Jakarta -
Program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil. Dalam prosesnya, beberapa klinik menawarkan beragam terapi tambahan ibu mengandung alias IVF add-ons yang diklaim dapat meningkatkan kesempatan keberhasilan.
Namun, studi terbaru menemukan bahwa tidak semua terapi tambahan tersebut terbukti efektif. Sebagian besar belum mempunyai bukti kuat bahwa terapi tersebut betul-betul meningkatkan kesempatan kehamilan alias kelahiran bayi.
Seperti studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health ini menganalisis beragam terapi tambahan IVF melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap uji klinis yang tersedia. Para peneliti mengevaluasi 10 jenis terapi tambahan yang sering digunakan dalam program bayi tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar terapi tambahan tidak terbukti memberikan faedah yang jelas terhadap keberhasilan IVF. Dari 10 terapi yang dianalisis, tujuh di antaranya menunjukkan tidak ada peningkatan kesempatan kesuburan yang meyakinkan alias hasil penelitian tetap belum dapat dipastikan lantaran kualitas bukti yang terbatas.
Apa itu terapi tambahan dalam program bayi tabung?
Terapi tambahan dalam program bayi tabung alias IVF add-ons adalah beragam tindakan, obat, pemeriksaan, alias teknologi tambahan yang diberikan di luar prosedur utama bayi tabung. Terapi ini biasanya ditawarkan dengan tujuan membantu meningkatkan kesempatan embrio sukses menempel di rahim, memperbaiki kualitas embrio, alias meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.
Dalam proses bayi tabung standar, master biasanya melakukan beberapa tahap seperti stimulasi ovarium untuk menghasilkan sel telur, pengambilan sel telur (egg retrieval), pembuahan di laboratorium, perkembangan embrio, lampau pemindahan embrio ke rahim (embryo transfer).
Sementara itu, terapi tambahan diberikan sebagai pelengkap dengan angan dapat meningkatkan keberhasilan proses tersebut.
Beberapa contoh terapi tambahan yang sering ditawarkan dalam program IVF antara lain:
- Tes genetik embrio (PGT-A)
Pemeriksaan ini bermaksud memandang apakah embrio mempunyai jumlah kromosom yang normal sebelum dipindahkan ke rahim. - EmbryoGlue
Cairan unik yang digunakan saat proses pemindahan embrio dan diklaim dapat membantu proses penempelan embrio pada tembok rahim. - Endometrial scratching
Prosedur yang membikin luka mini pada lapisan rahim dengan angan dapat membantu meningkatkan kesempatan implantasi embrio. - Suntikan platelet-rich plasma (PRP)
Terapi menggunakan komponen darah sendiri yang diperkirakan dapat membantu memperbaiki kondisi tertentu pada rahim alias ovarium. - Akupunktur
Sebagian pasangan memilih terapi ini sebagai pendamping IVF untuk membantu relaksasi alias mengurangi stres selama proses program hamil.
Bagi pasangan yang sudah lama menantikan kehamilan, terapi tambahan ini sering terlihat seperti angan baru. Namun, efektivitasnya tetap perlu dipertimbangkan berasas bukti ilmiah.
Mengapa terapi tambahan IVF bisa belum tentu berhasil?
Menurut para peneliti, salah satu tantangan dalam terapi tambahan IVF adalah banyak prosedur yang dipasarkan sebelum mempunyai bukti ilmiah yang cukup kuat. Pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung juga perlu memahami bahwa keberhasilan IVF dipengaruhi banyak faktor, termasuk usia, kualitas sel telur, kualitas sperma, kondisi rahim, dan kualitas embrio.
Karena itu, terapi tambahan tidak selalu berfaedah kesempatan mengandung otomatis menjadi lebih besar, jika aspek utama yang memengaruhi kesuburan belum ditangani. Selain itu, beberapa terapi tambahan juga dapat menambah biaya dan membikin pasangan mengeluarkan lebih banyak biaya tanpa kepastian faedah yang jelas.
Bukan berfaedah semua terapi tambahan tidak berguna
Meski banyak terapi tambahan belum terbukti ampuh, bukan berfaedah seluruhnya tidak mempunyai manfaat.
Beberapa metode seperti EmbryoGlue, endometrial scratching, dan teknik tertentu pada proses injeksi sperma menunjukkan adanya kemungkinan manfaat, tetapi para peneliti menilai bukti tersebut tetap perlu diperkuat.
Keputusan menggunakan terapi tambahan sebaiknya dilakukan berbareng master ahli kesuburan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing pasangan.
Pentingnya berbincang dengan dokter
Perjalanan program bayi tabung bisa menjadi proses yang penuh angan sekaligus tantangan. Karena itu, calon orang tua sebaiknya tidak hanya memandang klaim keberhasilan dari suatu terapi, tetapi juga memahami bukti ilmiah, risiko, dan manfaatnya.
Terapi tambahan yang tepat adalah terapi yang memang sesuai dengan kebutuhan medis ibu dan pasangan, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan info yang cukup, pasangan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menjalani perjalanan menuju kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·