Benarkah Kipas Angin Gantung Bisa "Membunuh" Energi Positif? Ini Kata Feng Shui

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 7 menit 509x dilihat
Benarkah Kipas Angin Gantung Bisa "Membunuh" Energi Positif? Ini Kata Feng Shui

Bunda punya kipas angin gantung di bilik tidur? Benarkah bisa 'membunuh' daya positif di dalamnya? Mari simak penjelasan feng shui.

Kipas angin menjadi salah satu perangkat yang nyaris selalu dibutuhkan di negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Selain membantu mengurangi rasa gerah, kipas juga membikin sirkulasi udara di dalam ruangan terasa lebih nyaman.

Bagaimana jika kipas angin gantung alias kipas plafon justru dianggap dapat mengganggu daya positif di dalam rumah? Anggapan tersebut muncul lantaran corak kipas yang berputar terus-menerus serta posisi baling-baling yang berada di atas kepala.


Dalam feng shui, penataan barang di rumah memang dipercaya dapat memengaruhi aliran daya alias chi. Kamar tidur menjadi salah satu area yang mendapat perhatian unik lantaran merupakan tempat seseorang menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat.

Mengutip The Straits Times dan Healthline, berikut menurut feng shui soal kipas angin gantung di rumah.

Benarkah kipas angin gantung membunuh daya positif?

Menurut prinsip feng shui, aktivitas melingkar dari baling-baling kipas tidak serta-merta 'membunuh' daya positif di dalam rumah. Justru kipas plafon yang dipasang dengan tepat dapat membantu membikin qi alias daya kehidupan tetap bergerak dan bergerak di dalam ruangan.

Untuk itu, keberadaan kipas angin sebenarnya tidak perlu dianggap sebagai larangan dalam feng shui. Yang lebih krusial memperhatikan posisi, ketinggian, serta komponen tambahan pada kipas, terutama jika perangkat tersebut dipasang di bilik tidur.

Kipas yang tidak terlalu mencolok dan ditempatkan dengan baik apalagi dapat mendukung suasana ruangan lebih nyaman. Sebaliknya, pemasangan yang kurang tepat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni, baik secara bentuk maupun psikologis.

Jangan pasang terlalu rendah

Salah satu perihal yang perlu diperhatikan adalah ketinggian kipas dari lantai. Dalam perspektif feng shui, kipas plafon sebaiknya tidak dipasang terlalu rendah, terlebih jika posisinya tepat di atas tempat tidur.

Kipas yang berada terlalu dekat dengan kepala dapat menciptakan emosi tertekan alias tidak aman. Saat sedang berbaring, Bunda bisa saja tanpa sadar memikirkan baling-baling yang terus berputar di atas kepalanya.

Kondisi tersebut berpotensi membikin pikiran susah betul-betul rileks ketika hendak tidur. Dari sisi kenyamanan, posisi kipas yang terlalu rendah juga memang bukan pilihan ideal. Oleh karena itu, kipas sebaiknya dipasang cukup tinggi di plafon. Jika ukuran bilik memungkinkan, posisikan kipas sedikit bergeser dari area tepat di atas tempat tidur.

Hindari kipas di atas tempat tidur

Dalam feng shui bilik tidur, kasur dianggap sebagai komponen krusial lantaran menjadi letak utama untuk memulihkan daya tubuh. Oleh karena itu, sejumlah patokan feng shui menyarankan agar tempat tidur tidak berada tepat di bawah komponen plafon tertentu, termasuk kipas.

Jika tak memungkinkan memindahkan kipas, posisi tempat tidur dapat disesuaikan sehingga Bunda tidak tidur tepat di bawah baling-baling. Cara sederhana ini juga dapat membikin area tidur terasa lebih lapang dan tidak terlalu menekan secara visual.

Selain kipas, prinsip serupa biasanya diterapkan pada balok plafon, skylight, maupun kreasi plafon yang miring. Elemen-elemen tersebut sebaiknya tidak berada tepat di atas posisi kepala saat tidur.

Waspadai kipas yang dilengkapi lampu

Saat ini, banyak kipas plafon yang dilengkapi lampu. Fitur tersebut memang praktis lantaran satu perangkat dapat sekaligus berfaedah sebagai penerangan dan pendingin ruangan. Namun dalam penataan bilik tidur, penggunaan lampu pada kipas perlu diperhatikan.

Lampu yang berada tepat di atas kepala terkadang menghasilkan pencahayaan yang kurang nyaman. Cahayanya bisa terlalu redup untuk membaca, namun juga terasa terang ketika Bunda mau beristirahat. Silau dari lampu pun dapat mengganggu kenyamanan mata.

Jika menggunakan kipas dengan lampu, bukan berfaedah perangkat tersebut kudu langsung disingkirkan. Sebisa mungkin hindari menyalakan lampu ketika sedang beristirahat andaikan cahayanya terasa mengganggu. Pilih sumber penerangan lain yang lebih lembut dan sesuai kebutuhan kamar.

Feng shui yang tepat untuk bilik tidur

Berikut feng shui yang tepat untuk bilik tidur.

Atur posisi tempat tidur

Selain memperhatikan kipas, feng shui bilik tidur juga menekankan pentingnya posisi kasur. Salah satu konsep yang dikenal adalah commanding position, ialah posisi tempat tidur yang memungkinkan penunggu memandang pintu dari tempat berebahan tanpa berada tepat segaris dengan pintu.

