Cerita Afifah Yusuf, Merasa Haru Berhasil Menyusui Dan Menyapih Dua Anak Selama 2 Th

Jun 14, 2026 10:20 AM - 2 jam yang lalu 51

Jakarta -

Sukses melewati perjuangan menyusui hingga masa dua tahun menjadi sebuah prestasi membanggakan bagi seorang ibu. Kisah senang ini pula yang dibagikan Afifah Yusuf, Bun. Simak yuk, cerita Afifah Yusuf, merasa haru sukses menyusui dan menyapih dua anak selama 2 tahun.

Setiap perjuangan menyusui yang penuh lika liku memang patut disyukuri dan dibanggakan. Sebab, proses ini merupakan prestasi besar bagi seorang ibu, terlepas dari gimana perjuangan tersebut dilewati. Karenanya, selalu ada haru biru mewarnai proses menyapih lantaran seorang ibu pasti terkenang kisah perjuangannya yang luar biasa dalam mengASIhi bayinya.

Perjalanan Afifah Yusuf menyusui 2 anak

Hal itu pula yang dialami Afifah Yusuf, seorang penyanyi yang juga merupakan putri dari Hetty Koes Endang. Afifah yang sempat merilis lagi berjudul Rasi Bintang tersebut secara haru dan bangga membagikan kisahnya menyusui kedua anaknya sampai lulus di usia dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Hari ini official saya lulus menyapih setelah nyaris dua tahun menyusui untuk kedua kalinya," kata Afifah dalam Reels yang dibagikannya di IG miliknya @Afifahyusuf.

Lebih lanjut, ibu dua anak tersebut melanjutkan kisahnya. "Sebenarnya jadi ibu itu banyak banget alamin mix feeling. Misalnya saya pas pertama kalinya punya anak, saya nggak tahu sejauhmana saya bisa menyusui. Tapi saya fight sebisa aku," bebernya.

Dikatakannya bahwa perjuangan untuk menyusui secara full memang tidaklah mudah, terutama di awal-awal masa menyusui. Layaknya persoalan ibu menyusui secara umum pada payudaranya, Afifah pun turut mengalaminya, Bun.

"Aku ngalamin banget hari-hari di mana rasanya sakit benget, sampai demam, luka, sampai bengkak malahan. Tapi percayalah bahwa ini juga mengajarkan saya kesadaran, ngajarin saya komitmen, ngajarin saya mengenai cinta," imbuhnya.

Dari perjalanannya tersebut, Afifah pun mempunyai kenangan yang takkan terlupakan. "Ada satu momen yang menurut saya nggak bakal pernah bisa dilupain. Aku fight untuk pulang dalam perjalanan jauh, saya nggak tahu apakah itu saya sebetulnya bisa pulang dari Labuan Bajo kerja, di mana saya kudu nyanyi. Setiap jam di kala saya merasa ada sebuah sinyal saya kudu pumping, saya pumping. Di kondisi yang saya seperti dikejar, rasanya dikejar abu vulkanik waktu itu dan sampai di titik itu saya merasa nunjukkin gimana seorang ibu menyusui fight untuk menyusui anaknya," ungkapnya.

Afifah memang satu dari banyak pejuang menyusui yang tetap berjuang di mana pun untuk tetap  mengASIhi anaknya. Dan, di luar sana pun mungkin banyak yang mempunyai kisah perjuangan yang luar biasa dan layak diapresiasi.

"Buat siapa pun di luar sana yang menyusui mau kalian pumping alias kalian beri anak-anak kalian sufor alias apa pun itu, menurut gue kalian itu keren banget. Satu hal, jangan ngeliat apa metodenya, lantaran kalian selalu mau memberikan yang terbaik bagi anak-anak kalian," kisahnya.

KIsah haru tersebut memang menjadi inspirasi dan suntikan daya bagi sesama pejuang menyusui di luar sana. Afi, sapaan akrabnya, memang tampak berbahagia dan menikmati dalam mengurus kedua buah hatinya tersebut. Dan, perjuangan menyusuinya yang penuh lika liku menjadi potret panjang yang mewakili perjuangan seorang ibu dalam mengASIhi anaknya di mana pun.

Dan, berbincang soal menyusui hingga proses menyapih tentunya bukan waktu yang singkat dilewati ya, Bunda. Setiap ibu tentu mempunyai kisah dan tantangannya masing-masing. Dan, apa pun itu kendalanya, setiap ibu juga mempunyai caranya sendiri dalam mengatasi permasalahannya.

Kapan perlu mulai menyapih?

Secara umum, rekomendasi yang bisa dipraktikkan ialah memenuhi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama mengingat ASI menyediakan semua nutrisi dan support kekebalan tubuh yang diperlukan selama periode ini.

Setelah enam bulan, bayi biasanya memerlukan nutrisi tambahan yang tidak dapat lagi diberikan hanya dengan ASI. Periode ini menjadikannya waktu ideal untuk memperkenalkan makanan padat yang kaya nutrisi secara berjenjang pada bayi. Meskipun beberapa praktik tradisional memperkenalkan makanan sejak usia sebelum enam bulan, saran medis adalah menunggu hingga bayi berumur sekitar enam bulan. 

Dan, jangan pula menundanya hingga usia bayi lebih dari enam bulan ya, Bunda. Sebab, menunda pemberian makanan pendamping lebih dari enam bulan dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit akut dan kronis.

Kenali metode penyapihan

Ada beragam metode penyapihan yang bisa dipertimbangkan ketika Bunda mau melakukannya. Masing-masing dari metode tersebut tentu mempunyai faedah dan plus minusnya masing-masing. Berikut ini beberapa metode penyapihan yang bisa diketahui:

1. Penyapihan tradisional

Metode ini menawarkan langkah yang lembut di mana Bunda dapat memberikan makanan tambahan yang sudah dihaluskan alias dilumatkan pada bayi dan menyuapinya dengan sendok.

2. Baby led weaning

Penyapihan dengan metode ini adalah membiarkan bayi makan sendiri sejak awal dan dimulai dengan makan makanan padat.

3. Kombinasi

Merupakan metode yang memilih komponen dari keduanya di mana Bunda menyertakan beberapa makanan padat di samping makanan yang dihaluskan alias dilumatkan.

Dari beragam metode penyapihan tersebut, silahkan Bunda pertimbangkan sendiri baik dari sisi faedah dan kenyamananya. Bunda juga bisa berbincang dengan master alias konselor laktasi untuk meyakinkan diri dalam memilih metode penyapihan yang tepat.

Berikut ini beberapa tips dalam menyapih Si Kecil yang bisa dilakukan secara berjenjang ya, Bunda:

1. Lakukan perlahan dan stabil

Usahakan untuk menghilangkan satu sesi menyusui alias memompa ASI setiap dua hingga lima hari. Kecepatan yang lambat ini membantu tubuh menyesuaikan diri secara berjenjang dalam mengurangi produksi ASI dan memungkinkan bayi beradaptasi dengan metode pemberian makan yang baru.

2. Persingkat sesi dan perpanjang jeda

Strategi lain yang bisa dilakukan ialah secara perlahan mempersingkat setiap sesi menyusui alias memperpanjang waktu antara pemberian makan seperti dikutip dari laman Stepcare.

3. Coba di siang hari terlebih dahulu

Banyak orang tua merasa lebih mudah melakukannya ketika di siang hari. Sebab, bayi sering mencari kenyamanan dengan menyusu ketika mau tidur alias di malam hari.

4. Ganti dengan pengganti yang sesuai

Ketika Bunda menghilangkan sesi pemberian makan, gantilah dengan ASI perah yang telah disimpan sebelumnya alias pengganti lain yang sesuai tergantung pada usia.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya