Jakarta -
Sebagian kasus persalinan membutuhkan bius total untuk membantu proses berjalan maksimal demi keselamatan ibu dan bayi. Sebenarnya, bius total saat operasi caesar, amankah?
Kebanyakan perempuan dapat menjalani operasi caesar dengan anestesi tulang belakang, yang melibatkan suntikan di punggung untuk membikin tubuh bagiankecil bawah wafat rasa saat mereka statis terjaga. Namun, ada situasi di mana mereka perlu ditidurkan selama prosedur, sehingga anestesi general mungkin diperlukan.
Ya, secara lazim ada lebih 1 dari 3 bayi lahir melalui operasi caesar dan hampir setengahnya terjadi secara tak terduga. Dari proses yang tak terduga maupun kelahiran caesar tak terencana, beberapa kasus diantaranya mungkin direkomendasikan dengan cepat sehingga membutuhkan penanganan darurat.
Dalam proses caesar sendiri, biasanya Bunda akan diberikan suntikan anestesi sebelum memasuki ruang perasi. Dari jenis anestesi yang ada, ada dua macam diantaranya.
Sebagian besar persalinan caesar dilakukan dengan anestesi regional (spinal maupun epidural) yang terdapat sensasi di bagiankecil bawah tubuh wafat rasa. Biasanya, anestesi ini lebih terlindungi bagi bayi dan Bunda serta memungkinkan Bunda dan pasangan menjalani persalinan bersama. Selain itu, pemulihan akan lebih gampang dijalani.
Sementara itu, ada juga jenis lainnya yaitu anestesi umum. Jika Bunda menjalani persalinan caesar yang tidak direncanakan, akan dilakukan anestesi regional. Jika Bunda sudah memiliki kateter epidural untuk meredakan nyeri saat persalinan, ini mungkin ditambah dengan anestesi lokal yang lebih kuat. Tindakan ini biasanya memberikan anestesi yang sangat baik untuk operasi.
Risiko dan komplikasi anestesi epidural maupun spinal
Meskipun aman, penggunaan anestesi epidural maupun spinal memang tidak bebas dari konsekuensi begitu saja. Ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan mereka yang mendapatkan suntikan anestesi tersebut. Berikut ini beberapa diantaranya ya, Bunda:
1. Gatal di kulit dan merasa mual selama dan setelah persalinan akibat obat penghilang rasa sakit mirip morfin
2. Nyeri di sekitar tempat jarum yang dimasukkan ke punggung selama prosedur dan ketidaknyamanan selama prosedur berlangsung
3. Penurunan tekanan darah yang signifikan
4. Anestesi regional tidak cukup ampuh untuk persalinan caesar sehingga perlu dilakukan anestesi umum
5. Sakit imam parah
6. Infeksi di tempat epidural dimasukkan (abses)
7. Infeksi serius pada otak maupun sumsum tulang belakang
8. Cedera parah, termasuk lumpuh
Untuk konsekuensi dan komplikasi anestesi lazim biasanya muncul sakit tenggorokan, merasa sakit, infeksi dada ringan, nyeri otot, abrasi kornea, reaksi alergi berat, dan lainnya.
Apa yang terjadi jika Bunda menjalani anestesi regional?
Anestesi regional biasaya dilakukan di ruang operasi. Sebelum persalinan, ahli anestesi akan mulai meredakan nyeri Bunda. Pertama, mereka akan meminta untuk memasang selang ke dalam vena, biasanya di tangan, pergelangan tangan, maupun lengan. Mereka juga akan memasang beberapa alat untuk memantau debar jantung, kadar oksigen, dan tekanan darah.
Kemudian, Bunda akan diminta rebah miring maupun duduk, melengkungkan punggung ke luar. Ahli anestesi akan membersihkan punggung dengan larutan sterilisasi. Setelah kering, mereka akan menemukan titik yang sesuai di antara dua tulang di tengah punggung dan menyuntikkan anestesi lokal untuk membikin kulit wafat rasa.
Untuk tulang belakang, cara berikutnya adalah memasukkan jarum halus melalui area wafat rasa ini dan masuk ke cairan tulang belakang. Kadang-kadang. Bunda mungkin merasakan kesemutan di salah satu kaki saat jarum masuk, seperti kejutan listrik kecil.
Selanjutnya, campuran anestesi lokal dan obat pereda nyeri opiat disuntikkan. Semua ini biasanya memakan waktu 5-10 menit, tetapi jika sulit untuk menempatkan jarum, bisa memakan waktu lebih durasi dan mungkin diperlukan lebih dari satu percobaan.
