Ciri Kepribadian Orang Yang Tak Suka Berbagi Makanan, Tak Selalu Karena Pelit

Jun 10, 2026 03:40 PM - 1 jam yang lalu 43

Jakarta -

Orang yang tidak suka berbagi makanan sering kali dianggap pelit alias kurang peduli terhadap orang lain. Padahal, sikap tersebut tidak selalu mencerminkan sifat buruk, Bunda.

Bagi sebagian orang, makanan mempunyai nilai unik sehingga tidak mau dibagikan ke orang lain. Tapi, ada juga yang cukup kalkulasi dengan porsi makannya sehingga enggan berbagi.

Pada Desember 2024, sebuah studi OpinionWay tentang kebiasaan makan pasangan, dilakukan oleh HelloFresh. Studi ini mengungkapkan bahwa 40 persen orang Prancis secara tegas menolak membiarkan pasangan untuk mencicipi makanan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri kepribadian orang yang tak suka berbagi makanan

Orang yang tidak suka berbagi makanan biasanya mempunyai karakter kepribadian yang khas, Bunda. Berikut karakter kepribadiannya menurut penjelasan dari psikolog dan sosiolog:

1. Tidak suka miliknya diklaim orang lain

Seseorang yang tidak suka berbagi makanan biasanya tak suka miliknya diklaim orang lain. Mereka meyakini bahwa memberikan makanannya ke orang lain sama saja dipaksa untuk berbagi porsi.

"Ada paradoks nyata di sini," kata pengajar ilmu jiwa makanan, Estelle Masson, dilansir laman World Crunch.

"Meskipun pada prinsipnya kita dapat berbagi makanan, ketika makanan sudah berada di piring, makanan itu menjadi milik perseorangan dan tidak dapat lagi diklaim oleh orang lain. Beberapa orang mungkin merasa kehilangan haknya ketika mereka dipaksa untuk berbagi porsi makanannya."

2. Takut bakal kekurangan sesuatu

Penyebab lain orang enggan berbagi makanan adalah mereka takut tidak cukup makan. Mereka cemas makanan yang disantap tidak bakal memuaskan diri mereka lantaran dibagikan ke orang lain.

Ketakutan bakal kekurangan makanan ini sering berakar pada masa kanak-kanak, terutama dalam konteks family di mana makanan menjadi masalah penting. "Individu tersebut tidak mendapatkan porsi penuhnya, meskipun telah ada kesepakatan di awal saat mulai makan. Ketidakseimbangan ini menciptakan frustrasi," ungkap Masson.

3. Memiliki pendirian yang teguh

Menurut Masson, orang tak mau berbagi makanan bisa jadi merupakan corak dari perilaku naluriah. Tanpa disadari, perihal itu dilakukan seseorang untuk melindungi bagian makanannya, Bunda. Tapi, keputusan ini terkadang diambil untuk mempertahankan pendirian seseorang.

"Saya menyadari bahwa saya terlalu baik sehingga perlu belajar untuk menjaga kepentingan saya sendiri, tanpa melakukannya dengan mengorbankan orang lain. Saya suka membikin orang senang dan menjamu tamu, tetapi saya tidak percaya pada pengorbanan diri," ungkap Masson.

4. Menghargai orang lain untuk melindungi identitas diri

Inti persoalan dari keputusan seseorang untuk tak berbagi makanan bisa terletak pada individualisasi style makannya. Setiap orang enggan berbagi lantaran percaya bahwa setiap orang mungkin mempunyai preferensi yang berbeda. Mereka berupaya untuk menghargainya.

"Sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar orang Prancis bakal makan berbareng family di meja makan, di mana, secara umum, semua orang mempunyai isi piring yang sama. Saat ini, kita memandang bahwa setiap orang menginginkan sesuatu yang berbeda di piring mereka," kata sosiolog makanan Eric Birlouez.

Saat ini, isi piring kita juga bisa menjadi gambaran langsung dari komitmen dan identitas kita. Seseorang mungkin tidak mau berbagi untuk menegaskan komitmen tersebut, Bunda.

Demikian karakter kepribadian orang yang tidak suka berbagi makanan. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya