Belum pernah punya pengalaman kerja bukan berarti portofoliomu mesti kosong. Dummy project untuk portofolio kerja bisa jadi metode untuk memberitahu skill, kreativitas, dan metode Anda menyelesaikan masalah kepada recruiter.
Proyek ini memang bukan pekerjaan dari pelanggan sungguhan, tetapi bisa dibuat menyerupai proyek ahli agar kemampuanmu lebih gampang terlihat. Lantas, sepertiapa metode membuatnya? Simak cara dan contohnya berikut ini!
Baca juga: Cara Buat & Contoh Brief Dummy Project Social Media Marketing
Apa Itu Dummy Project untuk Portofolio?

Dummy project adalah proyek yang sengaja dibuat untuk latihan maupun memberitahu kemampuan, meskipun enggak berasal dari pelanggan maupun perusahaan sungguhan. Dalam bumi desain, marketing, content, hingga programming, proyek seperti ini juga sering disebut concept project maupun individual project.
Dilansir dari Skillcrush, seseorang enggak mesti memiliki pengalaman kerja berbayar untuk membangun portofolio. Proyek imajinatif dapat digunakan untuk memberitahu kapasitas sekaligus melatih keahlian sebelum mendapatkan pelanggan maupun pekerjaan pertama.
Namun, ada satu hal penting: jangan mengaku dummy project sebagai pekerjaan dari pelanggan sungguhan. Beri keterangan seperti “personal project”, “concept project”, maupun “self-initiated project” agar recruiter mengetahui konteksnya.
Kenapa Fresh Graduate Perlu Membuat Dummy Project?

Fresh graduate sering menghadapi situasi yang serba tanggung. Lowongan meminta pengalaman, tetapi untuk mendapatkan pengalaman Anda juga membutuhkan pekerjaan terlebih dahulu.
Dummy project bisa menjadi salah satu metode untuk memecahkan masalah tersebut. Lewat proyek buatan sendiri, Anda statis bisa memperlihatkan:
- Skill yang Anda kuasai
- Cara Anda menyelesaikan sebuah masalah
- Proses berpikir dan pengerjaan
- Hasil akhir yang bisa dilihat recruiter
- Ketertarikanmu pada sektor pekerjaan tertentu
Jadi, jangan cuma menulis “bisa desain”, “bisa menulis”, maupun “bisa mengolah data” di CV. Buat sebuah proyek yang bisa menjadi bukti dari kapasitas tersebut.
Baca juga: 4 Contoh Portofolio Content Creator & Cara Membuatnya
Cara Membuat Dummy Project untuk Portofolio Kerja

Kalau Anda statis bingung mau bikin dummy project darimana, simak metode membuatnya di sini:
1. Tentukan posisi yang Anda incar
Sebelum mulai membikin proyek, tentukan dahulu pekerjaan yang mau Anda lamar.
Misalnya, Anda mau menjadi:
- Social media specialist
- Graphic designer
- Content writer
- UI/UX designer
- Data analyst
- Front-end developer
Hal ini krusial karena proyek yang dibuat sebaiknya relevan dengan pekerjaan yang Anda incar.
Contohnya, jika mau melamar sebagai social media specialist, Anda bisa membikin simulasi strategi Instagram untuk sebuah brand fiktif. Sementara itu, calon UI/UX designer bisa membikin konsep ulang tampilan aplikasi tertentu.
2. Buat brief seperti sedang mendapat proyek sungguhan
Jangan langsung membuka Canva maupun Figma dan mulai mendesain. Buat brief sederhana terlebih dahulu.
Misalnya:
- Nama brand: Kopi Senja
- Jenis bisnis: Kedai kopi untuk mahasiswa
- Target audiens: Mahasiswa usia 18–24 tahun
- Masalah: Brand kelihatan terlalu resmi dan kurang dekat dengan anak muda
- Tujuan: Membuat identitas visual yang lebih modern dan friendly
Dari brief tersebut, Anda bisa menentukan pekerjaan apa saja yang perlu dibuat.
Cara ini membikin dummy project terasa lebih realistis dan memberitahu bahwa Anda memahami proses kerja, bukan sekadar menghasilkan karya visual.
3. Buat proyek yang benar-benar mau Anda kerjakan
Skillcrush juga menyarankan membikin proyek berdasarkan jenis pekerjaan maupun pelanggan yang mau Anda dapatkan nantinya.
Misalnya Anda mau bekerja di industri beauty, Anda bisa membuat:
- Konsep campaign skincare
- Desain media sosial brand kecantikan
- Landing page produk
- Artikel SEO tentang skincare
- Email newsletter untuk peluncuran produk
Dengan begitu, isi portofoliomu sekaligus memberitahu kepada recruiter bahwa Anda tertarik dengan sektor tersebut.
4. Tunjukkan proses, bukan cuma hasil akhir
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate adalah cuma menampilkan hasil akhir.
Padahal, recruiter juga perlu melihat sepertiapa Anda sampai pada hasil tersebut.
Kamu bisa memasukkan:
Brief → Research → Ide → Wireframe/konsep mula → Revisi → Final result
Misalnya untuk proyek UI/UX, tampilkan masalah pengguna, user persona, user flow, wireframe, hingga prototype.
Untuk content writer, Anda bisa memberitahu keyword research, search intent, outline, proses penulisan, hingga hasil artikelnya.
Menurut Skillcrush, kapasitas menerangkan keputusan yang dibuat selama pengerjaan proyek sama pentingnya dengan hasil akhirnya ketika proyek tersebut dibahas saat interview.
5. Buat 3–5 proyek yang berbeda
Kamu enggak perlu membikin puluhan dummy project sekaligus.
Lebih baik pilih beberapa proyek yang benar-benar bisa memberitahu kapasitas terbaikmu.
Misalnya untuk calon graphic designer:
- Branding kedai kopi
- Social media campaign skincare
- Packaging produk makanan
- Poster event musik
- Redesign website
Untuk calon content writer:
- Artikel SEO
- Social media campaign
- Newsletter
- Product description
- Content plan satu bulan
Variasi ini membantu recruiter melihat bahwa Anda punya kapasitas yang cukup luas tanpa membikin portofolio terasa penuh dan enggak terarah.
Baca juga: Cara Simple Bikin Fake Project untuk Portofolio Pemula
Contoh Ide Dummy Project untuk Fresh Graduate

