Jakarta -
Ciri kepribadian seseorang dapat dilihat dari urutan lahirnya lho, Bunda. Pakar percaya jika urusan kelahiran bisa memengaruhi perilaku dan hubungan interpersonal seseorang.
Nah, urutan kelahiran ini merujuk pada urutan kelahiran seorang anak dalam kaitan dengan saudara-saudaranya, seperti apakah mereka anak pertama, anak tengah, alias anak bungsu. Setiap urutan ini dapat menentukan gimana seorang anak bersikap.
"Psikolog sering mengawasi gimana urutan kelahiran dapat memengaruhi perkembangan, pola perilaku, dan karakter kepribadian. Ada beberapa bukti bahwa urutan kelahiran mungkin berkedudukan dalam aspek-aspek tertentu dari kepribadian," kata ahli rehabilitasi psikososial, Kendra Cherry, MSEd, dilansir Very Well Mind.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teori urutan kelahiran Adler
Pada awal abad ke-20, psikiater Austria berjulukan Alfred Adler memperkenalkan pendapat bahwa urutan kelahiran dapat memengaruhi perkembangan dan kepribadian seseorang. Pendapat Alder ini dipengaruhi oleh karya psikoanalis Sigmund Freud.
"Menurut teori Adler, anak sulung lebih condong mengembangkan rasa tanggung jawab yang kuat, anak tengah sering mencari perhatian, dan anak bungsu condong menunjukkan sifat petualang dan pemberontak," ungkap Cherry.
Adler juga memperkenalkan konsep 'konstelasi keluarga', yang menyoroti gimana dinamika dan hubungan family dapat memengaruhi perkembangan individu.
Ciri kepribadian berasas urutan lahir
Nah, berikut adalah karakter kepribadian berasas urutan lahir seseorang. Simak yuk!
1. Anak sulung
Dalam teori urutan kelahiran Adler, anak sulung digambarkan sebagai pribadi yang sering menerima lebih banyak perhatian dan waktu dari orang tua. Seiring orang tua baru menjalani proses belajar membesarkan anak, mereka mungkin menjadi lebih berorientasi pada patokan dan berhati-hati dalam membesarkan anak pertamanya.
Anak sulung sering dianggap sebagai pemimpin yang bertanggung jawab di keluarga, condong berprestasi, dan menjalani hidup yang terstruktur. Mereka terkadang disebut mempunyai sindrom anak tertua, Bunda.
"Kakak kandung sering kali mengambil peran sebagai pengasuh, yang dapat menumbuhkan kualitas seperti kepedulian, tanggung jawab, dan dorongan untuk berprestasi," ujar Cherry.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology tahun 2022 menunjukkan bahwa anak sulung mungkin mempunyai perkembangan kognitif yang lebih maju, sehingga memberikan untung dalam kesiapan sekolah. Namun, menjadi anak tertua juga membawa tantangan, seperti beban angan dan tanggung jawab pengasuhan dalam keluarga.
2. Anak tengah
Adler beranggapan bahwa anak tengah sering kali menjadi penengah dalam keluarga. Mereka suka menengahi bentrok antara kakak dan adik.
Namun, di satu sisi mereka sering merasa dibayang-bayangi oleh kakaknya. Hal itu membikin anak tengah mungkin suka mencari perhatian sosial di luar unit keluarga.
Anak tengah sering digambarkan sebagai pribadi positif yang mandiri, pembawa perdamaian, suka menyenangkan orang lain, ramah, dan mudah beradaptasi. Kepribadian negatif anak tengah yang mungkin terlihat adalah sering merasa cemburu, ambisius, kompetitif, dan merasa tidak aman.
"Meskipun umumnya mudah beradaptasi dan mandiri, anak tengah dapat mengembangkan sifat pemberontak dalam upaya mereka untuk membedakan diri dari saudara-saudaranya," kata Cherry.
Meskipun penelitian tetap terbatas, beberapa studi menunjukkan bahwa anak tengah condong kurang merasa dekat dengan ibu mereka dan lebih mungkin mengalami masalah kenakalan. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak tengah mungkin lebih sensitif terhadap penolakan.
3. Anak bungsu
Anak bungsu sering dianggap manja dan dimanjakan oleh orang tuanya. Nah, lantaran orang tua lebih berilmu mengurus anak, mereka sering mengambil pendekatan yang lebih santuy dalam pengasuhan si bungsu.
Kepribadian positif dari anak terakhir di antaranya adalah ramah, suka bersenang-senang, menawan, dan berbudi pekerti bebas. Sedangkan perilaku alias sifat negatif dari anak bungsu yang sering ditemukan adalah manipulatif, egois, suka berjuntai pada orang lain, dan kecenderungan melakukan sesuatu yang melibatkan ketidakpastian alias risiko.
Teori Adler menyatakan bahwa anak bungsu condong ramah, mudah bergaul, dan menawan. Meskipun mereka sering mempunyai lebih banyak kebebasan untuk bereksplorasi, mereka juga sering merasa terbayangi oleh kakak-kakaknya.
"Jika anak bungsu dari banyak berkerabat adalah perempuan, dia condong lebih dimanja alias diperhatikan, sehingga lebih berjuntai pada orang lain dibandingkan dengan kakak-kakaknya, terutama dalam family besar," kata terapis Dr. Avigail Lev.
Demikian karakter kepribadian berasas urutan kelahiran seseorang. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·