Cara Membuat Kebun Sayuran Di Rumah Untuk Menghemat Belanja Bulanan

Jun 11, 2026 10:00 PM - 3 jam yang lalu 116

Jakarta -

Menanam sayuran di rumah bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menghemat pengeluaran shopping bulanan. Selain itu, Bunda juga dapat menikmati hasil panen segar yang ditanam dan dirawat sendiri.

Bagi pemula, memulai kebun sayur mungkin terasa cukup menantang. Namun, dengan perencanaan yang tepat, kegiatan bertani bisa menjadi kegemaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Mulai dari memilih letak tanam, menentukan jenis sayuran, hingga menata kebun dengan baik, ada beberapa perihal krusial yang perlu Bunda perhatikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara membikin kebun sayuran di rumah untuk menghemat shopping bulanan

Dilansir Better Homes & Gardens, berikut langkah menanam sayuran di rumah untuk membantu Bunda memperoleh hasil panen yang optimal:

1. Mulai dengan lahan kecil

Memulai dari lahan yang mini dapat membantu Bunda meraih kesuksesan dalam berkebun. Bunda bakal lebih puas dengan hasil kebun mini dan tidak terlalu kewalahan dengan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk kebun besar.

Mempelajari beberapa dasar bertani terlebih dulu memastikan Bunda menginvestasikan waktu dan duit dengan bijak.

Bunda dapat memilih paling tidak lima varietas sayur yang berbeda dan tanam beberapa dari masing-masing varietas tersebut.

2. Tanam apa yang Bunda dan family suka makan

Pikirkan tentang sayuran dan rempah-rempah yang paling Bunda dan family sukai untuk disantap bersama. Adapun beberapa aspek yang dapat Bunda pertimbangkan seperti berikut ini:

  • Pilih varietas dengan cermat: Setiap varietas sayuran mempunyai karakter unik yang unik. Mulai dengan memilih sayuran yang paling disukai, lampau teliti ukuran dan persyaratan perawatannya secara spesifik.
  • Produktivitas: Pertimbangkan kebiasaan konsumsi keluarga. Ini bakal membantu Bunda menentukan berapa banyak bibit alias tanaman yang perlu ditanam sekaligus.
  • Tanaman berturut-turut: Menanam sayuran yang tahan cuaca dingin dan hangat di kebun memastikan panen sayuran dan rempah-rempah berkelanjutan.

3. Pilih letak untuk taman

Terlepas dari letak kebun alias apa yang tumbuh di dalamnya, dua aspek krusial menentukan keberhasilan keseluruhannya, ialah air dan sinar matahari.

  • Sinar mentari yang cukup sangat dibutuhkan: Sayuran, seperti semua tanaman, berjuntai pada sinar mentari untuk fotosintesis. Sayuran yang tumbuh paling sigap bakal subur jika berada di bawah sinar mentari penuh, setidaknya selama 6 hingga 8 jam setiap hari.
  • Pertimbangkan akses air yang mudah: Penyiraman yang sering sangat krusial selama beberapa minggu pertama setelah biji berkecambah alias bibit dipindahkan lantaran membantu akar dan batangnya menjadi sekuat mungkin. Setelah tanaman tumbuh dengan baik, lebih efektif untuk menyiram secara mendalam setiap beberapa hari sekali.

4. Rencanakan tata letak kebun sayur

Pilihlah sistem penanaman berbanjar alias penanaman intensif, masing-masing mempunyai kelebihannya sendiri.

  • Tanaman baris

Tanam tanaman dalam barisan tunggal dengan jarak minimal 45 cm agar Bunda dapat melangkah dengan mudah di antara tanaman.

Pendekatan ini paling masuk logika untuk kebun sayur yang luas lantaran barisan memudahkan penggunaan peralatan mekanis, seperti mesin pengolah tanah, untuk melenyapkan gulma.

Kekurangannya adalah ruang yang dialokasikan untuk jalan setapak mengurangi jumlah sayuran yang dapat ditanam.

  • Pertanian intensif

Tingkatkan produktivitas kebun dengan penanaman intensif, yang berfaedah menanam dua alias tiga tanaman berdekatan dalam bedengan selebar sekitar 1,2 meter alias disebut juga baris lebar. Benih ditabur alias bibit ditempatkan sedemikian rupa sehingga daunnya nyaris bergesekan saat dewasa.

Pendekatan ini, yang menggunakan nyaris setiap inci persegi tanah yang telah disiapkan, bekerja dengan baik untuk sebagian besar jenis sayuran, selain sayuran merambat seperti mentimun.

Kekurangan dari metode ini adalah Bunda kudu menyiangi gulma secara manual lantaran tanaman tumbuh sangat berdekatan.

5. Semai tanaman di tanah yang subur

Untuk panen terbaik, kebun sayur memerlukan tanah terbaik yang dapat diberikan. Tanah yang kaya dan sehat adalah sesuatu yang dapat Bunda ketahui saat merasakannya, seperti mudah digali dan mempunyai drainase yang baik.

Tanah yang kaya unsur hara berkedudukan krusial dalam mendukung pertumbuhan sayuran. Karena itu, pastikan media tanam mempunyai kandungan bahan organik yang cukup agar tanaman dapat berkembang dengan optimal.

Untuk meningkatkan kualitas media tanam, Bunda bisa menambahkan kompos, pupuk kandang, alias lumut gambut kering. Bahan-bahan ini membantu memperbaiki struktur tanah, menjaga drainase tetap baik, serta mendukung perkembangan akar yang lebih sehat.

6. Menghadapi hama

Gulma bersaing dengan sayuran untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi. Jadi, krusial untuk meminimalkannya.

Mulsa dan jerami bersih alias kompos dapat mencegah gulma tumbuh di sekitar tanaman yang lebih besar seperti tomat. Gunakan pacul untuk mencegah bibir gula yang muncul.

Nah, itulah beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk membikin kebun sayur di rumah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya