
cara menghilangkan aroma masam kolang kaling | foto ilustrasi: Gemini AI
Kolang kaling menjadi salah satu bahan favorit untuk beragam minuman dan hidangan manis, terutama saat cuaca panas alias momen tertentu berbareng keluarga. Namun, tidak sedikit orang yang enggan mengolahnya lantaran aroma masam yang cukup menyengat.
Bau tersebut sebenarnya merupakan perihal yang wajar. Aroma masam muncul akibat proses pengolahan dan fermentasi alami yang terjadi sebelum kolang kaling sampai ke tangan konsumen. Kabar baiknya, aroma tersebut bisa dikurangi apalagi dihilangkan dengan beberapa langkah sederhana tanpa mengurangi cita rasa maupun teksturnya.
Selain menghilangkan bau, proses pembersihan yang tepat juga membantu menjaga kebersihan, mengurangi lendir, dan membikin kolang kaling terasa lebih nyaman saat disantap.
Mengapa Kolang Kaling Berbau Asam?
Kolang kaling berasal dari biji buah aren yang kudu melalui proses perebusan dan fermentasi sebelum dapat dikonsumsi. Selama proses tersebut terbentuk senyawa yang menimbulkan aroma masam khas. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aroma dan lendirnya tetap bakal tertinggal saat diolah.
Karena itu, tahap pencucian dan perebusan menjadi kunci utama untuk menghasilkan kolang kaling yang segar dan siap digunakan dalam beragam resep.
1. Cuci Hingga Bersih di Bawah Air Mengalir
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah mencuci kolang kaling menggunakan air mengalir.
Remas perlahan sembari dibilas untuk membantu mengangkat lendir, kotoran, serta sisa cairan hasil fermentasi yang menempel di permukaannya. Lakukan beberapa kali hingga air bilasan terlihat bening dan permukaan kolang kaling terasa lebih kesat.
Tahap ini menjadi fondasi krusial sebelum masuk ke proses berikutnya.
2. Rendam Menggunakan Air Cucian Beras
Setelah dicuci bersih, rendam kolang kaling dalam air cucian beras selama sekitar 1–2 jam.
Kandungan pati dalam air beras dipercaya membantu menyerap aroma yang tidak sedap dan membikin aroma masam berkurang. Jika tidak tersedia air cucian beras, pengganti lain yang bisa digunakan adalah air garam alias air perasan lemon dengan waktu perendaman sekitar 15–30 menit.
Metode ini cukup terkenal lantaran mudah dilakukan menggunakan bahan yang tersedia di rumah.
3. Lakukan Perebusan Pertama
Tahap berikutnya adalah merebus kolang kaling dalam air mendidih selama 5–15 menit.
Setelah selesai, buang seluruh air rebusan pertama. Air ini biasanya mengandung sisa lendir dan senyawa penyebab aroma masam yang tetap tertinggal.
Meski terlihat sederhana, langkah ini berkedudukan besar dalam mengurangi aroma yang mengganggu.
4. Rebus Kembali hingga Teksturnya Empuk
Gunakan air baru yang bersih untuk perebusan kedua.
Rebus selama sekitar 30–45 menit alias hingga teksturnya menjadi lebih lembek sesuai kebutuhan. Selain membantu menghilangkan sisa aroma asam, proses ini juga membikin kolang kaling lebih siap diolah menjadi manisan, campuran es, kolak, alias beragam hidangan lainnya.
5. Tambahkan Rempah Beraroma Wangi
Agar aroma kolang kaling semakin segar, tambahkan bahan alami saat proses perebusan.
Beberapa pilihan yang sering digunakan antara lain:
- Daun pandan
- Daun jeruk
- Kayu manis
Rempah-rempah tersebut dapat memberikan aroma yang lebih wangi sekaligus membantu menyamarkan aroma masam yang tetap tersisa.
Sebagai nilai tambah, penggunaan bahan alami ini tidak mengubah rasa dasar kolang kaling secara berlebihan.
6. Simpan dengan Cara yang Tepat
Setelah selesai direbus, tiriskan kolang kaling hingga suhunya turun dan mencapai suhu ruangan.
Simpan dalam wadah tertutup rapat alias rapat udara, lampau letakkan di dalam lemari pendingin. Penyimpanan yang baik membantu menjaga kesegaran sekaligus mencegah munculnya aroma masam kembali.
Jika mau disimpan lebih lama, pastikan kolang kaling tidak terendam air yang sudah digunakan sebelumnya lantaran dapat mempercepat perubahan aroma.
Tips Tambahan agar Kolang Kaling Lebih Segar
Selain enam langkah di atas, ada beberapa perihal yang juga dapat membantu menjaga kualitas kolang kaling:
1. Pilih kolang kaling yang berwarna cerah dan tidak terlalu keruh.
2. Hindari membeli kolang kaling dengan aroma masam yang sangat menyengat.
3. Segera olah alias simpan dalam lemari es setelah dibeli.
4. Gunakan air bersih baru setiap kali melakukan perebusan.
5. Jangan mencampurkan kolang kaling baru dengan stok lama yang sudah disimpan.
Dengan perawatan yang tepat, kolang kaling dapat memperkuat lebih lama sekaligus mempunyai aroma yang lebih segar.
FAQ
1. Apakah kolang kaling yang berbau masam tetap kondusif dikonsumsi?
Pada umumnya tetap kondusif selama aroma masam tersebut berasal dari proses fermentasi normal dan tidak disertai perubahan warna, lendir berlebihan, alias aroma busuk yang menyengat.
2. Apakah air perasan lemon lebih efektif dibanding air cucian beras?
Keduanya dapat membantu mengurangi aroma asam. Air lemon memberikan pengaruh lebih cepat, sedangkan air cucian beras membantu menyerap aroma secara alami.
3. Berapa lama kolang kaling bisa disimpan di dalam kulkas?
Jika disimpan dalam wadah tertutup dan kondisi bersih, kolang kaling umumnya dapat memperkuat sekitar 5–7 hari di lemari es.
4. Apakah perebusan terlalu lama bisa merusak tekstur kolang kaling?
Ya. Perebusan yang berlebihan dapat membikin tekstur kolang kaling menjadi terlalu lunak dan kurang kenyal saat dikonsumsi.
5. Mengapa aroma masam muncul kembali setelah beberapa hari?
Biasanya perihal ini terjadi lantaran penyimpanan kurang rapat, kualitas bahan kurang baik sejak awal, alias kolang kaling terkontaminasi air lama yang sudah mulai mengalami perubahan aroma.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·