Jakarta -
Menangis sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan seseorang. Tak jarang orang suka menyepelekan emosi ini hingga memberi label orang yang mudah menangis dengan julukan 'si cengeng'.
Padahal, menangis bisa jadi gambaran kepribadian yang penuh empati, sensitif, dan bisa merasakan emosi secara mendalam. Oleh lantaran itu, orang yang mudah menangis tidak selalu lemah, apalagi bisa mempunyai kekuatan emosional yang lebih besar dari yang terlihat.
Memahami karakter kepribadian orang yang mudah menangis krusial untuk memahami perasaannya. Tak hanya itu, mengenal kepribadian orang-orang ini juga dapat membantu kita berkomunikasi dengan tepat dan menjalin hubungan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri kepribadian orang yang mudah menangis
Melansir dari beberapa sumber, berikut karakter kepribadian orang yang mudah menangis:
1. Mereka tidak peduli jika terlihat rentan
Dilansir laman Times of India, orang yang mudah menangis biasanya tidak peduli jika dia terlihat rentan di depan orang lain. Hal itu bisa menjadi karakter kepribadian yang positif, mengingat banyak orang takut dinilai lemah hingga enggan mengekspresikan dirinya secara bebas.
Terlalu rentan mungkin buruk, tetapi tidak masalah jika kudu menjadi rentan sampai pemisah tertentu. Bagi beberapa orang, menunjukkan kerentanan bisa menjadi sebuah kekuatan untuk tak peduli dengan penilaian orang lain.
2. Memiliki kepintaran emosional yang baik
Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) adalah keahlian seseorang dalam menerima, menilai, dan mengelola emosinya dan bisa memahami emosi orang lain. Di lingkup sosial, kepintaran emosional adalah parameter yang sangat penting, Bunda.
Nah, orang yang mudah menangis disebut mempunyai kepintaran emosional yang baik. Mereka bisa terhubung dengan perasaannya sendiri dan orang lain, lampau menanggapi emosi tersebut. Dengan menangis, mereka tidak memberi ruang untuk memendam emosi.
3. Memiliki empati yang tinggi
Orang mudah menangis biasanya juga dikenal sebagai pribadi yang mempunyai empati tinggi. Mereka dapat dengan mudah menangis di situasi apa pun.
"Orang dengan empati tinggi lebih mudah menangis baik dalam situasi positif maupun negatif dibandingkan orang dengan empati rendah," kata master ilmu jiwa Sebastian Ocklenburg, Ph.D., dikutip dari Psychology Today.
4. Tidak suka menghindari masalah
Gaya keterikatan juga berasosiasi dengan menangis, Bunda. Orang dengan style keterikatan mengelak dalam hubungan lebih jarang menangis.
Sebaliknya, mereka yang mudah menangis biasanya tidak suka menghindari masalah. Orang-orang ini memilih menangis sebagai corak meluapkan masalah.
5. Teman yang baik
Persahabatan adalah hubungan emosional yang perlu terbuka terhadap ekspresi emosi. Persahabatan yang baik umumnya tercipta jika dua orang alias lebih mempunyai kepintaran emosional yang baik.
Mereka yang sering menangis mempunyai kepintaran emosional yang lebih baik. Mereka mendorong orang lain untuk juga tetap terhubung dengan corak emosi mereka. Di sisi lain, mereka bisa memahami emosi orang lain dengan lebih mudah.
Menangis tidak selalu buruk
Perlu dipahami, menangis tidak selalu dikaitkan dengan perihal negatif, Bunda. Orang yang menangis dianggap lebih berempati, dapat diandalkan, tulus, dan kurang agresif.
Menurut jurnal ilmiah yang diterbitkan di Psychotherapy tahun 2020, sekitar 50 persen orang merasa lebih baik setelah menangis, dan hanya sekitar 10 persen yang justru merasa lebih jelek setelah menangis.
"Apakah seseorang mendapat faedah dari menangis alias tidak sangat berjuntai pada orang-orang di sekitarnya. Jika mereka memberikan support dan kenyamanan, orang yang menangis kemungkinan besar bakal merasa lebih baik setelahnya," ungkap Ocklenburg.
Demikian karakter kepribadian orang yang mudah menangis. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·