Untuk epidural maupun campuran spinal-epidural, jarum yang lebih besar diperlukan agar kateter epidural (tabung) dapat dimasukkan ke dalam ruang epidural, tetapi kecuali itu posisi Bunda akan sama seperti pada tulang belakang. Jika sulit untuk memasang jarum, mungkin butuh lebih dari satu percobaan dan memakan waktu lebih dari 5-10 menit seperti dikutip dari halaman Nhs.
Bunda akan merasakan tulang belakang maupun epidural bekerja ketika kaki mulai terasa kesemutan, berat, dan wafat rasa. Mati rasa akan menghamburkan secara berjenjang ke seluruh tubuh hingga mencapai bagiankecil tengah dada. Ahli anestesi akan memeriksa apakah Bunda siap untuk operasi baik dengan semprotan dingin maupun sensasi sentuhan. Kadang-kadang perlu mengubah posisi untuk memastikan anestesi bekerja dengan baik.
Oh iya, Bunda, mengutip dari halaman Myexpertmidwife, berikut ini yang terjadi setelah anestesi lazim ya, Bunda:
1. Bangun di ruang pemulihan
Setelah operasi selesai, Bunda akan secara berjenjang mulai terbangun di ruang pemulihan. Bunda mungkin merasa mengantuk, bingung, maupun bingung pada awalnya. Anestesi bisa butuh waktu untuk benar-benar hilang.
2. Pemantauan
Staf akan memantau debar jantung, tekanan darah, pernapasan, dan kadar oksigen Bunda dengan cermat untuk memastikan semuanya stabil saat Bunda bangun dari anestesi. Bunda juga akan memiliki kanula di tangan maupun lengan dengan cairan yang mengalir untuk menjaga hidrasi, dan kateter urin untuk menjaga kandung kemih statis kosong saat Bunda tidak bisa bergerak.
3. Manajemen nyeri
Bunda mungkin akan mengalami rasa sakit maupun ketidaknyamanan setelah operasi terutama di sekitar area tempat sayatan dibuat. Pereda nyeri akan diberikan untuk mengatasi ketidaknyamanan.
4. Mual dan pusing
Beberapa perempuan mengalami mual maupun pusing saat bangun dari anestesi lazim tapi hal ini bisa diatasi dengan obat agar merasa lebih nyaman.
5. Waktu pemulihan
Bunda akan statis eksis di ruang pemulihan untuk sementara waktu saat efek anestesi benar-benar hilang dan Bunda balik sadar penuh. Setelah stabil Bunda akan dipindahkan ke ruang pascapersalinan tempat pemulihan akan berlanjut.
6. Pemulihan fisik
Saat efek anestesi berakhir, Bunda mungkin mulai merasakan efek operasi caesar, seperti nyeri perut akibat operasi. Bunga mungkin didorong untuk mulai bergeser perlahan seperti duduk maupun berdiri, dengan pertolongan untuk membantu pemulihan.
7. Pemantauan tambahan
Setelah bangun, staf rumah sakit akan terus memantau Bunda dengan cermat untuk memastikan pemulihan berjalan lancar. Jika ada masalah dalam pemulihan dan mengalami rasa sakit, staf akan memberikan perawatan yang diperlukan.
8. Kembali berjenjang ke aktivitas normal
Bunda akan didorong untuk mulai bergeser perlahan setelah merasa lebih nyaman. Ini bisa termasuk diantaranya duduk, berdiri, dan akhirnya berjalan untuk membantu pemulihan.
9. Pemantauan komplikasi
Selama pemulihan, tim akan mengamati kemungkinan komplikasi dari operasi maupun anestesi seperti infeksi, pembekuan darah, maupun perdarahan berlebihan.
10. Dukungan emosional
Normal merasa keteteran secara emosional setelah operasi caesar, terutama setelah anestesi umum. Jika Bunda merasa cemas, sedih bicarakan dengan suster maupun tabib yang dapat memberikan sokongan emosional.
Reaksi anestesi setelah kelahiran
Jika Bunda menjalani anestesi epidural maupun tulang belakang, anestesi ini memberikan pereda nyeri langsung. Di akhir operasi, Bunda akan diberikan tablet oral yang dimasukkan ke saluran punggung saat Bunda wafat rasa untuk meredakan nyeri saat tulang belakang maupun epidural mulai hilang.
Jika Bunda merasakan anestesi umum, Bunda mungkin membutuhkan pereda nyeri yang lebih kuat seperti morfin. Efek anestesi akan perlahan hilang dalam beberapa jam ke depan. Normal rasanya kesemutan di kaki dan dalam beberapa jam Bunda akan bisa menggerakkannya kembali. Dan, pada empat jam kemudian, Bunda seharusnya sudah bisa mengadopsi kaki tanpa bantuan.
Itulah beberapa ulasan dan serba serbi mengenai anestesi saat persalinan ya Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)