Membaca berita/Foto: Pexels.com/Beyzanur K.
Meta Desc: Mengonsumsi info secara lebih bijak, sadar, dan terarah dapat membantu mendapatkan info tanpa menimbulkan kelelahan mental setelahnya.
Sering merasa hopeless dengan buletin negatif akhir-akhir ini? Saking hopeless-nya kesehatan mental turut terseret akibat buruknya.
Dalam Reuters Institute's Digital News Report 2025 ditemukan bahwa 40% orang di seluruh bumi berakhir membaca buletin akibat terlalu banyak mengonsumsi info negatif. Membaca buletin membikin mereka merasa tertekan, kewalahan, dan tidak berdaya.
Rasa tertekan biasanya muncul di celah antara besarnya kepedulian dan sungguh terbatasnya perihal yang bisa dilakukan terhadap sebagian besar info yang diserap.
Dicelah inilah peran mengonsumsi info secara lebih sadar dan terarah itu penting. Dibarengi juga dengan melakukan apa pun yang betul-betul bisa dilakukan untuk membantu, alih-alih bersikap acuh tak acuh alias justru menutup diri sepenuhnya.
Lantas, langkah apa yang bisa dilakukan untuk tetap mendapatkan info secara lebih bijak dan terarah, tanpa menimbulkan burnout? Berikut daftarnya menurut pakar.
1. Menetapkan Batasan dalam Mengonsumsi Berita

Membaca berita/Foto: Pexels.com/Erik Mclean
Cara ini sangat direkomendasikan oleh master kesehatan mental lantaran dapat membantu mengurangi kecemasan, kewalahan, dan overthinking yang berlebihan.
“Tanpa boundaries, Anda bisa dengan mudah terus-menerus menyerap info yang berat dan menyakitkan. Apalagi arus buletin tidak pernah putus,” ujar Saba H. Lurie, LMFT, pendiri Take Roof Therapy, pada Real Simple.
Tetapkan kapan dan berapa lama kudu membaca berita. Ben Mushlin LCSW, pendiri sekaligus CEO Searchlight Therapy menyarankan untuk menjauh dari paparan buletin pada 20 menit pertama dan terakhir hari.
“Tentukan waktu unik untuk memantau berita, alih-alih membiarkannya menyusup ke setiap celah waktu dalam keseharian,” sarannya.
2. Perhatikan Sumber Informasi

Membaca berita/Foto: Pexels.com/Anastasia Shuraeva
Sama halnya dengan bergosip secara langsung, kita tidak selalu bisa mempercayai sumber yang memberikan info alias mengetahui emosi apa yang sedang media bangkitkan.
Mushlin menyarankan untuk membaca satu sumber yang mendalam, alih-alih beragam tulisan yang menyajikan fakta-fakta berbeda.
“Satu tulisan panjang yang disusun dengan jeli bakal memberikan info yang lebih baik daripada lima puluh potongan buletin yang sarat muatan emosional,” ujar Mushlin.
Kuantitas buletin yang dibaca dapat memicu kegelisahan, sementara kedalaman isi buletin memberikan pemahaman yang utuh dan jelas.
3. Bertindak: Sekecil Apa pun

Aktivis yang menyuarakan kebebasan dan kedamaian/Foto: Pexels.com/Thirdman
Saran ini mungkin yang paling penting. Saat merasa putus asa memandang kondisi bumi dan buletin jelek yang beredar, kita bisa melakukan sesuatu yang sifatnya membantu. Misalnya menandatangi petisi, berdonasi, alias terjun langsung ke lokasi.
Tindakan yang dilakukan tidak kudu besar. Keterlibatan positif meski hanya dalam perihal mini dapat meredakan rasa tertekan akibat info yang diterima.
“Mengetahui tentang sesuatu yang menyakitkan namun merasa sama sekali tidak berkekuatan untuk melakukan apa-apa bisa mematahkan semangat. Rasa itu justru dapat memperparah burnout dan depresi,” ujar Lurie.
4. Kenali Konten Pemicu Amarah

Membaca berita/Foto: Pexels.com/Mathias Reding
In this economy, banyak orang memproduksi konten yang dirancang demi mendulang klik dan memicu amarah, bukan untuk memberikan info yang jelas dan runtut.
“Ada konten yang tidak dibuat untuk memberikan informasi. Konten dirancang hanya untuk memancing emosi, lantaran kemarahan pembacalah yang menjadi produknya,” jelas Mushlin.
Jadi, tetap waspada terhadap konten-konten clickbait. Biasanya konten clickbait menggunakan bahasa yang sensasional, kurangnya konteks, dan unsur penarik perhatian yang memecah belah.
Itulah empat langkah agar tetap waras ketika mengonsumsi berita. Perlu dicatat bahwa situasi dalam mengonsumsi buletin tidaklah sama bagi setiap orang.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)