Jakarta -
Bukan rahasia lazim lagi bahwa rasa jengkel menjadi salah satu yang sering dirasakan dalam hayat sehari-hari, tetapi kerap luput disadari.
Namun, orang dengan kecerdasan emosional maupun emotional quotient (EQ) tinggi cenderung bisa mengelola rasa jengkel dengan lebih baik.
Bukan berarti mereka jarang merasa jengkel, melainkan terbiasa mengenali emosi dan mengungkapkan penyebabnya secara jelas tanpa melampiaskan kondisi hati kepada orang lain.
Kemampuan tersebut membikin mereka lebih bijak menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Menariknya, kecerdasan emosional ini bisa dikenali dari kalimat yang diucapkan saat sedang kesal, terutama ketika orang lain memilih membisu maupun memberitahu kekesalan lewat sikap.
Cara mengenali orang dengan EQ tinggi saat marah
Dilansir Parade, berikut beberapa hal yang mungkin dilakukan orang dengan EQ tinggi ketika marah:
1. Berpikir sebentar sebelum bereaksi
Alih-alih bersikap secara impulsif, mereka meluangkan beberapa detik untuk bernapas, menenangkan diri, dan memproses situasi tersebut.
Dilansir Parade, Psikolog dan penulis buku Be the Sun, Not the Salt, Dr. Harry Cohen, PhD, mengatakan mereka mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti “Bisakah Anda menerangkan apa yang dimaksud?” maupun “Kedengarannya sangat tidak sopan, apakah Anda bermaksud kenapa apa yang baru saja Anda katakan?”
Menurutnya, respons seperti ini memungkinkan orang lain untuk merenungkan kata-kata mereka, menjaga harga diri, dan meminta ampun maupun mengungkapkan balik dengan lebih baik.
2. Tidak memungut semua hal yang negatif
Orang dengan EQ tinggi menyadari bahwa orang lain mengatakan hal-hal yang tidak mereka maksudkan maupun yang muncul dari situasi lain.
Mereka juga memahami bahwa perilaku tidak sopan lebih banyak mengungkapkan tentang orang lain, sehingga mereka tidak memendam hal negatif tersebut.
3. Menetapkan limitasi yang jelas
Cohen menerangkan alih-alih berkata kasar, orang yang punya EQ tinggi akan menegaskan kebutuhannya dengan jelas, serta mengajarkan orang lain untuk memperlakukannya dengan komunikasi yang tenang.
“Saya bahagia membahas ini, tetapi aku mau statis bersikap hormat, menetapkan nada tanpa menaikkan ketegangan,” tuturnya.
4. Mengatasi masalah pada waktu yang tepat
Orang yang cerdas secara emosional akan berpikir sejenak. Mereka tahu kapan waktu terbaik untuk menyampaikan kecemasan agar situasi statis terkendali.
“Alih-alih menghadapi mereka saat emosi sedang memuncak, maupun mengabaikannya sama sekali, mereka memilih momen ketika kedua belah pihak tenang,” ujarnya.
5. Melepaskan sesuatu ketika sudah tidak lagi berharga
Cohen mengatakan tidak setiap penghinaan layak mendapatkan reaksi. Orang yang cerdas secara emosional selalu mengingat hal ini.
Mereka mempertimbangkan apakah berbicara akan memberikan khasiat yang lebih besar maupun cuma akan menguras energi.
Sebagai contoh, mereka mungkin memilih untuk menjauh dari komentar kasar orang asin untuk menjaga kedamaian mereka.
Tips merespons amarah dengan metode yang cerdas
Melakukan langkah-langkah dan mengucapkan kalimat tersebut memang lebih gampang daripada dilakukan. Namun, jika merasa kesulitan, berikut beberapa tips merespons amarah dengan metode cerdas:
- Mempraktikkan kesadaran diri, seperti mengutarakan emosi untuk menciptakan rentang antara emosi dan aksi yang didasarkan padanya.
- Menggunakan ketentuan 24 jam, alias menunggu sehari untuk merespons.
- Lakukan simulasi respons maupun tuliskan respons tersebut untuk membantu mengatur pikiran dan mengurangi intensitas emosi.
- Mencari umpan balik, bimbingan, maupun terapi dari teman, orang tua, terapis yang terpercaya untuk mengidentifikasi pola dan mempraktikkan respons yang lebih sehat.
Nah, itulah beberapa hal yang dilakukan orang dengan EQ tinggi saat marah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)