Dalam percakapan, ada orang yang tidak terburu-buru mengambil alih pembicaraan. Mereka condong menyimak dengan saksama, memperhatikan setiap detail, kemudian menyampaikan tanggapan setelah memahami maksud musuh bicara.
Bukan tanda kurang percaya diri alias susah bergaul, kebiasaan ini mencerminkan beragam kualitas positif dalam diri seseorang. Mulai dari empati, kesabaran, kesadaran diri, hingga keahlian memahami emosi orang lain secara lebih mendalam.
Ketika seseorang betul-betul memberikan perhatian saat orang lain berbicara, musuh bicara pun bisa merasa dihargai dan diterima.
Lantas, apa saja karakter kepribadian yang biasanya terlihat pada orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
5 Ciri kepribadian orang yang lebih banyak tak bersuara dan mendengarkan
Dilansir Your Tango, berikut beberapa karakter kepribadian orang yang lebih banyak tak bersuara dan mendengarkan dalam sebuah percakapan:
1. Sering mengusulkan pertanyaan bermakna
Orang yang lebih suka mendengarkan biasanya memberikan pertanyaan berarti yang berangkaian dengan cerita musuh bicara. Lebih dari sekadar basa-basi, pertanyaannya menunjukkan bahwa mereka betul-betul memperhatikan percakapan.
Menurut para mahir dari Integrative Psych, pertanyaan yang tepat dan penuh perhatian dapat membantu seseorang mengenal orang lain lebih dalam.
Dengan begitu, percakapan dapat berkembang menemukan kesamaan minat, pengalaman, maupun nilai yang dimiliki.
Karena tidak sibuk menunggu giliran untuk berbicara, orang yang aktif mendengarkan biasanya dapat menangkap perincian dari cerita musuh bicara. Hal ini membikin percakapan terasa lebih nyaman dan membikin seseorang merasa betul-betul didengar.
2. Peka terhadap hal-hal kecil
Orang yang lebih banyak mendengarkan biasanya juga cukup teliti terhadap detail. Mereka mengingat hal-hal mini yang pernah diceritakan orang lain, memperhatikan perubahan suasana hati, alias menyadari kebutuhan seseorang tanpa kudu selalu diminta.
Perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menanyakan kembali berita seseorang, mengingat cerita yang pernah disampaikan, alias menawarkan support ketika diperlukan.
3. Nyaman dengan keheningan
Bagi sebagian orang, jarak dalam percakapan mungkin terasa canggung. Namun, orang yang pendiam dan lebih suka mendengarkan biasanya tidak terlalu mempermasalahkan keheningan.
Certified speaking professional dan penulis yang banyak membahas karakter introvert, Jennifer Kahnweiler, menjelaskan bahwa orang introvert umumnya dapat memperoleh faedah dari waktu yang dihabiskan sendirian.
Waktu tersebut dapat membantu mereka memulihkan daya sosial, memproses emosi, menetapkan tujuan, serta memberi ruang untuk melakukan kegiatan yang disukai.
4. Memiliki sikap terbuka dan bikin orang nyaman
Pendengar yang baik biasanya menunjukkan bahasa tubuh dan sikap yang membikin musuh bicara merasa diterima. Mereka dapat memberikan perhatian melalui kontak mata, ekspresi yang sesuai, maupun respons yang menunjukkan bahwa mereka mengikuti pembicaraan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Psychology membahas pentingnya pengalaman merasa didengar dan dipahami dalam membangun hubungan sosial yang sehat.
Ketika seseorang merasa dipahami, hubungan sosial dapat menjadi lebih positif dan mendukung terbentuknya hubungan dalam jangka panjang.
Untuk itu, orang yang lebih banyak mendengarkan sering kali mempunyai kehadiran yang terasa hangat. Mereka tidak kudu menjadi pusat perhatian untuk membikin orang lain merasa nyaman.
5. Memiliki kesadaran diri yang tinggi
Menurut executive coach Keith Ferrazzi, orang introvert mempunyai keahlian observasi yang membantu mereka memahami pola hubungan sosial.
Informasi yang diperoleh dari pengamatan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyesuaikan langkah berkomunikasi dengan orang yang mempunyai karakter berbeda.
Kesadaran semacam ini dapat membantu seseorang memilih respons yang lebih tepat dalam beragam situasi. Mereka juga dapat lebih mudah menyesuaikan diri ketika berhadapan dengan lingkungan sosial yang beragam.
Nah, itulah beberapa karakter kepribadian orang yang lebih banyak tak bersuara dan mendengarkan dalam setiap percakapan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/asa)