Jakarta -
Bagi orang tua, berbelanja ke supermarket berbareng Si Kecil mungkin bakal terasa merepotkan. Padahal nyatanya ada banyak perihal yang bisa dipelajari anak saat diajak shopping ke supermarket lho, Bunda.
Ya, supermarket merupakan salah satu tempat terbaik bagi anak untuk belajar beragam perihal melalui pengalaman langsung.
Di sini mereka bisa belajar memilih makanan sehat, belajar berhitung, berinteraksi, hingga mengenal kosa kata baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa ini krusial bagi perkembangan anak?
Mengajak anak shopping ke supermarket sering kali membikin kegiatan yang semestinya sederhana ini terasa jadi lebih melelahkan.
Selain menyelesaikan daftar belanjaan, Bunda mungkin kudu lebih memperhatikan pergerakan anak dan apalagi ledakan emosi yang tak terduga.
Peneliti dari Harvard University, Rebecca Hansen, menjelaskan bahwa supermarket merupakan lingkungan belajar yang sangat baik bagi anak.
"Supermarket sebenarnya bisa menjadi tempat yang kaya bakal hubungan yang diketahui bisa membentuk perkembangan otak anak," ujar Hansen, seperti dikutip dari Parents.
Menurut Hansen, berjamu ke supermarket maupun kegiatan lain yang membujuk anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dapat mendukung perkembangan mereka dalam banyak aspek penting.
Apa yang bisa dipelajari anak saat diajak shopping ke supermarket?
Berikut beberapa faedah krusial saat Bunda rutin membujuk Si Kecil shopping ke supermarket:
1. Latihan menyusun pola makan yang seimbang
Terkadang ketika pergi ke supermarket, terutama saat lapar, orang bakal condong membeli lebih banyak makanan daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Begitu juga saat membawa anak, mereka bakal lebih mudah tergoda untuk mengambil biskuit, es krim, alias makanan manis lainnya.
Di sinilah mereka dapat belajar bahwa ada banyak pilihan makanan yang sama lezatnya, sekaligus memahami pentingnya memilih makanan bergizi daripada makanan yang terlalu manis.
Mengajarkan anak memilih asupan sehat dapat membantu mengurangi akibat beragam masalah kesehatan di masa depan.
2. Membuat perencanaan
Sebelum berangkat ke supermarket, sebaiknya buatlah daftar shopping terlebih dulu agar peralatan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan.
Menyusun daftar shopping berbareng anak pun bisa menjadi langkah yang baik untuk mengajarkan mereka menyampaikan kebutuhan dan keinginannya.
Kemampuan ini juga bakal berfaedah dalam situasi lain ketika mereka mau menyampaikan sesuatu, tetapi kesulitan mengungkapkannya dengan kata-kata.
Mencari peralatan sesuai daftar di lorong supermarket juga bakal membantu anak belajar membaca papan petunjuk, sekaligus mengenali beragam produk yang sudah mereka kenal.
3. Mengatur anggaran
Membahas tentang anggaran shopping secara sederhana dengan anak membantu mereka memahami bahwa ada peralatan yang mungkin terlalu mahal, sehingga perlu memprioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu.
Bagi anak yang usianya lebih kecil, belajar tentang anggaran juga menjadi kesempatan untuk melatih keahlian berbilang sederhana.
4. Membaca label dan kandungan makanan
Di supermarket terdapat banyak label nilai dan info produk yang mungkin bisa membingungkan anak.
Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar membaca label dan kandungan nutrisi dalam makanan yang dipilih.
Selain itu, krusial pula mengajarkan anak langkah membaca tanggal kedaluwarsa, mengetahui letak info tersebut pada kemasan, dan memahami berapa lama produk tetap kondusif dikonsumsi.
Melibatkan anak dalam memilih produk memberi mereka kesempatan untuk menentukan pilihan, terutama jika makanan tersebut memang bakal mereka konsumsi.
5. Menambah kosa kata dan perkembangan bahasa
Di supermarket, anak bakal menemukan banyak kosakata dan ungkapan baru yang mungkin belum sering mereka gunakan.
Bunda juga punya lebih banyak kesempatan untuk mengusulkan pertanyaan kepada mereka tentang beragam peralatan yang dipilih. Aktivitas ini membantu meningkatkan keahlian memori pendengaran dan memori visual anak.
Anak juga dapat belajar mendeskripsikan peralatan yang dibeli menggunakan kata-kata yang berangkaian dengan ukuran, bentuk, maupun tekstur.
6. Belajar berkomunikasi dengan sopan
Sopan santun tetap sangat krusial untuk diajarkan kepada anak, dan supermarket bisa jadi salah satu tempat terbaik untuk melatihnya.
Di tempat ini anak punya banyak kesempatan untuk berinteraksi, mulai dari mengantre di kasir, bertanya kepada pegawai tentang letak barang, hingga mengucapkan 'permisi' saat melewati visitor lain.
Ingat, salah satu langkah terbaik mengajarkan sopan santun adalah dengan memberi contoh secara langsung. Dengan memandang perilaku orang tua, anak belajar menghormati orang dewasa maupun kawan sebayanya. Jadi, pastikan Bunda juga memberikan contoh berinteraksi yang baik di depan Si Kecil, ya.
7. Melatih kemandirian
Anak memperoleh rasa percaya diri dan pengalaman menjadi lebih berdikari lantaran diberi tanggung jawab dan merasa mempunyai pilihan.
Tips nyaman berbelanja ke supermarket berbareng anak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/lin dan
Supaya kegiatan berbelanja ke supermarket menjadi lebih nyaman, ada beberapa tips krusial yang dapat Bunda terapkan:
1. Pastikan anak sudah makan dan cukup istirahat
Belanja di supermarket kadang perlu waktu yang tidak bisa diperkirakan, terutama saat kondisinya sedang ramai.
Jadi pastikan orang tua dan anak sudah makan, cukup beristirahat, dan sudah menggunakan toilet sebelum berangkat. Dengan begitu, kegiatan shopping bisa melangkah lebih lancar.
Bila memungkinkan, pastikan kebutuhan tersebut sudah terpenuhi sebelum meninggalkan rumah.
2. Gunakan daftar shopping di kertas yang bisa dicoret anak
Anak-anak, terutama yang tetap kecil, sering kali belum memahami berapa lama suatu kegiatan bakal berlangsung.
Melibatkan mereka menggunakan daftar shopping tertulis, bukan hanya daftar di ponsel, membantu anak memahami tujuan mereka berada di supermarket.
3. Gunakan metode 'hitung mundur'
Salah satu langkah yang sering sukses saat membujuk anak berbelanja ke supermarket adalah menggunakan metode hitung mundur.
Misalnya, sembari memegang daftar belanja, Bunda bisa berkata, "Sekarang tinggal 5 peralatan lagi yang kudu kita cari. Sekarang tinggal berapa? 4 ya.", dan seterusnya.
Menurut Hansen, hitung mundur seperti ini membantu anak memahami bahwa kegiatan berbelanja bakal segera selesai.
Dengan begitu, sehingga mereka lebih mudah mengatur ekspektasi dan tetap merasa tenang selama berada di supermarket.
Itulah penjelasan tentang hal-hal yang bisa dipelajari anak saat diajak shopping ke supermarket. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·