Jakarta -
Percaya diri bukan berfaedah selalu mau menjadi pusat perhatian. Dalam psikologi, rasa percaya diri yang sehat sering kali membikin seseorang lebih bisa mempertahankan nilai dan keputusan yang diyakininya.
Hal ini bukan berfaedah keras kepala alias menolak kritik, melainkan tetap terbuka terhadap masukan tanpa mudah goyah oleh tekanan maupun kemauan untuk selalu mendapat persetujuan dari orang lain.
Orang yang mempunyai rasa percaya diri yang sehat juga umumnya tidak berjuntai sepenuhnya pada pengakuan orang lain untuk merasa berharga. Mereka condong bisa mengendalikan emosi, menetapkan batasan, serta mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yang diyakini.
Melansir YourTango, ada beberapa kebiasaan yang sering dimiliki orang dengan rasa percaya diri tinggi dan pendirian yang teguh. Sejumlah penelitian ilmu jiwa juga menunjukkan bahwa perilaku-perilaku tersebut berangkaian dengan kesejahteraan psikologis, izin emosi, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
Mengapa orang percaya diri tidak mudah goyah?
Melansir tulisan berjudul Self-efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change, psikolog Albert Bandura menjelaskan bahwa self-efficacy adalah kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan tugas tertentu.
Orang dengan self-efficacy yang tinggi condong lebih percaya bisa mengatasi hambatan, sehingga lebih tekun dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu, psikolog Kristin Neff dalam artikelnya yang berjudul Self-Compassion: An Alternative Conceptualization of a Healthy Attitude Toward Oneself menjelaskan bahwa kepercayaan diri yang sehat juga didukung oleh self-compassion, ialah keahlian memperlakukan diri sendiri dengan penuh kebaikan saat mengalami kegagalan alias kekurangan, tanpa terus-menerus menghakimi diri sendiri.
Sikap ini membantu seseorang lebih bisa bangkit setelah menerima kritik alias mengalami kegagalan.
8 Kebiasaan orang yang punya percaya diri tinggi dan pendirian teguh
Orang yang percaya diri tidak selalu berani tampil di depan orang. Dalam kehidupan sehari-hari, rasa percaya diri justru sering tercermin dari kebiasaan dan langkah seseorang menghadapi beragam situasi, mulai dari menerima kritik, menetapkan batasan, hingga mengakui kesalahan.
Berikut beberapa kebiasaan yang kerap dimiliki orang dengan rasa percaya diri tinggi dan pendirian yang teguh.
1. Tidak terburu-buru membalas saat dihina
Orang yang mempunyai rasa percaya diri yang sehat condong tidak terpancing membalas hinaan dengan langkah yang sama. Mereka memilih merespons setelah emosi mereda alias mengabaikan komentar yang memang tidak perlu ditanggapi.
Orang yang betul-betul percaya diri memahami nilai dengan mengambil jalan yang lebih baik. Ketika mereka merasa tidak dihargai, mereka tidak membalas dengan langkah yang sama. Mereka meredakan situasi dengan tidak menanggapi.
2. Berani mengatakan "tidak"
Mengatakan tidak tidak selalu dikaitkan dengan perihal negatif, melainkan langkah untuk mengkomunikasikan batasan. Orang percaya diri memandang mengatakan "tidak" sebagai langkah melindungi diri.
Mereka bisa mempertahankan keputusan yang dianggap tepat meski tidak selalu disetujui orang lain, selama keputusan tersebut tidak merugikan orang lain.
Orang yang percaya diri mengkomunikasikan kebutuhan dan batas mereka dengan jelas, tanpa rasa bersalah. Alih-alih melihatnya sebagai penolakan langsung, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk membebaskan lebih banyak ruang pikiran dan kejelasan dalam hidup mereka.
Ketika seseorang terus-menerus memprioritaskan kebutuhan orang lain maka bakal mengalami kelelahan.
Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, secara konsisten mengorbankan perawatan diri untuk orang lain dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kortisol, gangguan tidur, dan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Ada batas seberapa banyak yang dapat orang tanggung sebelum mulai merasa kelelahan.
