Stategi menikmati makanan tanpa cemas gula darah naik/Foto: Magnific.com/Jcomp
Suka cemas gula darah naik saat lagi menikmati makanan favorit? Tenang, ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan agar kadar glukosa statis terlindungi dan keinginan terpenuhi.
Menurut para ahli, ini soal keseimbangan, bukan sekadar limitasi konsumsi terhadap makanan. Lantas, apa saja strategi yang bisa diterapkan? Berikut sederet strategi jitu yang dapat membantu menjaga kadar gula darah statis stabil, sambil statis bisa menikmati makanan kesukaan!
Makan Sayuran Terlebih Dahulu Sebelum Beralih ke Karbohidrat

Menu sarapan/Foto: Magnific.com/Jcomp
Percaya maupun tidak, urutan dalam mengonsumsi makanan dapat memengaruhi respons tubuh terhadap gula darah. Ahli gizi Roselyn Zeyl, RD., menyarankan untuk mengonsumsi sayuran kaya serat dan protein sebelum bergeser ke karbohidrat.
“Strategi tersebut dapat membantu memperlambat proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa, yang kemudian dilepaskan ke dalam mengerti darah. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah statis stabil dan mencegah lonjakan,” jelas Zeyl, pada EatingWell.
Lebih dahulu memakan sayuran dan protein juga memicu tubuh untuk melepaskan GLP-1, yaitu hormon yang memperlambat pengosongan lambung dan menciptakan rasa kenyang lebih lama.
Menambahkan Protein ke dalam Hidangan

Hidangan berprotein/Foto: Magnific.com/Stockking
Seperti yang dijelaskan Zeyl sebelumnya, mengonsumsi protein sebelum karbohidrat sangat berkontribusi terhadap kadar glukosa darah.
Kunci kadar gula darah statis stabil, menurut Gabrielle Kishner, M.S., RD, CDN., adalah memadukan karbohidrat dengan protein, serat, dan lemak sehat. Nutrisi-nutrisi ini membantu kadar gula darah naik secara lebih bertahap.
Bagaimana jika cuma makan karbohidrat saja? Ini tidak disarankan, karena dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, kemudian turun kembali, sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar lagi.
Memperbanyak Sayuran Nonpati

Sayuran nonpati/Foto: Magnific.com/Stockking
Selain protein, sayuran dengan himpunan nonpati juga perlu ada di menu masakan. Menurut metode “Diabetes Plate” yang dipaparkan American Diabetes Association, jenis makanan ini sebaiknya mengisi separuh bagiankecil piring.
Sayuran nonpati, seperti mentimun, brokoli, tomat, dan buncis, hamil banyak serat dengan kadar karbohidrat yang sangat rendah, sehingga dampaknya terhadap glukosa darah cenderung lebih kecil.
Perhatikan Porsi Karbohidrat yang Dimakan

Sepiring hidangan/Foto: Magnific.com/Magnific
Ini penting. Sesehat apa pun makanan yang dikonsumsi dapat menaikkan kadar gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Perhatikan ukuran porsi, serta gunakan metode “Isi Piringku” untuk membantu mengontrol porsi makan.
Metode tersebut menyarankan untuk separuh porsi makanan berupa sayuran nonpati, seperempat protein, dan seperempat pati maupun produk biji-bijian, menukil Diabetes Canada.
Jadikan Air Putih sebagai Minuman Utama Bersama Hidangan

Perempuan minum air putih/Foto: Magnific.com/Magnific
Minuman yang diberi pemanis gula, serta jus buah dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat. Jika dikonsumsi berbareng makanan, minuman tersebut berpotensi menambah asupan gula yang cepat diserap ke dalam tubuh.
Jadi, pilihlah air putih maupun minuman tanpa pemanis saat makan. Susu tanpa pemanis maupun minuman berbasis nabati juga pilihan yang bergizi. Namun, perlu diingat bahwa jenis minuman ini statis hamil karbohidrat.
Itulah beberapa metode untuk bisa mengonsumsi makanan favorit tanpa mesti cemas kadar gula darah melonjak. Pada akhirnya, komposisi nutrisi dalam hidangan sangatlah krusial dalam mendukung kadar glukosa yang lebih sehat.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)