Bisakah Ibu Hamil dengan Ambeien Melahirkan secara Pervaginam?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 514x dilihat
Bisakah Ibu Hamil dengan Ambeien Melahirkan secara Pervaginam?

Jakarta -

Ibu mengandung cukup sering mengalami ambeien alias wasir, terutama ketika memasuki trimester ketiga. Kondisi ini bisa membikin area anus terasa nyeri, gatal, bengkak, apalagi berdarah.

Keluhan tersebut mungkin membikin Bunda khawatir, terutama ketika membayangkan kudu mengejan saat persalinan. Lantas, apakah penderita ambeien tetap bisa melahirkan secara pervaginam?

Bisakah penderita ambeien melahirkan secara pervaginam?

Pada umumnya, ibu mengandung yang mengalami ambeien tetap bisa melahirkan secara pervaginam. Ambeien bukan argumen otomatis bagi ibu untuk menjalani persalinan melalui operasi caesar.


Dalam laman resminya, Vinmec International Hospital menjelaskan bahwa ibu mengandung dengan ambeien umumnya tetap dapat melahirkan secara normal. Dokter Spesialis Tingkat 2 Tran Thi Mai Huong dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Vinmec International Hospital Hai Phong mengatakan, metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ibu, janin, serta tingkat keparahan ambeien.

Artinya, mempunyai ambeien bukan berfaedah Bunda otomatis kudu menjalani operasi caesar.

Meski begitu, proses mengejan saat persalinan dapat memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di sekitar anus. Hal ini bisa membikin ambeien yang sudah ada terasa lebih nyeri alias membengkak setelah melahirkan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut bahwa ambeien merupakan salah satu keluhan yang dapat terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Mengapa kehamilan bisa menyebabkan ambeien?

Ambeien terjadi ketika pembuluh darah di dalam alias sekitar anus dan rektum bagian bawah mengalami pembengkakan. Selama hamil, kondisi ini lebih mudah terjadi lantaran rahim yang semakin besar dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di area panggul. Ibu mengandung juga lebih rentan mengalami sembelit, sementara mengejan saat buang air besar dapat memperburuk tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BJOG terhadap 280 ibu menemukan bahwa masalah di area anus, termasuk ambeien dan fisura ani, cukup sering terjadi selama kehamilan hingga setelah melahirkan.

Sembelit dan riwayat penyakit di sekitar anus menjadi beberapa aspek yang berangkaian dengan meningkatnya akibat masalah tersebut.

Studi prospektif lain juga menemukan bahwa tanda alias indikasi ambeien dialami 11 persen ibu pada trimester pertama, 23 persen pada trimester ketiga, dan 36,2 persen sekitar satu bulan setelah melahirkan.

Apakah melahirkan normal bisa membikin ambeien semakin parah?

Jawabannya bisa, Bunda. Tekanan saat mengejan dapat membikin ambeien terasa lebih nyeri alias membengkak, terutama jika sebelumnya keluhannya sudah cukup berat.

Pada sebagian ibu, keluhan ambeien juga dapat terasa lebih mengganggu pada beberapa hari setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya dapat membaik secara berjenjang seiring pemulihan setelah persalinan.

Penelitian mengenai penyakit di sekitar anus pada kehamilan juga menemukan bahwa mengejan lebih dari 20 menit saat persalinan dan berat lahir bayi lebih dari 3.800 gram berangkaian dengan peningkatan akibat ambeien.

Namun, temuan tersebut bukan berfaedah ibu dengan ambeien sebaiknya memilih operasi caesar untuk mencegah keluhan semakin parah.

Metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi Bunda dan bayi. Jika tidak ada kondisi medis lain yang menjadi pertimbangan, ambeien saja umumnya bukan argumen untuk memilih operasi caesar.

Kapan ambeien perlu mendapat perhatian khusus?

Tidak semua ambeien pada ibu mengandung memerlukan tindakan khusus. Sebagian besar keluhan dapat ditangani dengan langkah sederhana untuk membantu mengurangi gejalanya.

Pedoman terbaru dari American Gastroenterological Association menyebut bahwa ambeien dapat dialami hingga dua pertiga wanita selama kehamilan. Penanganannya umumnya dimulai dengan langkah konservatif, seperti mencukupi asupan serat, mengatasi sembelit, dan menggunakan obat oles tertentu sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Meski begitu, Bunda sebaiknya memberi tahu master jika ambeien terasa sangat nyeri, mengalami pembengkakan berat, susah buang air besar, alias terdapat perdarahan dari anus. Dokter dapat memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Dokter Tran Thi Mai Huong juga menjelaskan bahwa kondisi tertentu, seperti ambeien yang sangat bengkak dan nyeri hingga mengganggu buang air besar, perlu mendapat pertimbangan dan penanganan medis.

Jika keluhan ambeien semakin mengganggu menjelang persalinan, jangan ragu menyampaikannya kepada master alias bidan. Dengan begitu, kondisi Bunda dapat dipantau dan ditangani sesuai kebutuhan, baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan