Jakarta -
Mammografi menjadi salah satu skrining kesehatan untuk mendeteksi persoalan di payudara. Lantas, bolehkah ibu menjalani mammografi saat tetap menyusui?
Merasa ada yang tidak beres di tetek tetapi mau melakukan tes dan tidak memungkinkan lantaran tetap menyusui? Wajar saja kok, jika Bunda merasa khawatir. Sebab, menyusui memang menjadikan bagian tetek sentral dari semuanya untuk bayi. Ketika terjadi gangguan di tubuh kekhawatiran bakal bayi yang mengalami kontaminasi pun muncul.
Hal ini memang jadi kekhawatiran umum yang dimiliki ibu. Jadwal mammografi yang semestinya dijadwalkan memang perlu dikonsultasikan lebih lanjut lebih lanjut apakah memang kondusif dilakukan ketika wanita sedang menyusui.
Amankah melakukan mammografi saat menyusui?
Menurut Dr Harriet Beth Barofsky, M.D, ahli pencitraan tetek di Hachensacnk Meridian Health bahwa mammografi kondusif dan kudu dilakukan selama dan setelah kehamilan pada wanita yang sudah mencapai usia skrining, berisiko tinggi kanker payudara, alias mempunyai kekhawatiran seperti adanya benjolan.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa mammografi tidak bakal mengubah ASI dalam corak apa pun alias merusak tetek perempuan. Hal ini bertindak baik saat seseorang menjalani skrining rutin, mammografi, alias pencitraan untuk masalah tetek tertentu. Bunda tidak perlu cemas lantaran radiasi yang digunakan dalam mammografi tidak memengaruhi ASI dan tidak menimbulkan akibat bagi bayi.
Jika Bunda sudah berumur skrining (usia 40 tahun ke atas) alias mempunyai akibat kanker tetek yang lebih tinggi, Bunda tidak boleh menunggu hanya lantaran Bunda menyusui.
"Jika Bunda menunda mammografi saat menyusui, itu bisa menjadi satu tahun, dua tahun, alias apalagi lebih," kata Dr. Borofsky seperti dikutip dari laman Hackensackmeridianhealth.
Penting juga diketahui bahwa menunda skrining rutin dapat berfaedah kandas mendeteksi awal kanker payudara, terutama bagi wanita berumur 40-an ke atas alias mereka yang mempunyai riwayat keluarga.
Karenanya, sebaiknya Bunda tidak menunggu jika Bunda merasakan indikasi seperti benjolan baru, perubahan alias adanya cairan dari puting, nyeri tetek yang terus-menerus, dan perubahan kulit.
Apakah menyusui memengaruhi hasil mammografi?
Benar ya, Bunda. Sebenarnya adalah menyusui memang dapat mengubah payudara, tapi perihal tersebut tidak berfaedah bahwa pencitraan tersebut tidak berguna. "Menyusui pasti bakal membikin tetek membesar, padat, dan mungkin membatasi kompresi, jadi mammografi saja mungkin tidak bakal menunjukkan semuanya," jelas Dr. Borofsky.
Karena itu, pencitraan sering disesuaikan dengan situasi spesifik. "Dalam beberapa kasus, mamogram kudu dilakukan berbarengan dengan USG," katanya, tergantung pada argumen pencitraan yang diamanatkan. Kombinasi ini membantu tim medis mendapatkan gambaran yang lebih jelas, terutama ketika tetek padat alias membengkak akibat produksi ASI.
Apa yang kudu dilakukan sebelum mammografi saat Bunda menyusui?
Menurut Dr. Borofsky, ada satu langkah sederhana yang dapat membikin pengalaman lebih nyaman bagi Bunda yang mau melakukan mammografi saat menyusui.
"Kami mendorong wanita untuk memompa alias menyusui tepat sebelum mamogram agar mereka tidak membengkak dan senyaman mungkin," katanya.
Memompa alias menyusui sebelum tindakan mammografi dapat membantu adanya kejelasan gambar pada hasil mammografi, meningkatkan kenyamanan selama kompresi, dan mengurangi rasa penuh payudara. Setelah mammografi selesai dilakukan, tidak diperlukan langkah unik yang dilakukan. Bunda pun bisa langsung kembali menyusui Si Kecil.
Hal krusial yang perlu diperhatikan mengenai mammografi saat menyusui
Banyak mitos di luaran beredar bahwa mammografi tidak kondusif dan tidak boleh dilakukan saat menyusui. Namun, tetap tidak jelas apakah argumen tidak boleh tersebut mengenai mammografi bakal mengubah rasa ASI, membahayakan bayi, alias beragam perihal lainnya.
Intinya adalah mammografi kondusif selama menyusui, obat yang ada tidak bakal memengaruhi ASI alias bayi, jangan menunda skrining jika sesuai usia alias akibat tinggi, jangan abaikan indikasi seperti benjolan alias nyeri terus menerus, memompa sebelum tindakan mammografi, dan perhatikan juga bahwa USG dapat digunakan berbarengan dengan mammografi jika diperlukan.
Jika Bunda tetap ragu mengenai tindakan tersebut, konsultasikan semuanya dengan master untuk memenuhi kebutuhan Bunda selama menyusui. Tetap semangat mengASIhi dan semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·