparan debu dan tungau
- Tidur dengan posisi yang nyaman
- Lakukan pemeriksaan kehamilan dengan rutin
Risiko asma pada kehamilan
Jika tidak terkontrol, asma dapat meningkatkan akibat komplikasi kehamilan. Beberapa akibat yang dapat terjadi antara lain:
- Bayi lahir prematur
- Berat badan lahir rendah
- Pertumbuhan janin terhambat
- Preeklamsia
- Risiko persalinan caesar meningkat
Meski begitu, akibat ini umumnya lebih sering terjadi pada ibu dengan asma yang tidak terkontrol.
Apakah ibu mengandung yang mempunyai asma bisa melahirkan normal alias pervaginam?
Sebagian besar ibu mengandung dengan asma tetap bisa melahirkan normal alias pervaginam. Melansir dari Oxford University Hospitals, asma biasanya tidak memengaruhi pemilihan metode persalinan jika kondisinya terkontrol dengan baik.
Serangan asma saat persalinan juga tergolong jarang terjadi. Ibu tetap dapat menggunakan inhaler sesuai rekomendasi master selama proses persalinan.
Mengapa asma bisa memburuk selama kehamilan?
Asma dapat memburuk selama kehamilan lantaran adanya perubahan hormon, peningkatan ukuran rahim, hingga naiknya masam lambung dapat membikin pernapasan terasa lebih berat selama hamil.
Sekitar 40 persen ibu mengandung mengalami indikasi asma yang memburuk, terutama pada trimester akhir kehamilan.
Kenapa saat mengandung asma sering kambuh?
Asma saat mengandung bisa lebih sering kambuh lantaran tubuh menjadi lebih sensitif terhadap pemicu tertentu. Selain itu, sistem pernapasan ibu mengandung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan janin.
Faktor seperti kelelahan, stres, infeksi, cuaca dingin, dan alergi juga dapat memicu kambuhnya asma selama kehamilan.
Apa obat asma yang kondusif dikonsumsi ibu hamil?
Sebagian besar obat asma dinilai kondusif digunakan selama kehamilan jika sesuai dengan resep dokter. Berikut beberapa obat yang umum digunakan:
- Inhaler pelega (reliever inhaler)
- Inhaler pencegah (preventer inhaler)
- Obat steroid tertentu
- Theophylline sesuai pengawasan dokter
Sementara itu, Albuterol juga disebut sebagai salah satu obat asma yang cukup kondusif digunakan ibu hamil.
Apakah ibu mengandung boleh menggunakan nebulizer untuk atasi asma?
Ibu mengandung umumnya boleh menggunakan nebulizer sesuai rekomendasi dokter. Nebulizer membantu mengubah obat cair menjadi uap sehingga lebih mudah dihirup saat sesak napas terjadi.
Jika serangan asma terjadi selama kehamilan, master bakal memberikan pengobatan yang kondusif untuk ibu dan janin. Karena itu, jangan ragu untuk mencari support medis jika sesak napas terasa berat alias memburuk ya, Bun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·