Ciri Orang yang Sangat Sensitif, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini saat Tersinggung

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 68x dilihat
Ciri Orang yang Sangat Sensitif, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini saat Tersinggung

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda, setiap orang tentu memiliki tingkat kepekaan emosional yang berbeda saat menghadapi perkataan maupun perlakuan orang lain.

Individu yang tergolong Highly Sensitive Person (HSP) maupun orang sangat sensitif cenderung merasakan emosi lebih mendalam sehingga gampang terpengaruh oleh kondisi hati orang sekitar maupun lingkungan yang penuh tekanan.

Dilansir Your Tango, istilah HSP diperkenalkan psikolog Elaine Aron pada 1997 melalui skala untuk mengukur sensitivitas pemrosesan sensorik. Diperkirakan sekitar 15-20 persen populasi memiliki ciri khas tersebut, yang membikin mereka lebih terhadap rangsangan dari dalam maupun luar diri.


Ketika merasa tersinggung, kepekaan ini dapat tercermin melalui ucapan yang sering mereka gunakan. Bunda mau tahu? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

9 Kalimat yang diucapkan orang sangat sensitif saat tersinggung

Ada beberapa kalimat yang kerap dilontarkan orang sensitif saat menghadapi perkataan maupun aksi yang melukai hatinya. Berikut di antaranya:

1. “Aku butuh waktu untuk mencerna ini”

Orang yang sangat sensitif cenderung lebih berempati, sehingga sering menyerap apa yang dirasakan orang lain.

Ketika merasa tersinggung, mereka perlu menenangkan diri. Mereka mungkin akan membutuhkan waktu sendirian untuk membiarkan perasaannya mengalir, yang menjadi pendekatan sehat untuk menghadapi situasi yang penuh emosi.

2. “Saya akan menghargai jika Anda lebih halus dalam berbicara”

Ungkapan ini adalah metode yang baik dan halus untuk mengatakan, “Jangan bicara seperti itu padaku”.

Kalimat ini memberitahu rasa segan dengan nada yang halus dan menyoroti akibat yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata seseorang.

Seperti yang diungkapkan oleh Profesor Yvonne K. Fulbright, PhD, “Hubungan yang sehat bersandar pada kapasitas Anda untuk mengomunikasikan pikiran, keinginan, kebutuhan, masalah kamu. Kuncinya adalah menemukan metode untuk mengekspresikan diri di tengah lautan emosi yang dapat dengan cepat menenggelamkan upaya terbaik kamu.”

3. “Aku sedang merasa sangat emosional saat ini”

Orang sering menganggap emosi sebagai hal yang buruk, seolah-olah memiliki emosi adalah tanda kelemahan.

Padahal, berbagi emosi dengan orang lain memberitahu kekuatan batin yang mendalam, dan itu satu-satunya metode nyata untuk terhubung dengan orang lain.

4. “Saya merasa diabaikan”

Orang yang sensitif mengatakan ini ketika merasa orang yang mereka ajak bicara meremehkan perasaannya.

Mengabaikan emosi seseorang menciptakan keterputusan, sementara memberikan pengesahan emosional membantu orang merasa diperhatikan.

5. “Saya mau mendekati percakapan ini dengan metode yang berbeda”

Orang sensitif menggunakan kalimat ini sebagai metode untuk meredakan ketegangan dan memfokuskan balik bahasan pada isu-isu yang sedang dibahas, bukan pada kesalahan masa kemudian maupun dendam yang sudah lama.

Mereka juga menggunakan ini sebagai metode untuk menetapkan tujuan percakapan yang mereka ikuti. Mereka memprioritaskan kejujuran dan kejelasan, dua elemen yang dapat menguatkan hubungan.

6. “Saya merasa kewalahan”

Orang yang sensitif cukup sering menggunakan kalimat ini karena merasa keteteran adalah pengalaman lazim bagi mereka.

Mereka juga bisa keteteran oleh berat emosional suatu percakapan, itulah sebabnya mereka akan menginformasikan Bunda sepertiapa perasaannya ketika memang tersinggung.

Mempelajari metode mengatur emosi adalah keahlian yang dapat membantu orang sensitif merasa lebih tenang.

7. “Aku merasa tidak betah dengan metode Anda menyampaikan itu”

Ungkapan ini adalah metode untuk mengungkapkan dengan segan bahwa apa yang dikatakan itu menyinggung.

Ini adalah contoh penggunaan pernyataan, “Saya” untuk mengungkapkan perasaan, alih-alih menyalahkan orang lain atas perasaannya.

Dengan menginformasikan seseorang bahwa mereka merasa tidak betah dengan apa yang dikatakan, orang sensitif membuka pintu menuju percakapan konstruktif tentang metode berkomunikasi secara ampuh dan saling peduli.

8. “Aku merasa dihakimi karena apa yang Anda katakan”

Memberitahu seseorang bahwa Bunda merasa dihakimi adalah aksi pertahanan diri yang berani, jadi orang yang sangat sensitif mesti merasa bangga untuk mengatakannya.

9. “Aku merasa perasaanku tidak diperhatikan”

Tidak ada seorang pun yang berkewajiban untuk mengelola emosi orang lain, tetapi krusial untuk mempertimbangkan emosi orang lain.

Dengan begitu, berarti Bunda memikirkan akibat emosional dari apa yang akan dikatakan, daripada langsung mengucapkan apa pun yang ada di pikiran Bunda.

Ketika orang yang sangat sensitif tersinggung, mereka tidak akan ragu untuk menginformasikan Bunda, yang berarti mereka akan berbagi ketika merasa diabaikan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang sangat sensitif ketika tersinggung. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads