Beragam Tradisi Dan Mitos Kuno Makanan Ibu Hamil Di China, Termasuk Pantan Makan Kepiting

Jul 22, 2026 02:00 PM - 6 jam yang lalu 247

Jakarta -

Kalau mendengar cerita dari orang tua alias nenek, mungkin Bunda pernah menemukan beragam larangan makanan saat hamil. 

Seperti di Indonesia, mungkin Bunda sering mendengar larangan makan nanas alias durian saat hamil, di China rupanya ada banyak larangan makanan yang tak kalah unik. Menariknya, tradisi seperti ini juga banyak ditemukan di China dan sudah diwariskan selama ratusan tahun dan tetap dipercaya oleh sebagian family hingga sekarang.

Dalam budaya China, kehamilan dianggap sebagai masa yang sangat krusial sehingga makanan dipercaya dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Sebagian tradisi lahir dari filosofi pengobatan tradisional China alias Traditional Chinese Medicine (TCM), yang membagi makanan menjadi kategori 'panas' dan 'dingin'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Beragam tradisi & mitos antik makanan ibu mengandung di China

Meski terdengar unik, beberapa kebiasaan ini rupanya tetap dipraktikkan hingga sekarang.

1. Makanan 'panas' dan 'dingin' kudu seimbang

Menurut filosofi TCM, tubuh perlu menjaga keseimbangan antara daya yin (dingin) dan yang (panas). Karena itu, ibu mengandung sering dianjurkan lebih banyak mengonsumsi makanan yang dianggap “menghangatkan” tubuh.

Contohnya:

  • Makanan panas: jahe, daging kambing, kurma merah.
  • Makanan dingin: semangka, pir, mentimun, dan kepiting.

Sebuah penelitian yang meneliti praktik kehamilan tradisional di Makau menemukan bahwa banyak ibu mengandung menghindari makanan 'dingin' seperti semangka, kacang hijau, dan pisang lantaran dipercaya dapat mengganggu kehamilan. Peneliti menyebut teori yin dan yang tetap sangat memengaruhi pilihan makanan selama hamil. 

2. Kepiting sering dianggap pantangan

Salah satu mitos yang paling terkenal adalah larangan makan kepiting. Dalam tradisi tertentu, kepiting dianggap mempunyai sifat terlalu “dingin” sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan pada kandungan.

Secara medis, kepiting sebenarnya kondusif dikonsumsi jika dimasak matang dan tidak menimbulkan alergi. Namun lantaran aspek budaya dan kepercayaan turun-temurun, banyak family tetap menyarankan ibu mengandung untuk menghindarinya.

3. Kurma merah dipercaya memperkuat ibu dan bayi

Kurma merah alias jujube termasuk bahan yang sangat terkenal dalam makanan tradisional untuk ibu hamil.

Biasanya kurma merah dibuat menjadi:

  • Sup herbal,
  • Teh hangat,
  • Bubur alias campuran nasi.

Dalam kepercayaan tradisional, kurma merah dianggap membantu menambah daya dan 'membentuk darah'. Menariknya, kurma memang mengandung unsur besi dan beberapa nutrisi penting, meski manfaatnya tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. 

4. Telur agar bayi berkulit cerah

Ada juga mitos bahwa makan banyak putih telur dapat membikin kulit bayi lebih cerah dan bersih. Sayangnya, perihal ini tidak didukung bukti ilmiah. Warna kulit bayi lebih dipengaruhi aspek genetik. Namun telur tetap merupakan sumber protein yang baik untuk mendukung kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Yang menarik, catatan tentang 'makanan yang kudu dihindari saat hamil' rupanya sudah muncul dalam naskah medis dan kuliner China antik berjudul Yinshan Zhengyao yang ditulis sekitar tahun 1330. Naskah ini memuat beragam rekomendasi makanan dan larangan untuk wanita hamil. 

Bunda boleh mengikuti tradisi, asal tetap bijak

Tradisi makanan ibu mengandung di China menunjukkan sungguh besarnya perhatian family terhadap kesehatan ibu dan janin. Sebagian kebiasaan, seperti minum sup bergizi alias mengonsumsi kurma merah secukupnya, bisa menjadi bagian dari pola makan yang menyehatkan.

Namun untuk larangan yang berkarakter mitos, Bunda tidak perlu terlalu cemas selama makanan tersebut aman, dimasak matang, dan sesuai rekomendasi dokter.

Jadi, jika suatu hari ada yang melarang Bunda makan kepiting lantaran 'takut bayinya kenapa-kenapa', sekarang Bunda sudah tahu bahwa larangan itu lebih banyak berasal dari tradisi budaya kuno, bukan dari bukti medis modern. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya