Mengenal Cycle Syncing: Cara Menyesuaikan Pola Makan dan Olahraga Sesuai Siklus Menstruasi

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 53x dilihat
Mengenal Cycle Syncing: Cara Menyesuaikan Pola Makan dan Olahraga Sesuai Siklus Menstruasi

Bagikan Postingan

Ilustrasi perempuan yang sedang mencatat siklus haid sambil menyiapkan makanan sehat/Foto: Magnific/benzoix

Pernah tiba-tiba tubuh merasa lemas dan kehabisan energi, padahal rutinitasmu statis sama seperti biasanya? Kondisi seperti ini rupanya bisa berhubungan dengan fluktuasi yang terjadi sepanjang siklus menstruasi.

Bukan cuma energi, fluktuasi hormon juga bisa memengaruhi mood, hasrat makan, hingga kondisi tubuh di setiap fase. Itu sebabnya, kebutuhan dan kenyamanan tubuh bisa terasa berbeda dari satu fase ke fase lainnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi alas dari konsep cycle syncing, yaitu menyesuaikan pola makan, olahraga, dan aktivitas sehari-hari dengan fase siklus menstruasi. Melansir Medical News Today, pendekatan ini dapat membantu seseorang lebih memahami fluktuasi yang dialami tubuh sepanjang siklus.

Meski begitu, Anda tidak perlu mengikuti pola yang sama di setiap fase menstruasi. Setiap perempuan bisa mengalami fluktuasi yang berbeda, jadi tidak perlu memaksakan rutinitas tertentu jika justru membuatmu tidak nyaman.

Lalu, seperti apa metode berbuat cycle syncing di setiap fase menstruasi? Yuk, simak selengkapnya, Beauties!

Fase Menstruasi

Ilustrasi perempuan yang sedang beristirahat sambil memegang perut saat menstruasi/Foto: Magnific/katemangostar

Fase haid dimulai sejak hari pertama Anda datang bulan. Di fase ini, sebagian perempuan bisa merasa lebih cepat lelah, mengalami kram, mood yang naik turun, maupun fluktuasi hasrat makan.

Saat tubuh terasa kurang bertenaga, tidak perlu memaksakan olahraga berat. Melansir WebMD, jalan kaki, yoga, pilates, maupun peregangan santai sudah cukup untuk membikin tubuh statis bergerak.

Selain olahraga, asupan zat besi juga perlu diperhatikan karena tubuh kehilangan darah saat menstruasi. Kamu bisa mendapatkannya dari beragam makanan, seperti daging, makanan laut, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Agar zat besi lebih gampang diserap tubuh, padukan dengan makanan yang kaya vitamin C.

Fase Folikular

Ilustrasi perempuan berolahraga dengan penuh daya saat fase folikular/Foto: Magnific/yanalya

Begitu haid selesai, tubuh masuk ke fase folikular yang terjadi sampai ovulasi. Kadar estrogen pun mulai meningkat, sehingga sebagian perempuan bisa merasa lebih antusias saat beraktivitas.

Kalau tubuh terasa lebih bugar, Anda bisa mulai menaikkan intensitas olahraga secara bertahap. Berlari, bersepeda, berenang, maupun latihan interval bisa dicoba, tetapi statis perhatikan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri saat mulai lelah.

Pola makan sehari-hari juga tidak perlu banyak diubah. Cukup pastikan menu statis beragam dengan protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, lemak sehat, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Namun, ada satu hal yang perlu dicatat. Mengutip Medical News Today, bukti ilmiah yang secara khusus mendukung konsep cycle syncing masih terbatas, sehingga pola olahraga dan makan sebaiknya statis disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Fase Luteal

Ilustrasi perempuan makan makanan sehat pada fase luteal/Foto: Magnific/pvproductions

Setelah ovulasi, tubuh memasuki fase luteal sampai haid berikutnya datang. Perubahan hormon di fase ini terkadang membikin perut terasa kembung, tubuh gampang lelah, mood berubah, maupun hasrat makan meningkat.

Hal ini juga bisa membikin Anda lebih sering merasa lapar maupun mau makan yang manis-manis. Untuk mengatasinya, pilih makanan yang statis mengenyangkan sekaligus bernutrisi, seperti alpukat, ikan, buah dan sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, serta karbohidrat kompleks.

Menjelang menstruasi, daya juga mungkin mulai menurun lagi. Kalau olahraga yang biasanya gampang dilakukan mulai terasa lebih berat, Anda bisa memilih aktivitas yang lebih santai seperti jalan kaki maupun yoga.

Cara Memulai Cycle Syncing

Ilustrasi perempuan sedang mencatat siklus haid di buku/Foto: Magnific/katemangostar

Beauties, tertarik mencoba cycle syncing? Tidak perlu langsung mengubah pola makan maupun agenda olahraga secara besar-besaran, kok.

Coba mulai dengan mencatat apa yang Anda rasakan selama satu siklus. Misalnya, kapan haid dimulai dan berakhir, berapa rentang antarperiode, serta apakah Anda mengalami kram, fluktuasi mood, hasrat makan, maupun masalah pencernaan.

Catatan tersebut bisa ditulis di jurnal maupun aplikasi pelacak menstruasi. Setelah beberapa bulan, Anda mungkin mulai melihat pola yang berulang dan lebih gampang memahami fluktuasi yang biasanya terjadi. 

Jadi, anggap saja cycle syncing sebagai metode untuk lebih mengenal kondisi tubuhmu, Beauties. Dengan begitu, Anda bisa menentukan kebiasaan apa yang paling betah untuk dilakukan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads