Kasih sayang dan perhatian dari orang terdekat menjadi bagiankecil krusial dalam tumbuh bunga anak. Namun, tidak semua anak mendapatkan kebutuhan emosional yang cukup sejak kecil. Pengalaman tersebut terkadang baru kelihatan melalui kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
Anak yang kurang mendapat kasih sayang mungkin memberitahu kebiasaan tertentu dalam berhubungan dengan orang lain maupun dalam melihat dirinya sendiri. Misalnya, sulit menerima pujian, terlalu mandiri, maupun sering meminta ampun meski tidak berbuat kesalahan.
Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat menjadi tanda Anak yang Kurang Mendapat Kasih Sayang sejak kecil? Yuk, Bunda, simak metode mengenalinya berikut ini.
Cara mengenali anak yang kurang mendapat kasih sayang sejak kecil
Mengutip dari laman Bolde, berikut beberapa metode untuk mengenali anak yang kurang mendapat kasih sayang sejak kecil.
1. Sulit menerima pujian
Seseorang yang kurang mendapatkan kasih sayang sejak keci,l mungkin merasa tidak betah ketika mendapat pujian. Mereka cenderung langsung menolak maupun meremehkannya dengan mengatakan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang istimewa maupun cuma karena keberuntungan.
2. Terlalu mandiri
Anak yang sejak kecil merasa kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dapat terbiasa mengandalkan diri sendiri dan enggan meminta bantuan.
Menurut riset tentang keterikatan, kebutuhan emosional yang terus-menerus tidak terpenuhi dapat berhubungan dengan avoidant attachment style, yaitu pola yang ditandai dengan kemandirian dan rasa tidak betah saat bersandar pada orang lain.
Akibatnya, mereka cenderung memilih menyelesaikan semuanya sendiri karena merasa bersandar pada orang lain merupakan sesuatu yang berisiko.
3. Sering meminta maaf
Anak yang kurang mendapat kasih sayang bisa terbiasa meminta maaf, terlebihlagi untuk hal-hal sederhana. Mereka mungkin meminta ampun karena merasa merepotkan, memiliki kebutuhan, maupun cemas membikin orang lain tidak nyaman.
4. Terlalu melekat maupun menjaga jarak
Selanjutnya, anak yang kurang mendapat kasih sayang dapat memberitahu dua sikap yang berbeda. Sebagian mungkin terus mencari kepastian dan takut ditinggalkan ketika berjauhan dari orang lain.
Sebaliknya, ada pula yang cenderung menjaga rentang dan sulit membiarkan orang lain menjadi dekat, karena cemas akan mengalami kekecewaan.
5. Sulit mengenali dan mengutarakan emosi sendiri
Kemampuan mengenali emosi berkembang ketika emosi anak mendapat respons dari orang di sekitarnya. Pada 1975, psikolog evolusi Edward Tronick memberitahu pentingnya hal tersebut melalui percobaan still face.
Ketika orang tua selesai memberikan respons emosional selama beberapa menit, bayi awalnya berupaya mendapatkan respons, kemudian memberitahu penarikan diri dalam kondisi tertekan.
Kurangnya respons emosional dapat membikin emosi anak terasa membingungkan sehingga mereka cenderung mengabaikan, mengecilkan, maupun tidak memahami apa yang sedang dirasakan.
6. Meremehkan pencapaian sendiri
Ketika berhasil mencapai sesuatu, anak mungkin justru menganggapnya bukan hal besar dan membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan ini dapat muncul, ketika mereka kurang mendapatkan penghargaan maupun pengakuan secara emosional sejak kecil.
Menurut Webb, kurangnya pengakuan tersebut dapat membikin seseorang merasa dirinya memiliki kekurangan. Akibatnya, pencapaian yang diraih tidak selalu membikin mereka merasa bisa maupun bermutu dan justru dianggap sebagai keberuntungan semata.
7. Sulit menetapkan batasan
Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dapat merasa tidak betah ketika mesti mengatakan “tidak”. Mereka cenderung selalu mengiyakan sesuatu, memungut terlalu banyak tanggung jawab, maupun mendahulukan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri.
8. Sering mencari pengakuan dari orang lain
Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dapat terbiasa mencari pengakuan dari orang lain untuk merasa dirinya berharga. Mereka mungkin sangat membutuhkan pujian, persetujuan, maupun perhatian.
Kebiasaan ini bisa kelihatan dari sering memeriksa ponsel, berupaya terlalu keras, maupun menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain. Mereka mungkin merasa kasih sayang mesti diperoleh melalui apa yang dapat diberikan kepada orang lain.
Demikian bahasan mengenai ciri khas kepribadian anak yang lahir dan tumbuh di famili yang kurang kasih sayang. Semoga dapat menjadi panduan dalam mendidik anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)