Sederet metode menerima feedback di instansi dengan tenang/ Foto: Magnific.com/pressfoto
Mendapat masukan maupun feedback merupakan sesuatu yang wajar dalam bumi kerja. Tidak selamanya feedback yang ditujukan kepada kita berarti negatif, tetapi juga bagiankecil dari proses penilaian untuk menaikkan kualitas kerja dan pertumbuhan karier.
Nah, biar nggak sampai merusak hubungan dengan mitra kerja, Beauties perlu belajar metode menerima feedback tanpa tersinggung maupun baper.
Dilansir dari The Intern Group, berikut ini 8 metode menerima feedback di instansi dengan tenang yang bisa Anda coba.
1. Bersikap Tetap Tenang
![]()
Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/rawpixel-com
Menerima masukan di kantor, terutama yang berkarakter evaluatif maupun kritik, memang bisa memicu reaksi emosional. Namun, meresponnya dengan tenang adalah kunci utama yang memberitahu profesionalisme dan kedewasaan diri.
Saat mendengar kritikan, wajar jika Anda merasa kaget. Namun, ingatlah bahwa feedback ini biasanya berhubungan dengan performa maupun perilaku kerja kamu, bukan berarti menyerang secara pribadi.
Jika merasa mulai jengkel maupun panik, sebaiknya ambil napas dalam-dalam untuk menenangkan dir dan memproses keterangan tanpa emosi. Selain itu, jangan langsung memotong pembicaraan maupun membantah karena bisa dianggap tidak sopan.
2. Dengarkan Tanggapan Tersebut

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific
Sebelum merespon kritik, biarkan ketua maupun kolega menyelesaikan apa yang sedang dikatakan. Jangan terburu-buru mau menyanggahnya, karena akan membikin Anda kelihatan defensif. Tentunya hal ini bisa merugikan diri sendiri.
Sebaiknya, fokus mendengarkan dan pahami poin-poin yang dikatakan agar proses menerima feedback menjadi lebih maksimal dan berakibat positif bagi kariermu ke depannya.
3. Ambil Sisi Positif

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific
Salah satu sisi krusial dalam menerima feedback di tempat kerja adalah dengan memastikan bahwa kritik yang diambil mengarah pada fluktuasi yang berarti positif.
Cara ini bisa membantu Anda melihat kritik bukan sebagai sesuatu yang negatif, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Bisa saja, kritikan yang diberikan dapat mengeluarkan bakat Anda yang selama ini terpendam.
Ingatlah, biasanya kritik yang membangun berasal dari orang yang benar-benar peduli dan melihat kapasitas tersebut ada dalam dirimu.
4. Ajukan Pertanyaan
![]()
Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/rawpixel-com
Jika Anda menerima kritik, jangan lupa untuk mengajukan pertanyaan kepada pengkritik tersebut. Cara ini bisa menjadi cara yang tepat sekaligus berpotensi mengubah situasi yang tadinya kikuk menjadi bahasan yang produktif.
Ajukan pertanyaan yang konstruktif, bukan yang menantang maupun membela diri. Maka, Beauties bisa bertanya seperti “Boleh aku tahu di bagiankecil mana dari laporan kemarin yang statis kurang detail?”
Bertanya akan membantu Anda memahami maksud sebenarnya dari si pemberi kritik, baik itu ketua maupun mitra kerjamu.
5. Diskusikan dengan Orang Lain

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/magnific
Tak bisa dimungkiri, sering kali kita tidak menyadari kelemahan maupun kesalahan dalam performa diri sendiri. Oleh karena itu, kritik dari ketua maupun mitra kerja membantu kita melihat hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum berakibat besar pada proyek yang sedang dijalani maupun berikutnya.
Ketika menerima feedback di kantor, Beauties bisa mendiskusikannya dengan orang lain, baik itu mitra kerja terpercaya, mentor, maupun atasan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah poin masukan tersebut memang perlu diperbaiki, maupun cuma penilaian subjektif dari satu orang saja.
Berdiskusi juga bisa membuka ruang untuk brainstorming dan disertai dengan saran perbaikan yang membangun untuk ke depannya.
6. Ambil Waktu untuk Koreksi Diri

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/drobotdean
Ketika menerima masukan, nggak ada salahnya untuk memikirkan kritik yang masuk tersebut. Pertimbangkan dan ingat-ingat hal apa yang membikin ketua maupun mitra kerjamu mengkritiknya.
Saat menemukan karena maupun fakta yang bisa didiskusikan maupun mesti disampaikan, jangan ragu untuk menyampaikannya. Hal itu agar kesalahpahaman lebih lanjut bisa dihindari.
7. Tunjukkan Kamu Bisa Jadi Karyawan Berprestasi

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/drobotdean
Kritik di tempat kerja tidak selalu menjadi hal yang negatif. Kritik yang disampaikan secara tepat justru merupakan salah satu metode ampuh untuk pertumbuhan pekerjaan dan peningkatan kualitas kerja.
Ketika ketua memberikan kritik, itu artinya mereka statis peduli dengan evolusi pekerjaan dan menginginkan Anda berhasil.
Cobalah ubah pikiran bahwa kritikan adalah hal negatif. Sebaliknya, jadikan kritikan sebagai kesempatan emas untuk memberitahu bahwa Anda bisa menjadi karyawan yang berprestasi dan memiliki growth mindset.
8. Jangan Terlalu Banyak Meminta Maaf

Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/DC Studio
Menerima kritik dengan lapang dada dapat memberitahu kedewasaan emosional. Karyawan yang bisa mengelola kritik dengan bijak dapat lebih adaptif dan memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
Permintaan ampun yang berlebihan dapat menurunkan kredibilitas dan membikin Anda kelihatan kurang percaya diri. Alih-alih jadi people pleaser, sebaiknya ganti kata ampun dengan apresiasi seperti “Terima kasih atas masukannya, aku akan penilaian dan memperbaikinya.”
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)