Cara Mengenali Pola Asuh Tepat Dari 6 Sikap Anak Yang Menguji Kesabaran

Jun 12, 2026 09:30 AM - 2 jam yang lalu 106

Jakarta -

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, kita tentu pernah kewalahan dengan tingkah Si Kecil yang terkadang susah dipahami, setuju tidak, Bunda?

Dari rengekan hingga perubahan emosi yang begitu cepat, perihal seperti ini kerap terjadi dalam keseharian di rumah. Situasi ini membikin Bunda bertanya-tanya, apakah ada yang kurang tepat dalam pola asuh yang dijalani?

Namun di kembali itu, ada pandangan bahwa perilaku anak justru bisa menjadi tanda dari perihal yang sudah dilakukan dengan baik. Bukan selalu tentang kesalahan, melainkan proses tumbuh kembang yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut para ahli, beberapa sikap yang tampak "menyebalkan" justru bisa menjadi corak ekspresi dari rasa kondusif yang mereka rasakan. Hal ini apalagi sering dianggap sebagai perihal positif dalam hubungan orang tua dan anak.

Oleh lantaran itu, ada baiknya Bunda memandang lebih jauh gimana langkah memahami pola asuh yang tepat dari sikap anak yang kadang menguji kesabaran.

Cara mengenali pola asuh tepat dari sikap anak

Dilansir dari laman Parents, berikut ini perilaku anak yang mungkin terlihat 'salah', padahal justru menjadi tanda bahwa Bunda sudah menjalankan pola asuh dengan baik.

1. Anak berbincang sendiri sembari bermain

Dari kawan khayalan sampai cerita-cerita yang mereka buat sendiri, anak kadang terlihat seperti enak-enak berbincang sendiri saat bermain. Bagi sebagian orang tua, perihal ini mungkin terdengar sedikit mengherankan.

Namun sebenarnya, kondisi ini justru menunjukkan perihal yang positif dalam tumbuh kembang anak. Mereka sedang belajar mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan langkah yang mereka pahami.

Faktanya, American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa anak yang berbincang sendiri adalah bagian normal dari perkembangan sosial. Hal ini menjadi langkah mereka berlatih berinteraksi dengan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, anak yang seperti ini juga tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Hal ini menjadi tanda bahwa mereka merasa percaya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

2. Anak sering mengeluh

Sebagai orang tua, kita tentu pernah berada di situasi saat anak seperti tidak berakhir mengeluh alias merengek dalam beragam kondisi. Mulai dari perjalanan yang terasa lama sampai perihal yang tidak sesuai kemauan mereka, semuanya bisa jadi pemicu.

Kondisi ini memang dapat membikin orang tua merasa capek dan kewalahan. Tapi sebenarnya, ini bukan berfaedah ada yang salah dalam pola asuh yang Bunda jalani.

Seorang master perilaku asal Amerika Serikat, Alisha Simpson-Watt, menjelaskan bahwa merengek adalah tanda bahwa anak merasa kondusif secara emosional untuk mengekspresikan dirinya.

3. Anak sering mengusulkan banyak pertanyaan ke orang tua

Apakah Bunda pernah merasa seperti sedang 'diinterogasi' oleh anak sendiri lantaran pertanyaan yang datang terus-menerus? Satu jawaban bisa langsung disusul pertanyaan lainnya.

Situasi ini tentu terasa melelahkan, apalagi jika Bunda lagi sibuk alias mau beristirahat sejenak. Namun sebenarnya, perihal ini bukan sesuatu yang perlu langsung dikhawatirkan.

Seorang psikolog anak dari Amerika Serikat, Will Leever, PsyD, menyebut bahwa kebiasaan ini bisa menjadi tanda anak merasa dicintai. Ia mengatakan bahwa orang tua tidak perlu selalu menjawab setiap pertanyaan anak lebih jauh.

"Orang tua tidak perlu menjawab setiap pertanyaan secara mendalam. Pernyataan seperti, 'Kamu betul-betul mau tahu' sudah cukup untuk sementara waktu untuk memberi mereka perhatian yang mereka cari," ujar Leever.

4. Anak menyimpan emosi terbesarnya hanya untuk orang tua

Apakah Bunda pernah merasa anak justru terlihat tenang di luar rumah, tetapi kemudian meluapkan emosinya saat sudah berbareng orang tua?

Sekilas memang terlihat seperti perilaku yang susah diatur alias berlebihan, ya. Namun, kondisi seperti ini sebenarnya cukup biasa terjadi pada anak dalam kesehariannya.

Leever menjelaskan bahwa emosi besar yang muncul di rumah justru bisa menjadi karakter bahwa anak merasa kondusif berbareng orang tua.

"Emosi besar di rumah sering kali berfaedah mereka mempercayai orang tua ketika mereka kewalahan," kata Leever.

Kondisi ini bukan berfaedah hubungan orang tua dan anak sedang bermasalah. Justru, ini menunjukkan bahwa anak sudah cukup percaya untuk mengekspresikan emosinya di tempat yang dia anggap paling 'aman'.

5. Anak selalu manja dan posesif

Saat anak tetap kecil, kita mungkin suka menghadapi sikap mereka yang terlihat sangat manja dan mau selalu dekat. Tentu saja, kondisi ini memang cukup melelahkan, apalagi jika mereka terus mengikuti ke mana pun Bunda pergi.

Anak yang tidak mau lepas dari orang tua memang bisa membikin kegiatan sehari-hari terasa lebih berat. Namun di kembali itu, ada perihal yang sebenarnya cukup wajar dalam proses tumbuh kembang mereka.

Bunda perlu tahu, perilaku ini terjadi lantaran anak merasa nyaman berbareng orang tua. Rasa percaya yang kuat membikin mereka mau terus berada di dekat sosok yang memberi rasa tenang.

Bukan berfaedah mereka terlalu berjuntai ya, justru ini menjadi tanda keterikatan yang sehat. Seiring waktu, saat anak semakin besar dan mandiri, kebiasaan ini bakal berkurang dengan sendirinya.

6. Anak mengoreksi Bunda tanpa ragu

Selanjutnya, anak bisa terlihat seperti tahu banyak perihal dan tidak ragu mengoreksi apa yang Bunda katakan. Sikap ini kadang bikin Bunda merasa bingung dan sedikit 'tersentil'.

Terlebih jika yang dikoreksi adalah hal-hal baru yang baru saja mereka pelajari di sekolah alias dari lingkungan sekitar. Dari sini, anak terlihat cukup percaya diri dengan apa yang mereka pahami.

Namun sebenarnya, kondisi ini menjadi karakter bahwa anak merasa dekat dan nyaman dalam berkomunikasi dengan Bunda. Ini juga menunjukkan bahwa mereka merasa pikirannya dihargai dalam keluarga.

Itulah penjelasan mengenai langkah mengenali pola asuh yang tepat dari sikap anak yang menguji kesabaran Bunda dalam keseharian. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya