Jakarta -
ASI rupanya bisa dimanfaatkan sebagai produk seni yang bagus lho, Bunda. Simak cerita Bunda yang sulap ASI menjadi perhiasan untuk kenang masa menyusui berikut, yuk.
Berbicara soal ASI, perihal yang terpikirkan dalam akal setiap orang hanyalah cairan yang menjadi nutrisi terbaik untuk bayi dengan rasanya yang unik ialah sedikit manis. Padahal di luar manfaatnya sebagai nutrisi bayi, ASI juga menyimpan nilai lainnya ialah menjadi barang seni yang berbobot indah.
Adalah Melanie Koloditzky yang menciptakan keelokan tersebut, Bunda. Perempuan asal Buenos Aires ini sukses mengubah tampilan ASI jadi perhiasan bagus yang dibuat dengan tangannya. Baginya, perihal tersebut merupakan caranya dalam mengabadikan cerita hidup yang singkat dalam sebuah kenangan perhiasan yang cantik.
"Saya sering mengatakan bahwa saya tidak hanya membikin perhiasan. Saya sedang melestarikan momen-momen yang tak bakal pernah terulang," katanya seperti dikutip dari laman The Times of Israel.
Koloditzky tumbuh dalam family Yahudi sekuler di Argentina dengan akar tradisional. Sebagai kerabat kembar dengan kakak perempuan, dia berjumpa dengan anak laki-laki yang akhirnya menjadi suaminya saat dia baru berumur 15 tahun.
"Saat kami tumbuh bersama, kami berbagi mimpi yang sama ialah membangun masa depan kami di Israel," kenangnya.
Setelah menikah, dia dan pasangan pindah ke Israel. Di negara tersebut, dia menghabiskan waktu kursus bahsa Ibrani dan melakukan beragam pekerjaan termasuk menjaga anak serta bekerja di Weizmann Institute of Science.
Koloditzky memang mencintai sains dan terpesona dengan keahlian luar biasa tubuh manusia. Ia pun sempat mempelajari bioteknologi dan pada saat yang sama, dia mengasah sisi kreatifnya dengan mempelajari kreasi skematis dan interior serta menghabiskan waktu bertahun-tahun membikin kerajinan, salah satunya ialah perhiasan ASI.
Perempuan tersebut memang mempunyai putri pertamanya saat dirinya berumur 22 tahun dan menyadari bahwa menjadi ibu meskipun sangat memuaskan tetapi tidaklah mudah.
"Menyusui mengejutkan saya. Saya tak pernah membayangkan ini bisa begitu menantang."
Ada rasa sakit, frustrasi mendalam, dan air mata saat melalui proses menyusui. Namun pengalaman itu juga memicu rasa mau tahu yang lebih dalam tentang ASI itu sendiri rasa mau tahu yang menggabungkan pengalaman pribadi dan minat ilmiahnya. Bagi Koloditzky, ASI adalah salah satu keajaiban alam yang luar biasa.
"Ini bukan sekadar makanan. Ini adalah unsur hidup yang terus berubah sesuai kebutuhan bayi."
Ide untuk membikin perhiasan yang menjadi kenangan dalam mengabadikan pengalaman ibu menyusui bayinya memang menjadi cikal bakal dia mengerjakan kesenian unik tersebut. Selain itu, buahpikiran tersebut juga dilatari pengalamannya saat memandang seorang YouTuber Spanyol mengenakan anting yang terbuat dari ASI miliknya sendiri. Kemudian, potret tersebut pun selalu terngiang di benaknya.
Setelah mengalami kehamilan, kelahiran, dan menyusui secara langsung, akhirnya dia mengerti alasannya.
"Bagi saya, perhiasan ASI bukan sekadar tentang mengawetkan ASI," katanya. Ini tentang melestarikan bab kehidupan yang berlalu begitu cepat, namun mengubahmu selamanya," tambahnya.
Setelah kelahiran putri keduanya, dia kemudian mulai membikin karya kenang-kenangan untuk dirinya sendiri. Akhirnya, teman-teman dan ibu-ibu lain mulai meminta dibuatkan untuk mereka sendiri.
Dan, proyek pribadi itu secara berjenjang berkembang menjadi Forever Moments, upaya yang dia jalankan hingga kini. Selama lima tahun terakhir, Koloditzky telah menciptakan perhiasan ASI buatan tangan untuk pelanggan di seluruh Israel dan luar negeri. Dia juga menawarkan kit do-it-yourself untuk ibu yang mau membikin kenang-kenangan sendiri di rumah. mereka sendiri.
Dari deretan pekerjaan yang dilakukannya, dia mengakui ada beberapa pekerjaan yang paling berarti menurut dirinya. Yakni pekerjaan yang dia lakukan melalui kemitraan sukarela dengan bank ASI miliki Magen David Adom.
Untuk ibu yang mengalami kelahiran meninggal dan memilih untuk mendonorkan ASI kepada bayi rentan. Sebagai corak apresiasi, Koloditzky membikin batu peringatan untuk ASI yang menyertai sertifikat apresiasi.
"Perempuan-perempuan tersebut mengalami kehilangan yang tak terbayangkan. Meski berduka, mereka memilih mengubah rasa sakit itu menjadi tindakan kemurahan hati."
Karya yang diciptakannya memang menggambarkan sebuah cuplikan kerendahan hati sekaligus menyimpan kisah mengharukan. Dan, yang paling melekat di pikirannya adalah cerita-ceritanya.
Di kembali setiap liontin, cincin, alias batu, katanya, ada keluarga, kenangan, dan perjalanan yang tiada tandingannya.
"Ketika saya memandang perhiasan ASI, saya tidak hanya memandang sepotong perhiasan. Saya memandang kekuatan, saya memandang ketahanan, saya memandang transformasi luar biasa yang terjadi ketika seorang wanita menjadi seorang ibu," pungkasnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·