Jakarta -
Kalimat Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim sudah tidak asing lagi bagi umat Islam. Bacaan ini kerap dilafalkan sebelum membaca Al-Qur’an maupun mengawali beragam ibadah dan kegiatan sehari-hari.
Meski sering diucapkan, tetap banyak muslim yang belum memahami perbedaan kegunaan kedua referensi tersebut.
Selain itu, tak sedikit juga yang tetap bingung mengenai tulisan Arab yang betul serta kapan masing-masing referensi dianjurkan untuk dibaca.
Lantas, gimana tulisan Arab Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim yang benar, apa artinya, dan kapan referensi tersebut dapa digunakan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Tulisan Arab dan makna Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim
Bacaan Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim adalah campuran dari kalimat taawudz dan basmalah. Berikut masing-masing tulisan Arab dan artinya yang dapat Bunda ketahui:
Kalimat taawudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Audzubillahiminasyaitonirojim
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari bujukan syaitan yang terkutuk.”
Kalimat bismillah
ِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Bismillahirrahmanirrahim
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Waktu mengucapkan Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim
Setiap muslim melantunkan lafaz Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim ketika memulai salat alias membaca ayat suci Al-Qur’an.
Dilansir detikcom, dijelaskan Daruquthi dan ath-Thabrani meriwayatkan dari Buraidah bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tidak keluar dari masjid sampai saya memberitahukan kepadamu tentang suatu ayat yang tidak diturunkan setelah Sulaiman, selain kepadaku’. Kemudian beliau berkata, ‘Dengan apa Anda memulai Al-Qur’an ketika Anda memulai salat? Aku berkata, ‘Dengan Bismillahirrahmanirrahim’. Beliau berkata, itulah dia.”
Sementara itu, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqi, dan al-Bazzar meriwayatkan dari jalur Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW tidak mengetahui batas setiap surat sampai turun kepadanya, ‘Bismillahirrahmanirrahim’. Al-Bazzar menambahkan, ‘Jika dia diturunkan, beliau mengetahui bahwa surat telah selesai dan mulai dengan yang baru’.”
Al-Hakim meriwayatkan dari jalur yang lain dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata, “Kaum muslimin tidak mengetahui selesainya suatu surat sampai turun Bismillahirrahmanirrahim. Jika dia telah turun, mereka mengetahui bahwa suatu surat itu telah selesai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan membaca kalimat Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim
Imam Ibnu Katsir mengatakan membaca kalimat taawudz merupakan permohonan agar terhindar dari hal-hal negatif yang berkarakter batiniah dan untuk mendatangkan kebaikan.
Anjuran untuk membacanya juga tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga boleh dibaca kapan saja. Terutama saat hendak membaca ayat suci Al-Qur’an.
Sementara itu, dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca bimisllahirrahmanirrahim, Allah menuliskan 4.000 kebaikan untuk setiap huruf dan menghapus 4.000 keburukan, dan diangkat derajatnya setinggi 4.000 tingkatan.
Allah SWT juga memulai kitab-Nya, Al-Qur’an, dengan tiga nama pada kalimat basmalah. Sedangkan makhluk ada tiga macam, ialah makhluk yang zalim, yang sedang kebaikan perbuatannya, dan yang lebih banyak kebaikannya.
Maka, lafal Allah SWT untuk makhluk yang lebih banyak kebaikannya. Lafal ar-rahman untuk makhluk yang sedang kebaikan perbuatannya. Lalu, lafal ar-rahim untuk makhluk yang zalim.
Nah, itulah penjelasan tentang tulisan Arab Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim hingga waktu dan keistimewaan membacanya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·