Jakarta -
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dimulai pada bulan Agustus 2026. BIAS dilangsungkan di sekolah-sekolah, Bunda.
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), BIAS merupakan jasa imunisasi yang menjadi bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). Program ini bermaksud untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar melalui perilaku hidup bersih dan sehat, lingkungan yang sehat, serta peningkatan derajat kesehatan anak sekolah.
"Imunisasi dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berfaedah untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus, Campak, Rubela dan Kanker Leher Rahim yang dapat menyebabkan kesakitan, disabilitas dan kematian," demikian kata Kemenkes RI.
"Setiap anak usia sekolah kudu dipastikan mendapatkan imunisasi rutin lengkap, tidak hanya imunisasi pada saat bayi dan di bawah usia dua tahun (BADUTA) saja, tetapi juga kudu dilengkapi dengan imunisasi lanjutan pada usia sekolah tingkat dasar."
BIAS dimulai sejak tahun 2025, Bunda. Pelaksanaannya ditujukan kepada anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) alias sederajat.
Jenis imunisasi anak di BIAS 2026
Catat Bunda, berikut jenis imunisasi BIAS 2026 di bulan Agustus beserta dosis pemberian, seperti melansir dari beberapa sumber:
Kelas 1 SD (usia ±7 tahun)
- Agustus: MR (1 kali)
- November: DT (1 kali)
Kelas 2 SD (usia ±8 tahun)
- November: Td (1 kali)
Kelas 5 SD (usia ±11 tahun)
- Agustus: HPV (1 kali)
- November: Td (1 kali)
Kelas 6 SD (usia ±12 tahun)
- Agustus: HPV
Kelas 9 SMP (usia ±15 tahun)
- Agustus: HPV
Manfaat dari jenis imunisasi di BIAS
Setiap jenis imunisasi di BIAS ini mempunyai faedah bagi anak. Simak manfaatnya berikut ini:
Imunisasi Campak Rubella
Imunisasi MR alias Campak dan Rubella dapat melindungi anak dari penyakit balang yang dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, dan apalagi berakibat pada kematian.
Imunisasi DT dan Td
Imunisasi DT dan Td dapat melindungi bayi dan anak dari penyakit rawan seperti Difteri dan Tetanus.
Imunisasi HPV
Manfaat dari imunisasi HPV adalah melindungi anak wanita dari kanker leher rahim di masa depan. Menurut data, sekitar 95 persen kasus disebabkan oleh jangkitan virus Human Papillomavirus (HPV) jenis berisiko tinggi.
Imunisasi HPV untuk anak laki-laki
Imunisasi HPV tak hanya diberikan pada anak perempuan, tapi juga anak laki-laki. Menurut ulasan Kemenkes RI dan UNICEF, berikut beberapa argumen anak laki-laki memerlukan vaksin HPV:
- Vaksin memberikan perlindungan anak laki-laki dari akibat penyakit serius di masa depan, seperti kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan alias orofaring.
- Vaksin dapat memberikan perlindungan untuk orang terkasih di masa depan, di mana kekebalan yang dimiliki anak laki-laki bakal memutuskan rantai penularan virus (tidak menjadi pembawa alias carrier virus).
Berbagai studi kesehatan menunjukkan bahwa vaksin HPV bisa memberikan perlindungan nyaris 100 persen terhadap jenis virus berisiko tinggi jika diberikan sejak dini. Tak hanya itu, efektivitasnya juga bisa memperkuat hingga lebih dari 10 tahun setelah imunisasi, Bunda.
Kemenkes RI merekomendasikan pemberian imunisasi HPV cukup satu dosis jika diberikan sebelum usia 20 tahun. Untuk perlindungan yang optimal, pemerintah memberikan imunisasi HPV pada anak kelas 5 SD/MI dalam program BIAS. Untuk anak usia 11 tahun di luar sekolah bisa mendapatkan Imunisasi HPV secara GRATIS di Puskesmas, Pos Pelayanan Imunisasi, dan akomodasi pelayanan kesehatan lainnya.
Lokasi pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki di program BIAS 2026
Pada Agustus tahun ini, pemberian vaksin HPV dalam program BIAS untuk anak laki-laki berumur 11 tahun bakal dilaksanakan di tiga provinsi. Ketiga provinsi tersebut ialah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, dan Bali.
"Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk bias bulan Agustus, kita bakal memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali," kata Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, dilansir detikcom.
Menurut Indri, pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki bakal diperluas ke tiga provinsi lainnya pada 2027, ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Pada 2028, program tersebut bakal diperluas ke Jawa Timur.
"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, kelak di tahun depan bakal ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 bakal ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita bakal nationwide," ungkapnya.
Demikian penjelasan mengenai jenis imunisasi pada BIAS 2026. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·