Dalil Khatib Sholat Jumat tak Mengangkat Tangan saat Berdoa

Jul 31, 2026 05:00 AM - 1 hari yang lalu 62

Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify menyampaikan khutbah jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kincai Media, Jakarta - Ketika sedang mendengarkan khutbah Jumat, bisa jadi kita pernah memandang khatib ketika bermohon tidak mengangkat dan menengadahkan kedua telapak tangannya. Melainkan, sang khatib mengangkat satu tangannya lampau menunjuk ke udara.

Dalam perihal ini, Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru, mengutip hadits Nabi tentang khatib yang bermohon saat khutbah dan menunjuk jari telunjuknya ke udara, bukan menengadahkan kedua telapak tangannya.

عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ قَالَ رَأَى بِشْرَ بْنَ مَرْوَانَ عَلَى الْمِنْبَرِ رَافِعًا يَدَيْهِ فَقَالَ قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا. وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ.

Dari Hushain (bin ’Abdirrahman) dari ‘Umaarah bin Ruaibah dia berbicara bahwasannya dia memandang Bisyr bin Marwan di atas mimbar dengan mengangkat kedua tangannya ketika bermohon (pada hari Jum’at). Maka ‘Umaarah pun berbicara : “Semoga Allah menjelekkan kedua tangan ini. Sungguh saya telah memandang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di atas minbar tidak menambahkan sesuatu lebih dari perihal seperti ini”. Maka dia mengisyaratkan dengan jari telunjuknya” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan,

مَا زَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menambah lebih dari itu dan beliau berisyarat dengan jari telunjuknya.” (HR An Nasai)

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Yang sesuai dengan aliran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah. Ini adalah pendapat Imam Malik, pendapat ustadz Syafi’iyah dan lainnya. Namun, sebagian salaf dan sebagian ustadz Malikiyah membolehkan mengangkat tangan saat do’a khutbah Jum’at lantaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu pernah mengangkat tangan kala itu saat berdo’a istisqo’ (minta hujan). Namun ustadz yang melarang perihal ini menyanggah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan saat itu lantaran ada suatu karena (yaitu unik pada do’a istisqo’).”

Selengkapnya