Jakarta -
Bunda pernah mendengar kepribadian otrovert? Tipe kepribadian baru ini mungkin cocok bagi Bunda yang tidak suka dimasukkan golongan introvert dan ekstrovert.
Gagasan tentang otrovert dikembangkan oleh psikiater Dr. Rami Kaminski. Pria yang berpraktik di New York City ini mengembangkan pendapat mengenai kepribadian otrovert, setelah bertahun-tahun mengawasi pasien dengan karakter kepribadian tertentu.
Melansir dari laman Time, otrovert berasal dari bahasa Latin 'orto', yang berfaedah 'lain', dan 'vert' yang merupakan kata kerja dengan makna 'berbalik arah'. Istilah baru ini dikenalkan oleh Kaminski dalam bukunya tahun 2025, yang berjudul The Gift of Not Belonging: How Outsiders Thrive in a World of Joiners.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu otrovert?
Otrovert didefinisikan sebagai orang-orang yang mewujudkan kualitas tanpa mau menjadi bagian dari suatu kelompok. Meski begitu, mereka bukanlah orang yang dikucilkan secara sosial.
"Tidak seperti mereka yang mempunyai gangguan relasional, otrovert berkarakter empatik dan ramah, namun berjuang untuk betul-betul menjadi bagian dari golongan sosial, meskipun tidak ada perbedaan perilaku yang tampak dari perseorangan yang beradaptasi dengan baik," tulis Kaminski dalam bukunya.
Kaminski mengatakan bahwa otrovert berada di luar 'spektrum ekstrovert dan introvert'. Sebaliknya, otrovert didefinisikan oleh emosi berbeda.
Mereka seringkali dikenal sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan disukai banyak orang. Namun, mereka hanya kesulitan merasa nyaman dalam lingkungan kelompok, meskipun orang lain mungkin tidak menyadarinya.
Ciri kepribadian otrovert
Kaminski telah mengembangkan tes daring cuma-cuma yang dapat membantu kita mengetahui apakah kita termasuk otrovert alias tidak. Namun perlu diingat bahwa otrovert bukanlah diagnosis. Tipe kepribadian ini berkarakter elastis dan sering tumpang tindih.
Berikut adalah ciri-ciri utama otrovert yang diidentifikasi oleh Kaminski:
1. Bukan jenis orang yang suka berkelompok
Otrovert biasanya bukan jenis orang yang suka berasosiasi dengan beragam kegiatan, seperti perkumpulan mahasiswa, organisasi keagamaan, golongan sosial, dan partai politik. Misalnya, mereka lebih suka minum kopi dengan kawan dekat, daripada menghadiri klub buku. Mereka menghindari golongan yang ramai.
2. Seorang pengamat
Orang otrovert dapat dengan mudah mengobrol dengan orang-orang di pesta alias kegiatan yang ramai. Namun, para otrovert lebih suka tampil sebagai pengamat daripada penikmat pesta.
3. Tidak suka mengikuti arus
Orang otrovert suka menonjol. Namun, mereka sering kali tidak tertarik pada budaya pop alias tren terbaru. Mereka menyukai apa yang mereka sukai, dan mereka tidak peduli dengan pendapat orang lain tentang mereka.
4. Pemikir independen
Otrovert condong mempunyai pendapat dan kepercayaan yang kuat. Mereka adalah pribadi yang tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, Bunda.
5. Menikmati hubungan pribadi yang mendalam
Saat berada di pesta, seorang otrovert mungkin lebih suka melakukan percakapan yang mendalam dan bermakna. Alih-alih bicara terlibat dalam obrolan ringan, mereka lebih suka mengobrol tentang perihal yang berat dan serius.
6. Lebih menyukai pekerjaan solo
Otrovert lebih memilih bekerja sendiri alias secara independen. Sebisa mungkin, orang-orang otrovert bakal menghindari bekerja dalam sebuah tim. Mereka lebih suka menyendiri dan tak suka keramaian.
Demikian karakter kepribadian dari orang otrovert, yang disebut berbeda dari introvert dan ekstrovert. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·