3. Menjaga kontak mata saat berbicara
Orang yang mempunyai rasa percaya diri yang sehat umumnya bisa menjaga kontak mata saat berbicara, baik ketika menyampaikan pendapat, mendengarkan musuh bicara. Kontak mata dapat menjadi salah satu corak komunikasi nonverbal yang menunjukkan perhatian dan keterlibatan dalam percakapan.
Namun, krusial dipahami bahwa kontak mata bukan satu-satunya tanda seseorang percaya diri. Kemampuan menjaga kontak mata juga dapat dipengaruhi oleh budaya, kepribadian, maupun kondisi tertentu, seperti kekhawatiran sosial alias autisme. Karena itu, menghindari kontak mata tidak selalu berfaedah seseorang kurang percaya diri.
4. Tidak meninggikan bunyi saat marah
Orang yang percaya diri bukan berfaedah tidak pernah marah. Namun, mereka condong berupaya menyampaikan pendapat dengan tenang tanpa kudu membentak alias meninggikan nada bicara. Saat menghadapi situasi yang membikin frustrasi, mereka lebih memilih mengelola emosi agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan tidak memperkeruh keadaan.
Kemampuan mengendalikan emosi dan berkomunikasi secara tenang dapat membantu membangun percakapan yang lebih efektif. Dengan langkah ini, kedua belah pihak mempunyai kesempatan untuk saling menyampaikan pendapat dan mencari solusi tanpa kudu didominasi oleh luapan emosi.
5. Tidak terlalu berjuntai pada penilaian orang lain
Orang yang percaya diri tetap terbuka terhadap masukan, tetapi tidak mudah mengubah pendapat hanya demi memperoleh persetujuan dari orang lain.
Mereka memahami bahwa pendapat orang lain dapat menjadi bahan evaluasi, namun tidak selalu menentukan nilai diri mereka.
Dalam teori Self-Determination Theory, motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsic motivation) berangkaian dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik dibandingkan jika seseorang hanya mengejar pengakuan dari luar.
6. Berani meninggalkan situasi yang tidak sehat
Ketika percakapan berubah menjadi saling merendahkan alias tidak lagi produktif, orang yang percaya diri condong memilih mengakhiri pembicaraan daripada terus terlibat dalam perdebatan yang tidak membangun.
Mereka memahami bahwa mempertahankan batas yang sehat terkadang berfaedah mengambil keputusan yang tidak disukai semua orang.
Kemampuan menetapkan batas (boundaries) merupakan salah satu aspek krusial dalam hubungan interpersonal yang sehat. Dengan menetapkan batasan, seseorang dapat melindungi kesejahteraan emosionalnya sekaligus mendorong terciptanya komunikasi yang lebih saling menghargai.
7. Selektif memilih lingkungan pertemanan
Orang yang percaya diri condong mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang saling menghargai, mendukung, dan memberikan pengaruh positif. Mereka juga lebih berani menjaga jarak dari hubungan yang terus-menerus membikin mereka merasa tidak dihargai alias tidak nyaman.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas support sosial berangkaian dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Karena itu, mempunyai hubungan yang sehat dan saling mendukung dinilai lebih krusial daripada sekadar mempunyai banyak teman.
8. Berani mengakui kesalahan
Percaya diri bukan berfaedah merasa selalu benar. Sebaliknya, orang yang mempunyai rasa percaya diri yang sehat bisa mengakui kesalahan dan bersedia belajar dari pengalaman tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa intellectual humility alias kerendahan hati intelektual berangkaian dengan keterbukaan terhadap info baru, kesediaan mengevaluasi kembali kepercayaan yang dimiliki, serta keahlian mengakui ketika diri sendiri keliru.
Sikap ini dapat membantu seseorang belajar dari kesalahan dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Meski bersedia mengakui kesalahan, mereka juga tidak mudah mengubah kepercayaan hanya lantaran mendapat tekanan. Jika memang terbukti keliru, mereka bersedia memperbaikinya berasas fakta.
Sebenarnya, tidak semua orang menunjukkan rasa percaya diri dengan langkah yang sama. Faktor kepribadian, pengalaman hidup, budaya, hingga kondisi kesehatan mental juga dapat memengaruhi langkah seseorang bersikap dalam beragam situasi.
Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan seperti bisa mengelola emosi, menetapkan batasan, terbuka terhadap masukan, dan menjaga hubungan yang sehat dapat membantu seseorang membangun kepercayaan diri yang lebih baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·