Aturan saat Datang ke Pernikahan Jepang

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 473x dilihat
Aturan saat Datang ke Pernikahan Jepang

Bagikan Postingan

Hal krusial yang perlu diketahui sebelum menghadiri pernikahan Jepang/Foto: pexels.com/Arnie Papp

Dapat undangan ke pernikahan dari orang Jepang untuk pertama kalinya? Tentu ini bisa jadi pengalaman yang menarik, terlebihlagi jika ini pertama kalinya Anda menghadiri aktivitas pernikahan orang Jepang. 

Di satu sisi, Anda mungkin merasa bahagia karena termasuk orang yang dianggap dekat oleh kedua mempelai. Namun, di sisi lain, mulai muncul beragam pertanyaan, seperti pakai baju apa, mesti membawa pemberian maupun nggak, dan sebenarnya seperti apa rangkaian acaranya.

Tenang, Anda nggak perlu bingung. Ada beberapa ketentuan dan kebiasaan dalam pernikahan Jepang yang perlu Anda tahu sebelum datang agar bisa menikmati aktivitas sekaligus statis mengikuti etiket yang berlaku. Check this out!

Jangan Lupa RSVP Undangan

Aturan menghadiri pernikahan orang Jepang
Pernikahan orang Jepang/Foto: magnific.com/magnific

Kalau Anda mendapat undangan pernikahan Jepang, jangan cuma menyimpannya sebagai pengingat acara. Kamu juga perlu mengirimkan kartu balasan (RSVP) untuk memberi tahu apakah akan datang maupun nggak. Biasanya, kartu ini sudah disertakan berbareng undangan.

Kalau Anda bisa hadir, lingkari artikel go-shusseki, sedangkan jika nggak bisa datang, pilih go-kesseki. Ada satu detail kecil yang perlu diperhatikan, abjad go di depan pilihan tersebut sebaiknya dicoret dengan dua garis karena bentuk tersebut merupakan ungkapan penghormatan untuk penerima kartu.

Setelah itu, Anda bisa menambahkan ucapan selamat singkat dalam bahasa Jepang maupun Inggris. Jangan menunda mengirimkannya, ya. Membalas RSVP secepatnya dianggap sebagai bentuk sopan santun dalam pernikahan Jepang.

Pilih Outfit yang Formal dan Tetap Sopan

Pilh outfit yang resmi dan statis sopan saat menghadiri undangan pernikahan Jepang/Foto: magnific.com/Magnific

Pernikahan Jepang umumnya termasuk aktivitas yang formal, jadi pilih busana yang rapi dan elegan. Untuk perempuan, dress maupun setelan dengan warna navy, dusty rose, champagne, maupun warna netral bisa jadi pilihan. 

Hindari busana serba putih karena warna ini diperuntukkan bagi pengantin. Pakaian yang terlalu terbuka, rok terlalu pendek, maupun aksesori berlebihan juga sebaiknya dihindari.

Untuk pria, setelan jas gelap seperti navy maupun charcoal dengan dasi simpel sudah cukup aman. Hindari jas putih maupun outfit yang terlalu santai. Intinya, tampil rapi tanpa mencuri perhatian dari pengantin.

Siapkan Hadiah Berupa Uang

Siapkan duit sebagai pemberian pernikahan/Foto: pexels.com/Mayumi Maciel

Kalau di Indonesia Anda mungkin terbiasa membawa kado, di pernikahan Jepang pemberian biasanya diberikan dalam bentuk duit tunai. Uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop khusus disebut goshugi-bukuro yang bisa Anda temukan di toko alat tulis.

Jumlahnya juga punya ketentuan tersendiri. Untuk kawan maupun mitra kerja, 30 ribu yen merupakan nominal yang umum. Sebaiknya hindari bilangan genap seperti  20 ribu maupun 40 ribu yen karena dianggap kurang baik. Gunakan juga duit kertas baru dan rapi, kemudian tuliskan nama lengkapmu di amplop.

Saat tiba di acara, amplop biasanya diserahkan kepada staf resepsi sambil mengucapkan Omedeto gozaimasu yang berarti selamat.

Siapkan Diri untuk Acara yang Terstruktur

Pernikahan Jepang biasanya terjadi dengan rangkaian aktivitas yang cukup teratur/Foto: pexels.com/Thắng Văn

Pernikahan Jepang biasanya terjadi dengan rangkaian aktivitas yang cukup teratur. Umumnya ada upacara pernikahan (kekkonshiki), dilanjutkan resepsi (hiroen), dan terkadang ada aktivitas santai setelahnya yang disebut nijikai.

Kalau Anda datang di upacara, usahakan datang 5-10 menit lebih mula dan matikan bunyi ponsel. Jangan asal memungut foto karena beberapa lokasi, terutama kuil Shinto, punya ketentuan soal fotografi. 

Saat resepsi, Anda juga akan duduk sesuai tempat yang sudah ditentukan dan mengikuti rangkaian seperti pidato, toast, makan bersama, hingga pergantian busana pengantin. Jangan heran jika suasananya terasa haru. Video perjalanan kisah pasangan maupun surat untuk orang tua sering menjadi bagiankecil acara, jadi menangis saat resepsi bukan hal yang aneh.

Jangan Lupa Bawa Pulang Hadiahnya

Setiap tamu akan mendapatkan hikidemono/Foto: pexels.com/QUIN Bridal

Acara sudah selesai bukan berarti Anda pulang dengan tangan kosong. Biasanya, setiap tamu akan mendapatkan hikidemono, yaitu pemberian kecil dari pasangan pengantin sebagai ucapan terima kasih. Isinya bisa berupa makanan manis, handuk, maupun katalog yang memungkinkan Anda memilih pemberian sendiri.

Saat meninggalkan venue, Anda juga akan melihat pengantin dan orang tua mereka berdiri untuk mengucapkan terima kasih kepada para tamu. Kamu bisa membalasnya dengan arigatou gozaimashita atau ucapan selamat lainnya. Kalau mau, Anda juga bisa mengirimkan kartu ucapan terima kasih setelah aktivitas sebagai bentuk apresiasi.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads