Kincai Media – Bitcoin (BTC) kembali bergerak naik secara perlahan setelah mengalami penurunan tajam yang menggunakan pasar. Namun alih-alih melonjak agresif, kenaikan terakhir justru terlihat bertahap, naik level demi level.
Menurut salah satu analis mata duit digital dari Belanda berjulukan Michael van de Poppe, pola tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya.

Dalam sebuah unggahan terbaru di media sosial X, Poppe mengatakan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini terasa mirip dengan pola pasca crash COVID. Kala itu, pasar sempat mengalam penurunan kuat sebelum memasuki fase pemulihan yang melangkah terstruktur, bukan akseleratif.
“Struktur seperti ini condong lebih sehat lantaran dibangun melalui konsolidasi dan kenaikan bertahap, bukan reli vertikal yang mudah berbalik arah,” ungkap Poppe, Sabtu (17/1/2026).
Poppe menambahkan bahwa setelah penurunan besar, pasar sekarang terlihat ‘memanjat’ kembali secara perlahan. Menurutnya, ritme ini memberi ruang bagi pasar untuk membangun fondasi, sekaligus mengurangi resiko lonjakan yang semata-mata ditopang oleh euforia jangka pendek.
“Dengan dugaan pola ini berlanjut, Bitcoin kemungkinan bakal menguji level kunci berikutnya di US$ 100.000,” ujarnya.
It feels like we're doing the exact same price pattern as after the COVID crash for #Bitcoin.
We've had a strong downwards move on the markets, which was the heaviest in history.
Since then, markets are slowly climbing up, level by level, and not accelerating.
Very healthy… pic.twitter.com/s1FuPZwpXK
Baca Juga: Permintaan Spot Melemah, Apakah Bitcoin Kini Dikuasai Short?
Dalam postingan yang dia unggah sebelumnya pada Jumat (16/1/2026), dia juga menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin berada dalam posisi yang solid untuk melanjutkan kenaikan, setelah nilai sukses memperkuat di atas area teknikal yang sebelumnya menjadi hambatan.
Menurut Poppe, area resistensi yang sekarang berubah kegunaan menjadi support itu menunjukkan adanya pembeli yang mulai aktif mempertahankan harga.
“Bitcoin saat ini memegang area krusial tersebut dengan cukup baik. Selama support ini tetap terjaga, Bitcoin bakal berkesempatan memulai ‘run’ baru dalam waktu dekat, dengan sasaran ujian di US$ 100.000 pada pekan mendatang,” kata Poppe.
Berdasarkan hasil analisanya, dirinya menekankan bahwa dinamika pasar beberapa hari ke depan bakal krusial untuk memvalidasi skenario bullish tersebut. Jika nilai tetap stabil di atas area support dan tidak kehilangan pijakan, probabilitas dorongan naik dinilai meningkat.
Sebaliknya, kegagalan memperkuat di area ini bakal mengembalikan Bitcoin ke fase tarik-ulur yang lebih panjang, lantaran pasar perlu membangun kembali kepercayaan sebelum mencoba menembus level psikologis berikutnya.
“Pekan depan bakal sangat menarik,” pungkas Poppe.
#Bitcoin looks really good for upside.
It's currently holding above a crucial resistance zone for support, which means that we're finding buyers here.
If this continues to hold, I would assume that we're seeing a new run in the coming week towards $100K.
Expecting a very… pic.twitter.com/zoYXcgzCDE
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·