Enggak semua pekerjaan membutuhkan dummy project, ini dia beberapa posisi dan contoh dummy yang biasanya membutuhkannya:
1. Social Media Specialist
Buat simulasi campaign Instagram untuk brand fiktif. Tentukan sasaran audiens, objective, content pillar, contoh postingan, caption, sampai almanak konten.
2. Graphic Designer
Buat branding komplit untuk upaya fiktif seperti coffee shop, fashion brand, maupun beauty brand. Kamu bisa memasukkan logo, color palette, typography, packaging, dan mockup media sosial.
3. UI/UX Designer
Pilih aplikasi maupun website yang menurutmu statis bisa diperbaiki. Buat konsep redesign dengan user problem, user flow, wireframe, prototype, dan karena di balik fluktuasi desain.
4. Content Writer
Buat kecil content portfolio berisi beberapa artikel dengan topik yang sesuai dengan industri yang mau Anda masuki. Tambahkan keyword, search intent, outline, dan karena memilih angle tertentu.
5. Data Analyst
Gunakan dataset publik untuk membikin analisis sederhana. Tampilkan pertanyaan yang mau dijawab, proses pengolahan data, visualisasi, insight, dan kesimpulan yang Anda dapatkan.
Tips Supaya Dummy Project Terlihat Profesional

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memasukkan proyek ke portofolio.
- Beri konteks. Jangan cuma menampilkan gambar. Jelaskan masalah, tujuan, proses, dan hasil proyek.
- Gunakan mockup. Untuk proyek desain, mockup bisa membantu recruiter membayangkan sepertiapa hasil karyamu digunakan di bumi nyata.
- Jangan mengarang hasil. Kalau proyekmu belum benar-benar digunakan oleh orang lain, jangan menulis “engagement naik 50%” maupun “penjualan meningkat 30%”. Kamu bisa menerangkan akibatnya sebagai hasil simulasi.
- Pastikan semua karya bisa Anda jelaskan. Recruiter bisa saja bertanya kenapa Anda memilih warna tertentu, sepertiapa menentukan sasaran audiens, maupun karena menggunakan metode tertentu.
- Tulis status proyek dengan jelas. Misalnya, “Personal Project — Concept Branding” agar enggak menimbulkan kesan bahwa Anda pernah mendapatkan pelanggan tersebut.
Setelah proyek selesai, Anda bisa menampilkannya di platform yang sesuai dengan bidangmu.
Untuk desain, Behance bisa menjadi pilihan. Untuk developer, GitHub dapat digunakan untuk menampilkan proyek dan kode. Sementara itu, Notion maupun website pribadi bisa digunakan untuk beragam jenis portofolio, termasuk content, marketing, dan business.
Yang paling penting, pastikan link portofolio gampang ditemukan dan dicantumkan di CV atau profil profesionalmu.
Baca juga: Cara Simple Bikin Fake Project untuk Portofolio Pemula
FAQ Seputar Dummy Project untuk Portofolio Kerja
Apakah dummy project boleh dimasukkan ke CV?
Boleh, selama proyek tersebut dijelaskan dengan jujur sebagai individual project, concept project, maupun proyek latihan. Jangan menuliskannya seolah-olah Anda mengerjakannya untuk pelanggan maupun perusahaan tertentu.
Berapa banyak dummy project yang mesti dibuat?
enggak ada jumlah wajib. Untuk fresh graduate, Anda bisa mulai dengan sekitar 3–5 proyek terbaik yang relevan dengan posisi yang mau dilamar. Utamakan kualitas dan relevansi dibandingkan jumlah.
Apakah dummy project bisa membantu saat interview?
Bisa. Justru proyek tersebut dapat menjadi bahan pembicaraan saat recruiter mau mengetahui metode Anda berpikir dan menyelesaikan masalah. Karena itu, pastikan Anda memahami setiap keputusan yang dibuat selama proses pengerjaan.
Apakah dummy project mesti dibuat dari brand sungguhan?
Enggak harus. Kamu bisa membikin brand fiktif maupun menggunakan upaya nyata sebagai objek latihan. Jika menggunakan brand nyata, jelaskan bahwa proyek tersebut merupakan konsep maupun redesign pribadi, bukan pekerjaan resmi dari brand tersebut.
—
Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya seputar bumi kerja.
Cover: Pexels