Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 26 Sep 2026 08:00 WIB
Makanan anti-inflamasi dapat membantu melengkapi pola makan yang mendukung respons alami tubuh/Foto: Magnific
Inflamasi merupakan respons alami tubuh saat menghadapi cedera maupun infeksi. Namun, peradangan yang terjadi dalam jangka panjang dapat berhubungan dengan beragam masalah kesehatan. Selain corak hidup secara keseluruhan, pola makan juga menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung respons peradangan tubuh.
Jepang sendiri dikenal memiliki pola makan yang banyak memasukkan ikan, sayuran, kedelai, serta beragam bahan makanan untuk mengurangi peradangan karena hamil senyawa bioaktif.
Lantas, makanan apa saja yang direkomendasikan ahli gizi Jepang Michiko Tomioka, untuk membantu menerapkan pola makan anti-inflamasi? Simak selengkapnya dalam artikel yang membahas tentang makanan anti peradangan yang dilansir dari CNBC berikut ini!
Konyaku

Makanan anti-inflamasi seperti konyaku dapat menjadi pilihan dalam pola makan sehari-hari/Foto: Magnific/azerbaijan_stockers
Konyaku merupakan cermat khas Jepang yang dibuat dari umbi flora konjak dan hampir tidak hamil kalori. Bahan ini kaya akan glukomanan, yaitu serat larut yang dapat membantu pencernaan. Dalam proses pembuatannya, kalsium ditambahkan untuk menghasilkan tekstur konyaku yang padat dan kenyal.
Konyaku juga bisa diolah menjadi mi shirataki yang cocok digunakan dalam beragam hidangan, seperti sup, tumisan, hot pot, mi dingin, hingga hidangan bergaya ramen. Menurut Tomioka, salah satu kelebihan konyaku adalah rasanya yang sangat ringan sehingga gampang menyerap cita rasa bahan makanan lain. oleh karena itu, ia kerap merekomendasikan konyaku kepada pelanggan yang sedang berupaya mengontrol bermutu badan.
Rumput Laut

Makanan anti-inflamasi seperti rumput laut gampang ditambahkan ke menu sehari-hari/Foto: Unsplash/Harman Tatla
Menurut Tomioka, rumput laut merupakan salah satu bahan makanan yang gampang ditambahkan ke menu sehari-hari. Nori dan wakame menjadi pilihan favoritnya karena harganya terjangkau dan gampang ditemukan di toko bahan makanan.
Selain rendah kalori, rumput laut juga hamil mineral, serat, vitamin, dan polifenol yang dapat membantu melawan peradangan. Tomioka biasanya menikmatinya dalam beragam hidangan, seperti nasi kepal berbalut nori, mochi, sushi, hingga salad wakame.
Jamur

Makanan anti-inflamasi seperti jamur shiitake, maitake, enokidake, dan shimeji kaya nutrisi serta rendah kalori/Foto: Unsplash/Waldemar Brandt
Menurut Tomioka, jamur seperti shiitake, maitake, enokidake, dan shimeji dapat menjadi pilihan makanan yang kaya nutrisi sekaligus rendah kalori. Setiap jenis jamur memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda, tetapi secara lazim sama-sama hamil serat dan protein tanpa kolesterol.
Sebagai contoh, 100 gram jamur shiitake mentah cuma hamil sekitar 34 kalori, dengan 3 gram serat, dan 2,5 gram protein. Tomioka juga menyarankan untuk menyimpan jamur kering di dapur karena bahan ini dapat digunakan dalam beragam hidangan, seperti kari, sup, dan saus dressing, serta memberikan cita rasa umami yang khas.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.