Jakarta -
Penuaan merupakan proses alami yang dialami setiap orang seiring berjalannya waktu. Proses ini dapat ditandai dengan perubahan fisiologis, Bunda.
Proses penuaan fisiologis bisa terjadi lebih sigap bagi sebagian orang dan lebih lambat bagi orang lain. Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari menjadi salah satu aspek yang dapat membantu memperlambat penuaan fisiologis alias usia biologis.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health menemukan bahwa pilihan kegiatan dan kegemaran seseorang dapat membantu memperlambat penuaan fisiologis. Aktivitas ini berangkaian dengan pengalaman budaya, seperti pergi ke bioskop, teater, alias museum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi ini, para peneliti menganalisis informasi kesehatan dari nyaris 1.900 orang dewasa yang telah berperan-serta dalam English Longitudinal Study of Ageing, sebuah studi berkepanjangan yang mencakup orang dewasa berumur 50 tahun ke atas yang tinggal di Inggris. Peserta lampau diberikan kuesioner tentang seberapa sering mereka pergi ke bioskop, museum alias galeri seni, pagelaran teater, konser, alias opera.
Para peneliti lampau mengukur 10 penanda fisiologis, seperti tekanan nadi, tekanan darah diastolik, kolesterol jahat alias low-density lipoprotein (LDL), indeks massa tubuh (IMT), dan kecepatan berjalan.
"Banyak aspek yang memengaruhi penuaan fisiologis," kata guru besar dan peneliti di Department of Dental Public Health at the Institute of Science Tokyo, Jepang, Yusuke Matsuyama, PhD, DDS, dilansir Medical News Today.
"Oleh lantaran itu, saya percaya bahwa beragam pendekatan diperlukan untuk memperlambat penuaan fisiologis dan mendorong penuaan yang sehat," sambungnya.
Menurut Matsuyama, keterlibatan budaya telah dikaitkan dengan kesejahteraan dan beragam hasil kesehatan. Hal tersebut juga dapat dimodifikasi sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja, Bunda.
"Saya baru-baru ini mulai mempelajari penuaan fisiologis dan lantaran itu menjadi tertarik pada keterlibatan budaya sebagai penentu yang potensial," ungkap Matsuyama.
Para intelektual juga menemukan bahwa peningkatan satu poin dalam skor keterlibatan budaya dikaitkan dengan pengurangan usia fisiologis sebesar 0,085 tahun (31 hari). Temuan ini telah disesuaikan dengan faktor-faktor tertentu, seperti pendapatan rumah tangga dan kondisi kesehatan kronis.
"Secara khusus, pendekatan analitis kami menghilangkan bias dari faktor-faktor yang tidak berubah seiring waktu, seperti karakter genetik dan/atau sifat kepribadian. Ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa keterlibatan budaya dikaitkan dengan usia fisiologis yang lebih rendah," ujar Matsuyama.
"Keterlibatan budaya dapat mengambil banyak bentuk, dalam perihal frekuensi, kontinuitas, dan apakah orang berperan-serta sendiri alias dengan orang lain. Aspek-aspek yang berbeda ini memerlukan penyelidikan lebih lanjut," lanjutnya.
Manfaat nonton bioskop hingga ke museum untuk memperlambat penuaan
Secara lebih detail, studi ini mengidentifikasi tiga langkah keterlibatan budaya yang dapat memperlambat penuaan fisiologis. Simak penjelasannya berikut ini seperti mengutip laman Healthline:
1. Memperkuat hubungan sosial
Aktivitas budaya seringkali menyatukan orang, dan hubungan organisasi tersebut membantu membangun ikatan sosial. Menurut sebuah studi Inggris tahun 2019 di Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, orang yang secara teratur terlibat dalam kegiatan ini menghadapi akibat kesenyapan yang lebih rendah dari waktu ke waktu.
2. Mendorong kebiasaan yang lebih sehat
Kebiasaan nonton bioskop hingga ke museum rupanya juga bisa mendorong kebiasaan makan lebih baik, Bunda. Para penulis studi mencatat bahwa orang yang terlibat dalam kegiatan budaya lebih condong makan dengan baik dan aktif secara fisik.
3. Meningkatkan kesehatan mental
Keterlibatan budaya dapat membantu mengurangi tekanan psikologis dan mendukung kesejahteraan mental secara keseluruhan yang lebih baik. Menurut para peneliti, tingkat stres dan tekanan yang lebih rendah secara langsung mengenai dengan penuaan fisiologis yang lebih lambat.
Meski hasil studi memberikan gambaran positif, para penulis memperingatkan bahwa temuan ini tidak membuktikan karena dan akibat. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan, Bunda.
"Namun, kita kudu mencatat, ini adalah studi observasional," ungkap guru besar di University of California, Anna Chodos, MD, MPH.
"Studi longitudinal sangat krusial untuk memahami pengaruh jangka panjangnya. Selain itu, penelitian kudu mencakup populasi yang beragam untuk memastikan temuan dapat diterapkan di beragam latar belakang budaya dan sosial ekonomi," kata master geriatri di Hackensack University Medical Center, Kamal Wagle, MD.
Itulah studi yang mengungkap faedah nonton bioskop hingga ke museum untuk memperlambat penuaan. Semoga infomasi ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·