Jakarta -
Dokter Gia Pratama Putra belakangan dikenal publik lantaran sering membikin konten yang edukatif. Baru-baru ini, master Gia membikin channel YouTube, di mana dia membikin podcast tentang family dan kesehariannya.
Di bagian terbaru, master Gia membagikan podcast berbareng keluarganya, termasuk orang tua dan adiknya. Dalam percakapan yang hangat ini, master Gia membahas tentang pola asuh orang tuanya, Bunda.
Dokter Gia dan sang adik dibiasakan hidup sederhana dari kecil
Dokter Gia dan adik perempuannya rupanya berasal dari family yang berada, Bunda. Namun, sejak mini keduanya dibesarkan dengan style hidup sederhana oleh sang ayah.
Adik dokter Gia mengaku dia dan kakaknya diajarkan hidup pas-pasan. Menurut sang adik, pola asuh ayahnya banyak membantu dirinya dan sang kakak untuk kuat secara mental.
"Jadi menurut Dede, salah satu yang mengajarkan kita punya mental toughness adalah ya itu. Hidup sederhana, hidup pas-pasan gitu. Padahal sebetulnya ya enggak sesulit itu," kata adik master Gia.
"Iya, jadi kita terbiasa gitu," tambah sang dokter, dikutip dari akun TikTok @giapratamamd.
Terbiasa naik pikulan umum dari kecil
Dokter Gia dan adiknya sudah dibiasakan naik pikulan umum sejak tetap kecil, Bunda. Sang ayah sering membujuk mereka naik metromini untuk berangkat ke sekolah.
Ibunda dokter Gia sempat tidak setuju dengan pola asuh suaminya ini. Namun, dia tidak bisa melakukan banyak lantaran itu menjadi salah satu langkah suaminya mendidik anak hidup mandiri.
"Kalau itu menjadi basic, itu yang kudu (diucapkan) terima kasih itu Papa," kata ibu master Gia.
"Setiap anak mau naik angkot yang nangis ini (ibunya). Dianterin ke metromini, Mama ngikutin sembari nyetir. 'Itu anak gue mau diapain sih?'. Diam-diam ngikutin metromini," sambungnya.
Ibunda master Gia mengatakan bahwa dia dan sang suami memang sering berbeda pendapat soal langkah pengasuhan anak. Namun, di satu sisi, dia menyadari bahwa pola asuh suaminya tidaklah salah.
"Jadi sering sekali kita beda pendapat dalam perihal itu. Tetapi Mama sebetulnya menyadari bahwa itu benar. Tapi hati seorang ibu tidak ikhlas, 'Masa anak gue (naik angkot)?', lantaran apa? Saya bisa nyetir, saya bisa nganterin ke kampus. Tapi enggak boleh (sama suami)," ujarnya.
Pentingnya mengajarkan anak hidup sederhana
Mengajarkan kesederhanaan ke anak sebenarnya tidak sulit, Bunda. Kuncinya adalah mengajarkan mereka tentang tujuan hidup.
"Memiliki tujuan hidup yang kuat adalah unsur krusial untuk kebahagiaan dan kepuasan hidup," kata master dan penulis kitab The Purpose Code, Jordan Grumet, MD., dilansir Psychology Today.
"Mengajarkan tujuan hidup dengan mencontohkan antusiasme yang dirasakan orang tuanya lebih efektif daripada sekadar memberikan nasihat kepada anak-anak," sambungnya.
Ada tiga langkah untuk mengajarkan anak hidup sederhana sejak dini. Simak penjelasannya, seperti dikutip dari beberapa sumber:
1. Menjadi teladan bagi anak
Salah satu langkah paling efektif untuk mengajarkan tujuan hidup kepada anak-anak adalah melalui teladan. Anak-anak adalah pengamat yang jeli. Mereka tidak hanya mendengar apa yang orang tuanya katakan, tapi juga memandang apa yang orang tua lakukan.
"Ketika orang tua menekuni kegiatan dan minat yang membikin mereka bersemangat, anak-anak bakal memperhatikannya. Anak-anak bakal memandang orang tua sangat terlibat dalam sesuatu yang memberi kegembiraan dan kepuasan, dan itu dapat memicu rasa mau tahu mereka sendiri," ungkap Grumet.
2. Biarkan mereka memilih apa yang mau disimpan dan disumbangkan
Sangat krusial dalam proses penyederhanaan untuk memastikan anak-anak mempunyai kendali atas barang-barang mereka sendiri. Biarkan mereka memilih apa yang bakal disimpan dan apa yang bakal dibuang.
Tindakan ini mungkin tidak selalu sesuai dengan kemauan orang tua, tetapi bakal memberi mereka rasa kondusif lantaran mengetahui bahwa mereka bertanggung jawab atas kekayaan barang mereka sendiri.
3. Sebutkan secara verbal faedah dari hidup sederhana dan menyederhanakan sesuatu
Sebagai orang tua, kita juga perlu menjelaskan ke anak tentang faedah hidup sederhana. Misalnya, saat Bunda dan Si Kecil merapikan rumah, cobalah untuk segera menunjukkan manfaatnya. Dengan melakukan perihal tersebut, anak-anak belajar menghargai bahwa menyederhanakan peralatan sebenarnya memberi mereka lebih banyak waktu untuk melakukan apa yang betul-betul mereka sukai.
Demikian cerita dr. Gia Pratama yang dibiasakan hidup sederhana dari mini oleh orang tuanya. Semoga cerita ini dapat menginspirasi ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·