Potret di belakang panggung maupun backstage ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Victor Cornelio
Pada Minggu, (20/9), Istituto Di Moda Burgo Indonesia, kampus cabang dari Istituto Di Moda Burgo Milano, dengan bangga mempersembahkan ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ di Fashion Nation 20th: The Icon Edit di Senayan City, Jakarta Pusat, Indonesia.
Berbeda dari runway presentation sebelumnya, peragaan busana kali ini terasa lebih istimewa karena ini merupakan pertama kalinya sekolah mode yang terletak di jantung Kota Jakarta tersebut tampil di Fashion Nation. Jadi momen istimewa, Fashion Nation tahun ini pun bertepatan dengan perayaan 20 tahun aktivitas fesyen tahunan itu.
Tanpa panjang lebar, berikut tiga hal yang perlu Anda ketahui tentang ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’, mulai dari proses pengembangan ide hingga sepertiapa setiap look akhirnya berjalan di atas runway.
Tiga Referensi, Satu Rangkaian Utuh

Potret di belakang panggung maupun backstage ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor
Jadi bagiankecil dari peragaan busana Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang memungut tema ‘Skyline Ascend’, kelima perancang program eksklusif Fashion Entrepreneur maupun lebih dikenal sebagai FPreneur batch tahun ini memilih ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ sebagai konsep debut runway presentation mereka.
‘STREETÉ’ sendiri lahir dari tiga rujukan imajinatif yang berbeda, yaitu CORTIS, boyband Korea naungan BIGHIT MUSIC yang menekankan ekspresi jati diri dan kebebasan serta teen dance drama film berjudul ‘Step Up’ dan juga ‘The Devil Wears Prada’, comedy-drama film yang menceritakan tentang fashion industry dari perspektif pandang seorang jurnalis yang bekerja di majalah fesyen.
Studio Kolaboratif, Bukan Lima Label Terpisah

Potret para perancang yang datang dengan para muse dan model / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor
Dengan instruksi dan bimbingan langsung dari Mr. Amot Syamsuri Muda, pelatih program eksklusif Fashion Design Concept (FDC) dan Fashion Entrepreneur, setiap busana dari lima koleksi berbeda yang dirancang sepenuhnya oleh kelima perancang sepanjang kurikulum FPreneur saling dipadu padankan hingga akhirnya tercipta 10 look yang harmonis dengan konsep yang diusung.
Untuk menggabungkan elemen street style dengan estetika maupun sentuhan corporate office, Angela Bernice Christian (BERENÍKĒ), Jasmine Nabila Gisylia (Jasmine Nabila), Nadine Emmanuel (Nadine Qiu), Safira Nafiis Butsaina (Sa Vire), dan Samantha Aliyah Kessler (CHIMERA) pun meletakkan atensi pada styling, memainkan teknik layering maupun menumpuk beberapa pangkas busana dan menambahkan aksesoris yang tidak selalu senada.
Ya, biarpun para mahasiswa tersebut telah memiliki label masing-masing, tidak ada satu pun look yang ditampilkan di Fashion Nation 2026 dibangun sendiri-sendiri.
Bahkan, ada satu look yang memakai kemeja hasil karya sesama Burgonian disebut Latifa Tanbay yang dikembangkan serta dirancang selama program eksklusif Fashion Design Concept (FDC) yang baru saja berakhir pada 12 September 2026 lalu.
Proses tersebut semakin membuktikan bahwa ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ merupakan hasil kerja kolektif di mana setiap pihak yang terlibat saling mendukung, berganti ide, dan berkolaborasi.
Alih-alih melihat kesempatan ini sebagai ajang kompetisi, kelima perancang Fashion Entrepreneur batch tahun ini membikin cahaya satu sama lain semakin bersinar.
Kisah Ruang Kelas, Diceritakan di Atas Runway

Potret para perancang dengan para pelatih / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor
Pada Minggu, (20/9), saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para model berbareng tiga muse terpilih, yaitu Karen Afralia Nijsen, Monica Kezia, dan Nastika Aprilia, melenggang di panggung Fashion Nation 20th: The Icon Edit dalam balutan karya kelima perancang FPreneur.
Lima perancang busana muda dengan label masing-masing, 10 look yang di mix and match untuk menciptakan satu rangkaian utuh. Debut runway presentation ini merupakan perwujudan dari kerja keras dan dedikasi yang akhirnya membawa ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ ke runway dengan sukses.
Sebagai bentuk apresiasi atas sokongan serta bimbingan yang telah diberikan, Founder dan CEO Istituto Di Moda Burgo Indonesia, Mrs. Jenny Yohana Kansil, Mr. Alfie Falentino selaku Business Development Director, dan Angela Bernice Christian mewakili seluruh staf dan murid pun tak lupa memberikan kejutan manis untuk para instruktur, yaitu Ms. Kenny Hartono, Mr. Howard Laurent, dan Mr. Amot Syamsuri Muda, yang telah menemani perjalanan para perancang cohort Fashion Entrepreneur tahun 2026 sejak mula program hingga akhirnya dapat sampai di titik ini.
Gesture hangat tersebut pun sekaligus menutup debut runway presentation ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’, titik pertama karya para perancang muda tersebut berjumpa publik.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)