Bacaan Dzikir Pagi Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah

Jul 31, 2026 04:21 AM - 1 hari yang lalu 60

Jamaah membaca Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Kincai Media, Jakarta - Dzikir pagi merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam Alquran, beragam ayat mendorong agar umat Muslim melakukan ibadah yang pasangannya adalah dzikir di waktu petang ini.

Allah SWT berfiman:

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلً

Artinya: Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al Ahzab: 42).

Dalam buku Dzikir Pagi dan Petang dari Yayasan Cinta Sedekah dijelaskan, waktu yang paling utama dalam menjalankan dzikir pagi adalah pada awal hari, ialah dari subuh hingga terbit mentari (bukroh). Selain waktu itu, bisa juga dilakukan di waktu lenggang alias waktu yang bukan masuk kategori utama, ialah pada separuh malam terakhir hingga sebelum tergelincirnya mentari di waktu dzuhur.

Bacaan Dzikir Pagi yang Bisa Dibaca

Ta'awud (Dibaca 1 kali)

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Latin: A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari bujukan syaitan yang terkutuk." 

Ayat Kursi (Dibaca 1 kali) 

 اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta’khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi’idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul ‘adhiim.

“Allah, tidak ada ilah (yang berkuasa disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari pengetahuan Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) 

sumber : Pusat Data Republika

Selengkapnya