Banyak yang keliru, membersihkan saringan tudung saji stainless steel ternyata tak perlu disikat keras

Temukan Makanan Terbaik Jul 10, 2026 01:00 PM 22859
Banyak yang keliru, membersihkan saringan tudung saji stainless steel rupanya tak perlu disikat keras

cara membersihkan tudung saji | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Saringan tudung saji berbahan stainless steel memang membantu melindungi makanan dari lalat dan debu. Namun lantaran sering diletakkan di dekat area memasak alias dipakai menutup makanan yang tetap hangat, bagian jaringnya lama-kelamaan bisa dipenuhi lapisan minyak tipis yang bercampur debu.

Lapisan tersebut awalnya nyaris tidak terlihat. Semakin lama dibiarkan, minyak bakal mengering lampau berubah menjadi kerak lengket yang menempel di sela-sela jaring. Kondisi inilah yang sering membikin banyak orang langsung menyikatnya sekuat tenaga, padahal langkah tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik.

Kenapa Saringan Tudung Saji Bisa Berminyak dan Berkerak?

Kerak pada saringan tudung saji sebenarnya bukan berasal dari satu jenis kotoran saja.

Setiap kali menggoreng alias menumis, uap minyak bakal beterbangan dan menempel pada permukaan logam. Saat tudung saji dibiarkan di dapur, lapisan minyak tersebut kemudian bercampur dengan debu, asap, dan partikel makanan berukuran sangat kecil.

Seiring waktu, campuran ini bakal mengeras sehingga permukaan saringan terasa lengket, tampak kusam, apalagi kadang menimbulkan aroma minyak yang tengik.

Sebelum mulai membersihkannya, kenali dulu jenis noda yang paling sering menempel berikut ini.

Tabel Penyebab Kerak pada Saringan Tudung Saji

Jenis Kotoran Terbentuk karena Penanganan yang Disarankan
Lapisan minyak tipis Uap dari proses menggoreng alias menumis. Gunakan air hangat (sekitar 50–60°C) dan sabun cuci piring.
Debu berminyak Debu bercampur minyak yang mengering. Rendam terlebih dulu sebelum dibersihkan.
Kerak minyak lama Minyak yang menumpuk selama berminggu-minggu. Tambahkan baking soda alias sedikit masam sitrat (sitrun) jika diperlukan.
Bau tengik Sisa minyak yang lama menempel. Cuci hingga bersih lampau keringkan sempurna sebelum disimpan.
Permukaan kusam Lapisan lemak yang belum dibersihkan. Bersihkan secara rutin agar kerak tidak semakin tebal.

Setelah mengetahui penyebabnya, proses membersihkan saringan tidak perlu dilakukan dengan tenaga berlebihan. Yang lebih krusial adalah membantu melonggarkan lapisan minyak terlebih dulu agar lebih mudah terangkat.

Hack Membersihkan Saringan Tudung Saji

Trik ini lebih cocok diterapkan pada tudung saji berbahan stainless steel alias logam sejenis. Jika menggunakan tudung saji lipat berbahan jaring nilon alias polyester, gunakan air hangat saja dan hindari air yang terlalu panas agar serat jaring tidak berubah bentuk.

Bahan/alat

- Air hangat sekitar 50–60°C (cukup panas saat disentuh, tetapi bukan air mendidih)
- Sabun cuci piring
- 1–2 sdm baking soda (opsional jika kerak cukup tebal)
- Spons lembut alias sikat berbulu halus
- Lap kering

Langkah

1. Lepaskan bagian saringan jika kreasi tudung saji memungkinkan. Jika tidak bisa dilepas, letakkan tudung saji di dalam wadah yang cukup besar.
2. Campurkan air hangat dengan sabun cuci piring. Untuk kerak yang lebih tebal, tambahkan baking soda lampau kombinasi hingga larut.
3. Rendam bagian saringan selama sekitar 10–15 menit - agar lapisan minyak mulai melunak.
4. Gosok perlahan menggunakan spons alias sikat berbulu lembut mengikuti arah jaring. Hindari menyikat terlalu keras lantaran sambungan kawat bisa berubah bentuk.
5. Bilas menggunakan air bersih hingga tidak ada sisa sabun maupun baking soda.
6. Lap hingga kering alias angin-anginkan sebelum digunakan kembali agar tidak menyisakan kelembapan.

Kenapa Tidak Perlu Disikat Terlalu Keras?

Banyak yang mengira kerak hanya bisa lenyap jika digosok kuat-kuat. Padahal, lapisan yang menempel pada saringan sebagian besar terdiri dari lemak yang sudah mengering.

Air hangat membantu membikin minyak menjadi lebih encer, sedangkan sabun cuci piring bekerja mengikat lemak agar lebih mudah terangkat saat dibilas. Jika kerak sudah lebih lunak, spons alias sikat hanya berfaedah membantu melepaskan sisa kotoran, bukan mengikis permukaan logam.

Dengan langkah ini, akibat jaring penyok alias sambungan kawat lenggang juga bisa dikurangi.

Tips agar Tudung Saji Tidak Cepat Berminyak

Membersihkan tudung saji bakal lebih mudah jika kerak belum sempat menumpuk.

- Bersihkan permukaan saringan setidaknya seminggu sekali jika sering dipakai.
- Jangan menyimpan tudung saji dalam keadaan tetap basah.
- Jika terkena cipratan minyak saat memasak, segera lap setelah permukaannya dingin.
- Simpan di tempat yang kering agar tidak mudah muncul aroma tengik maupun jamur.

FAQ

1. Apakah baking soda wajib digunakan saat membersihkan saringan tudung saji?

Tidak wajib. Untuk noda minyak ringan, air hangat dan sabun cuci piring biasanya sudah cukup. Baking soda lebih membantu jika kerak minyak sudah menumpuk dan susah terangkat.

2. Bolehkah menggunakan air mendidih agar kerak lebih sigap hilang?

Sebaiknya tidak perlu. Air hangat sekitar 50–60°C umumnya sudah cukup membantu melunakkan lapisan minyak. Air mendidih berisiko membikin tangan terkena cipratan panas dan tidak memberikan perbedaan yang terlalu besar untuk kerak ringan.

3. Apakah saringan tudung saji stainless steel bisa dicuci dengan cuka?

Bisa, tetapi gunakan secukupnya dan jangan direndam terlalu lama. Cuka dapat membantu mengurangi aroma minyak dan meluruhkan noda ringan, lampau bilas hingga bersih setelah digunakan.

4. Kenapa saringan sigap berminyak meski jarang dipakai menutup makanan?

Uap minyak dari proses menggoreng alias menumis bisa menyebar ke beragam permukaan dapur, termasuk tudung saji yang berada di dekat kompor. Karena itu, lapisan minyak tetap dapat terbentuk meski tudung saji tidak digunakan setiap saat.

5. Seberapa sering saringan tudung saji perlu dibersihkan?

Jika digunakan nyaris setiap hari, pembersihan ringan seminggu sekali sudah cukup untuk mencegah kerak menumpuk. Dengan begitu, proses membersihkannya bakal jauh lebih mudah dibanding menunggu noda menjadi tebal dan lengket.

(brl/tin)

Selengkapnya