Tempat tidur juga sebaiknya mempunyai sandaran kepala yang kokoh dan menempel pada tembok solid. Sebisa mungkin, hindari menempatkan kepala tempat tidur langsung di bawah jendela lantaran posisi tersebut dianggap kurang memberikan rasa stabil.

Pintu juga tidak dianjurkan berada tepat segaris dengan tempat tidur, terutama posisi ketika kaki mengarah langsung ke pintu. Dalam feng shui, susunan seperti ini sering disebut sebagai 'posisi peti mati' dan dianggap kurang baik.

Jangan biarkan kolong tempat tidur penuh barang

Kolong tempat tidur sering dijadikan tempat penyimpanan lantaran dianggap sebagai ruang kosong yang sayang jika tidak digunakan. Namun dalam feng shui, area tersebut sebaiknya dibiarkan bersih agar qi dapat mengalir dengan lebih bebas di sekitar tempat tidur.

Jika betul-betul memerlukan ruang penyimpanan tambahan, pilih peralatan yang berasosiasi dengan tidur, seperti seprai, selimut, alias bantal. Barang-barang tersebut dinilai lebih sesuai dengan kegunaan bilik tidur.

Sebaliknya, peralatan yang memberikan kesan kegiatan alias perjalanan sebaiknya tidak disimpan di bawah tempat tidur. Sepatu, koper, apalagi barang yang berangkaian dengan pekerjaan dapat membikin suasana bilik terasa kurang tenang.

Kurangi peralatan elektronik

Televisi, komputer, laptop, hingga ponsel menjadi barang yang disarankan untuk dikurangi dari bilik tidur. Dalam prinsip feng shui, perangkat elektronik dapat membikin daya bilik menjadi lebih aktif, padahal idealnya mempunyai suasana yang tenang.

Dari sisi kebiasaan sehari-hari, mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dapat membantu menciptakan rutinitas yang lebih relaks. Ponsel misalnya, bisa ditempatkan lebih jauh dari tempat tidur dan digantikan dengan jam sirine tradisional.

Dengan begitu, bilik dapat betul-betul difungsikan sebagai tempat beristirahat, bukan sebagai ruang kerja, hiburan, sekaligus tempat tidur.

Ciptakan tata ruang seimbang

Feng shui juga mengutamakan keseimbangan dalam penataan kamar. Salah satunya dapat dilakukan dengan memberikan ruang yang relatif sama di kedua sisi tempat tidur.

Dua nakas di sisi tempat tidur dapat menciptakan kesan simetris. Lampu di kedua sisi juga dapat membantu membikin komposisi ruangan terasa lebih seimbang.

Tidak kudu menggunakan peralatan yang betul-betul identik, tapi sebaiknya mempunyai ukuran alias tampilan yang saling melengkapi. Penataan semacam ini dipercaya dapat menciptakan daya yang lebih harmonis, terutama bagi pasangan yang menggunakan bilik tersebut bersama.

Tambahkan kembang segar secukupnya

Bunga segar dapat menjadi salah satu langkah mempercantik bilik sekaligus menghadirkan nuansa alami. Dalam feng shui, kembang dapat dipilih berasas jenis maupun makna yang dianggap sesuai dengan penunggu rumah.

Bunga yang sudah layu sebaiknya segera dibuang. Air di dalam vas juga perlu diganti secara rutin agar tetap bersih dan segar.

Untuk tanaman hijau, terdapat perbedaan pandangan di kalangan praktisi feng shui. Sebagian menganggap tanaman dapat membawa daya kehidupan yang baik, sementara sebagian lainnya menilai terlalu banyak tanaman justru membikin bilik terlalu aktif untuk beristirahat.

Untuk itu, jika mau membawa tanaman ke bilik tidur, cukup gunakan satu alias dua tanaman. Hindari membikin bilik menjadi terlalu penuh dengan tanaman sehingga tetap terasa lapang dan nyaman.

Hal yang sebaiknya dihindari dari bilik tidur

Selain posisi kipas, terdapat beberapa perihal lain yang dianggap dapat mengganggu keseimbangan daya bilik tidur. Misalnya saja cermin, sering kali disarankan tidak diletakkan tepat menghadap tempat tidur lantaran dianggap membikin daya bilik terlalu aktif dan dapat mengganggu ketenangan saat tidur.

Gambar alias hiasan yang berangkaian dengan unsur air juga termasuk perihal yang biasanya dihindari dalam bilik tidur. Jika mau menghadirkan unsur air, penempatannya dapat dialihkan ke area lain di rumah seperti bilik mandi.

Kamar juga sebaiknya tidak dipenuhi peralatan yang menumpuk. Buku boleh disimpan dalam jumlah terbatas, namun terlalu banyak kitab dapat membikin bilik terasa seperti ruang kerja.

Prinsip utamanya menjaga bilik tetap rapi, tenang, dan tidak terlalu penuh dengan stimulasi.

Pada akhirnya, feng shui menempatkan bilik tidur sebagai ruang yang semestinya mendukung ketenangan dan pemulihan. Jadi, kipas angin gantung tidak otomatis 'membunuh' daya positif hanya lantaran baling-balingnya berputar.

Yang lebih krusial adalah memastikan kipas terpasang tinggi, tidak tepat di atas tempat tidur, dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan